Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik Diklaim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

AZL
Ilustrasi SPKLU untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik Indonesia. (Foto: Diana Light/Unsplash)

adainfo.id – Percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus didorong pemerintah melalui pembangunan infrastruktur pendukung.

Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta.

Peresmian fasilitas pengisian daya kendaraan listrik tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso atau yang akrab disapa Busan.

Kehadiran SPKLU di lingkungan kementerian dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat transformasi menuju energi bersih.

Menurut Busan, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Dengan semakin lengkapnya fasilitas pengisian daya, penggunaan kendaraan listrik diharapkan semakin meningkat baik di kalangan instansi pemerintah maupun masyarakat luas.

“Keberadaan SPKLU ini menjadi langkah konkret dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memperkuat ekosistemnya,” ujar Busan dikutip Jum’at (06/03/2026).

Kolaborasi Kemendag dan PLN Percepat Infrastruktur

Pembangunan fasilitas SPKLU tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan PT PLN (Persero).

Kolaborasi antara kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Busan menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang dinilai telah berperan aktif dalam menghadirkan fasilitas pengisian di kawasan Kemendag.

Kerja sama ini juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan BUMN dalam mempercepat transformasi energi nasional.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik dalam menghadirkan fasilitas SPKLU di Kemendag,” katanya.

Selain menghadirkan fasilitas pengisian daya, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pembentukan ekosistem yang lebih luas di berbagai sektor.

Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih kendaraan.

Penggunaan di Lingkungan Kemendag Terus Meningkat

Busan mengungkapkan bahwa penggunaan tersebut di lingkungan Kemendag menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan.

Saat ini sekitar 15 persen pegawai di Kemendag telah menggunakan kendaraan listrik sebagai sarana transportasi sehari-hari.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas di lingkungan kementerian yang semakin mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.

Ketersediaan SPKLU di kantor kementerian diharapkan dapat mempercepat peningkatan jumlah pengguna di kalangan pegawai.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas ini semakin banyak pegawai maupun masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik karena infrastrukturnya semakin tersedia,” ujarnya.

Peningkatan penggunaan ini juga sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong elektrifikasi transportasi sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon.

SPKLU Catat Ribuan Transaksi Pengisian Kendaraan Listrik

Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim menjelaskan bahwa fasilitas SPKLU di lingkungan kementerian sebenarnya telah melalui tahap uji coba sejak Desember 2025 sebelum akhirnya mulai beroperasi secara aktif.

Selama masa operasionalnya, fasilitas tersebut telah menunjukkan tingkat pemanfaatan yang cukup tinggi.

Data yang tercatat menunjukkan bahwa sejak Februari 2026, SPKLU tersebut telah melayani 2.460 transaksi pengisian kendaraan listrik.

Total energi listrik yang telah disalurkan melalui fasilitas tersebut mencapai 62.598 kilowatt hour (kWh).

Angka tersebut menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU di kawasan Kemendag cukup diminati oleh pengguna kendaraan listrik.

Isy Karim juga menjelaskan bahwa fasilitas SPKLU tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai kementerian.

Masyarakat umum yang melintas di kawasan tersebut juga dapat memanfaatkan fasilitas pengisian kendaraan listrik yang tersedia.

Ke depan, area di sekitar SPKLU juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan kenyamanan pengguna.

Salah satunya adalah penyediaan area bersantai bagi pengguna yang menunggu proses pengisian daya kendaraan listrik.

Dukungan PLN untuk UMKM dan Ekspor Nasional

Selain mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Busan juga melihat potensi kerja sama yang lebih luas antara Kementerian Perdagangan dengan PLN.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Busan berharap UMKM binaan PLN dapat ikut berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Pameran perdagangan internasional tersebut merupakan salah satu platform penting dalam memperluas akses pasar ekspor bagi produk-produk lokal Indonesia.

“Tahun lalu nilai transaksi Trade Expo mencapai USD 22,8 miliar dengan kontribusi transaksi UMKM sebesar USD 474 juta,” jelasnya.

Partisipasi UMKM dalam pameran internasional dinilai mampu membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau pasar global.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti PLN, UMKM Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Sinergi Kemendag dan BUMN Perkuat Ekonomi Nasional

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program yang dijalankan Kemendag.

Dukungan tersebut tidak hanya terkait pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, tetapi juga program pemberdayaan ekonomi nasional.

Salah satu program yang turut didukung PLN adalah Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol).

Program ini bertujuan untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih luas.

Darmawan menilai kolaborasi antara kementerian dan BUMN menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi nasional, terutama di tengah perubahan besar yang terjadi dalam sektor energi dan industri.

Menurutnya, sinergi yang terbangun antara Kemendag dan PLN tidak hanya berkontribusi pada pengembangan kendaraan listrik.

Akan tetapi juga berperan dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di era transisi energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *