Persiapan Matang ARMUZNA, Jamaah Haji Depok Fokus Kesehatan dan Ibadah
adainfo.id – Jamaah haji asal Kota Depok yang kini berada di Tanah Suci tengah memasuki fase paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji, yaitu rangkaian wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melempar jumrah di Mina, atau yang lebih dikenal sebagai fase ARMUZNA.
Persiapan menuju fase ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, melalui koordinasi intensif yang melibatkan seluruh unsur petugas kloter, sektor pelayanan, dan penyedia jasa logistik.
Tahapan ARMUZNA Dimulai 8 Zulhijah: Semua Harus Siap
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Fauzan, menjelaskan bahwa seluruh petugas kloter telah diarahkan untuk mulai merapikan data jamaah.
Khususnya terkait pembagian antara jamaah yang akan mengikuti Tarwiyah dan yang tidak.
“Kami minta petugas kloter mulai mempersiapkan data jamaah yang akan mengikuti Tarwiyah dan yang tidak. Termasuk juga pemetaan lokasi penempatan jamaah di Arafah dan Mina supaya pelaksanaannya nanti bisa berjalan tertib dan terkoordinasi,” ujar Fauzan, dikutip Selasa (3/6/2025).
Pemetaan yang dimaksud meliputi pembagian tenda, fasilitas sanitasi, dan jalur pergerakan jamaah selama di lokasi-lokasi utama ARMUZNA.
Hal ini menjadi penting mengingat jumlah jamaah haji tahun 2025 tergolong tinggi, dan setiap kloter harus tetap menjaga skenario evakuasi serta kenyamanan jamaah.
Koordinasi Lintas Lembaga: Kunci Sukses Fase Puncak Haji
Untuk menjamin kelancaran logistik, akomodasi, dan transportasi jamaah, Kemenag Depok telah menjalin kerja sama intensif dengan sektor pelayanan serta perusahaan penyedia jasa (Syarikah) di Arab Saudi.
Syarikah merupakan entitas mitra pemerintah Arab Saudi yang ditunjuk khusus untuk menangani layanan haji bagi jamaah dari seluruh dunia.
“Kerja sama dengan sektor dan Syarikah menjadi kunci. Kita terus berupaya guna memastikan semua kebutuhan jamaah, baik dari sisi transportasi, konsumsi, sampai ke kesehatan, bisa tersedia secara optimal,” tambah Fauzan.
Dalam fase ARMUZNA, tantangan tidak hanya soal ibadah tetapi juga logistik besar-besaran dalam tempo singkat.
Semua jamaah harus berpindah dari Makkah ke Arafah, lalu ke Muzdalifah, dan akhirnya ke Mina dengan ritme waktu yang sangat ketat.
Fokus pada Kesehatan dan Kedisiplinan Jamaah
Fauzan menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental jamaah. Kondisi cuaca yang panas ekstrem, aktivitas fisik yang padat, serta antrean panjang di berbagai titik pelayanan menuntut ketahanan tubuh dan kedisiplinan tinggi.
“Saya mengimbau kepada seluruh jamaah supaya tetap menjaga kesehatan, bersabar dan ikhlas dalam menjalani setiap proses ibadah. Dengarkan petunjuk dari petugas, dan saling mengingatkan satu sama lain,” katanya.
Ia juga menganjurkan agar jamaah tidak memforsir tenaga, mengatur waktu istirahat dengan baik, serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi selama rangkaian ARMUZNA.
Zikir dan Doa, Penguat Spiritualitas Jamaah Depok
Selain aspek fisik, Fauzan juga menekankan pentingnya aspek spiritual.
Ia mengajak jamaah haji asal Depok untuk memperbanyak zikir, membaca doa-doa harian, dan menjaga kekhusyukan dalam setiap rangkaian ibadah.
“Semoga semua proses ibadah ini dapat dilalui dengan baik, aman, dan lancar. Dan yang terpenting itu semoga seluruh jamaah haji asal Depok mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” ucapnya.











