Perputaran Ekonomi di Jakarta Melonjak Drastis Saat Libur Lebaran, Segini Nilainya
adainfo.id – Perputaran ekonomi Jakarta selama momentum libur Lebaran 2026 mencatat lonjakan signifikan dengan total transaksi mencapai Rp21 triliun hingga 25 Maret 2026, seiring tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata.
Program Mudik ke Jakarta yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu faktor utama pendorong capaian tersebut.
Dengan konsep yang mengintegrasikan sektor transportasi, pariwisata, dan perdagangan, program ini berhasil menggerakkan berbagai lini ekonomi secara simultan.
“Rekornya sudah mencapai Rp 21 triliun, kami berharap sampai dengan 31 Maret nanti bisa melampaui angka tersebut,” jelasnya dikutip Rabu (25/03/2025).
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi berbagai sektor yang terlibat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng berbagai pihak mulai dari maskapai penerbangan hingga sektor transportasi darat dan industri pariwisata.
Kolaborasi dengan maskapai Citilink dan PT Kereta Api Indonesia membuka akses mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, pelaku industri perhotelan, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata turut merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan.
Ekosistem yang terbangun dalam program ini menciptakan efek domino terhadap perekonomian daerah.
Aktivitas belanja, konsumsi, hingga jasa transportasi mengalami peningkatan yang signifikan selama periode Lebaran.
Respons positif masyarakat terhadap program ini juga mendorong sejumlah daerah lain untuk mengadopsi konsep serupa.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi penguatan mobilitas mampu menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
“Banyak provinsi yang akhirnya memanfaatkan program serupa,” ucapnya.
Beberapa kota besar telah mencatat dampak ekonomi dari program tersebut. Kota Semarang misalnya, berhasil mencatat transaksi sekitar Rp8 miliar.
Sementara di Surabaya, angka transaksi mencapai Rp6,2 miliar dari program serupa yang dijalankan di wilayah tersebut.
Transportasi Publik Gratis Tingkatkan Mobilitas
Upaya meningkatkan perputaran ekonomi juga dilakukan melalui kebijakan transportasi publik gratis yang diterapkan pada 21 hingga 22 Maret 2026.
Kebijakan ini terbukti efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat di dalam kota.
Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada jumlah pengguna moda transportasi publik.
MRT Jakarta mencatat 135.117 penumpang atau meningkat 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, LRT Jakarta melayani 9.987 penumpang atau mengalami kenaikan sebesar 6 persen.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas transportasi yang terjangkau dan efisien.
Peningkatan mobilitas ini berkontribusi langsung terhadap aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Masyarakat lebih leluasa mengakses pusat perbelanjaan, destinasi wisata, serta layanan publik lainnya tanpa terkendala biaya transportasi.
Selain itu, kebijakan ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan pribadi, sehingga menciptakan distribusi mobilitas yang lebih merata di wilayah Jakarta.
Destinasi Wisata Jadi Penggerak Ekonomi
Lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran juga terlihat jelas pada sektor pariwisata.
Sejumlah destinasi unggulan di Jakarta mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan.
Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu destinasi favorit dengan jumlah pengunjung mencapai 126.797 orang dalam periode 22 hingga 24 Maret 2026.
Tingginya angka kunjungan ini berdampak langsung pada sektor usaha mikro, pedagang kaki lima, hingga layanan wisata di sekitar lokasi.
Taman Margasatwa Ragunan juga mencatat angka kunjungan yang tinggi dengan total 222.991 pengunjung.
Sementara kawasan Ancol dikunjungi sekitar 155.000 orang selama periode yang sama.
Lonjakan jumlah wisatawan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu libur Lebaran di dalam kota.
Selain menjadi sarana rekreasi, aktivitas ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal.
Kehadiran wisatawan domestik mendorong peningkatan konsumsi di sektor kuliner, transportasi, hingga jasa hiburan.
Hal ini memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Peningkatan Transaksi Hingga Akhir Periode
Capaian transaksi sebesar Rp21 triliun hingga pertengahan periode program menunjukkan potensi besar untuk terus meningkat hingga akhir Maret 2026.
Dengan masih berlangsungnya program hingga 31 Maret, peluang tambahan transaksi masih terbuka lebar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai keberhasilan ini sebagai indikator kuat bahwa integrasi kebijakan mobilitas dan ekonomi mampu memberikan dampak nyata.
Tingginya partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong capaian tersebut.
Selain itu, kualitas layanan publik yang tetap terjaga selama periode mudik juga turut mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Kondisi ini menciptakan pengalaman positif yang mendorong masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ekonomi.
“Pelayanan publik alhamdulillah berjalan dengan baik selama mudik Lebaran ini. Relatif tidak ada keluhan,” pungkasnya.
Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, perputaran ekonomi Jakarta selama Lebaran 2026 diproyeksikan terus menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor.












