Perubahan Akses Stasiun Pondok Cina Depok Tuai Respons Pengguna

AZL
Pemberitahuan akses baru gate Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, Selasa (24/02/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pengguna KRL di Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, kini harus menyesuaikan diri dengan perubahan alur keluar dan masuk stasiun yang resmi diberlakukan sejak Sabtu (21/02/2026).

Jika sebelumnya akses naik dan turun dilakukan melalui pintu timur bangunan lama, kini jalur tersebut dialihkan melalui bangunan baru di lantai dua sisi timur stasiun atau dari arah apartemen Pondok Cina.

Perubahan ini berdampak langsung pada pola pergerakan ribuan penumpang yang setiap hari memanfaatkan layanan KRL untuk mobilitas kerja, pendidikan, maupun aktivitas lainnya.

Penyesuaian alur ini menjadi bagian dari upaya peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa kereta komuter di kawasan Depok yang terus mengalami pertumbuhan jumlah penumpang.

Respons Pengguna: Lebih Jauh, Tapi Lebih Modern

Perubahan akses tersebut memunculkan beragam respons dari para penumpang.

Sebagian mengaku perlu waktu untuk beradaptasi karena jalur yang ditempuh terasa lebih panjang dan terkesan memutar dibanding sebelumnya.

“Iya betul sekali. Sekarang aksesnya jadi terkesan memutar jauh. Tadi saya juga hampir keder, untung ada petugas yang berjaga dan beberapa plang pemberitahuan,” ungkap Arya, salah satu penumpang KRL, saat ditemui di Stasiun Pondok Cina, Selasa (24/02/2026).

Meski demikian, Arya juga mengapresiasi fasilitas baru yang dinilai lebih modern dan nyaman dibandingkan bangunan lama.

“Saya sangat senang dengan tampilan bangunan baru ini, jadi kesannya lebih modern. Makanya jadi lebih betah berlama-lama di sini,” tambah Arya.

Gedung baru yang terletak di lantai dua sisi timur tersebut dirancang dengan konsep lebih terbuka dan representatif.

Area sirkulasi penumpang dibuat lebih luas untuk mengurangi kepadatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Skema Baru Pisahkan Jalur Masuk dan Keluar

Dalam skema baru, akses masuk dan keluar penumpang kini dipisahkan.

Penumpang yang hendak naik kereta dan yang baru turun dari peron memiliki rute berbeda untuk menghindari pertemuan arus yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Penumpang yang turun di peron satu, misalnya, harus mengikuti jalur khusus untuk keluar yang tidak lagi sama dengan jalur masuk.

Sistem ini diterapkan guna menciptakan alur sirkulasi yang lebih tertib dan aman.

Untuk keluar stasiun, tersedia tiga pilihan akses, yakni tangga, eskalator, serta lift prioritas bagi pengguna berkebutuhan khusus, lansia, dan ibu hamil.

Kehadiran lift prioritas menjadi bagian dari komitmen penyedia layanan dalam mendukung aksesibilitas yang inklusif.

Rambu petunjuk arah dipasang di sejumlah titik strategis agar memudahkan penumpang memahami jalur baru.

Petugas juga ditempatkan di area peralihan guna memberikan informasi dan membantu pengguna yang masih kebingungan.

Penutupan Passenger Crossing Demi Keselamatan

Penyesuaian alur ini dilakukan oleh KAI Commuter sebagai langkah peningkatan keselamatan pengguna, khususnya saat berpindah peron.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa akses keluar-masuk dari sisi timur kini dialihkan melalui bangunan baru yang terhubung langsung dengan area apartemen Pondok Cina.

“Hal ini dilakukan demi keselamatan saat pengguna akan berpindah peron, karena passenger crossing yang melintasi jalur rel akan ditutup untuk menjaga keselamatan pengguna,” jelas Karina, dikutip Selasa (24/02/2026).

Passenger crossing atau jalur penyeberangan langsung yang melintasi rel dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan, terutama saat frekuensi perjalanan kereta meningkat.

Penutupan fasilitas tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi kecelakaan di area stasiun.

Sementara itu, pintu akses dari sisi barat stasiun tetap beroperasi normal dan melayani keluar-masuk pengguna seperti biasa.

Dengan demikian, penumpang yang datang dari arah barat tidak mengalami perubahan signifikan dalam pola akses.

Upaya Meningkatkan Kenyamanan Mobilitas

Perubahan akses Stasiun Pondok Cina menjadi bagian dari transformasi fasilitas transportasi publik yang lebih modern dan aman.

Kawasan sekitar stasiun yang berkembang pesat, termasuk keberadaan hunian vertikal dan pusat aktivitas ekonomi, membuat volume penumpang terus meningkat.

Penataan ulang sirkulasi penumpang menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan pengguna pada masa mendatang.

Dengan pemisahan jalur masuk dan keluar, manajemen berharap pergerakan penumpang lebih lancar tanpa saling berdesakan.

KAI Commuter memastikan bahwa informasi terkait perubahan ini telah disosialisasikan melalui pengumuman di area stasiun, media sosial resmi, serta pemasangan spanduk pemberitahuan.

Pengguna diimbau memperhatikan informasi yang tersedia dan mengikuti arahan petugas.

Langkah ini juga selaras dengan komitmen peningkatan standar keselamatan di seluruh jaringan KRL Jabodetabek, di mana aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan operasional.

Dengan penerapan sistem baru ini, diharapkan mobilitas pengguna di Stasiun Pondok Cina dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman, sejalan dengan upaya peningkatan layanan transportasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *