PKB Depok Panaskan Mesin Lewat Fun Football, Incar 12 Kursi Legislatif

ACS
Kader PKB Kota Depok menggelar fun football sebagai konsolidasi menuju target 12 kursi DPRD Pemilu 2029. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Langkah awal menuju kontestasi Pemilu 2029 resmi digulirkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Depok.

Partai yang secara nasional dipimpin Muhaimin Iskandar itu tidak ingin berjalan biasa-biasa saja.

Dengan semangat konsolidasi dini, PKB Depok langsung memasang target ambisius, yakni meraih 12 kursi DPRD Kota Depok pada Pemilu 2029.

Angka tersebut melonjak signifikan dari capaian lima kursi pada periode saat ini.

Langkah awal yang diambil pun terbilang tidak konvensional. Alih-alih menggelar rapat formal di ruang tertutup, PKB memilih mengawali konsolidasi melalui kegiatan fun football bersama seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Depok, Senin (10/02/2026).

Strategi ini menjadi simbol bahwa konsolidasi politik tidak harus kaku, melainkan bisa dibangun melalui kebersamaan dan kekompakan di luar ruang rapat.

Fun Football Jadi Pemantik Soliditas Kader

Lapangan hijau menjadi saksi pertemuan perdana kader PKB Depok dalam rangka menyongsong Pemilu 2029.

Suasana santai dan penuh canda justru dinilai mampu mempererat ikatan antar pengurus dan kader partai.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto, menegaskan bahwa soliditas menjadi kunci utama dalam mencapai target politik yang tinggi.

“Melihat kesolidan kader, pengurus, hingga instrumen yang kita bangun, saya yakin kita bisa menembus lebih dari 8 kursi, target kami 12 kursi” ujar Siswanto.

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme bahwa target 12 kursi bukan sekadar ambisi tanpa dasar.

Menurutnya, struktur partai hingga tingkat kecamatan telah diperkuat dan diarahkan untuk bekerja secara sistematis.

Kegiatan fun football ini juga menjadi ruang komunikasi informal antar kader.

Dalam suasana cair, diskusi strategi, pemetaan wilayah, hingga evaluasi kerja politik sebelumnya tetap berjalan meski tanpa format resmi.

Target 12 Kursi dan Tantangan Elektoral

PKB Depok menyadari bahwa peta politik Kota Depok tidak mudah. Kompetisi antarpartai dipastikan semakin ketat, terlebih dengan munculnya figur-figur baru yang akan meramaikan Pemilu 2029.

Dengan lima kursi yang dimiliki saat ini, lonjakan menjadi 12 kursi berarti lebih dari dua kali lipat capaian sebelumnya.

Artinya, PKB harus memperluas basis suara dan meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.

Target tersebut juga merupakan bagian dari arahan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat.

Konsolidasi dini menjadi strategi untuk menghindari kerja instan menjelang masa kampanye.

PKB Depok berupaya membangun kerja politik jangka panjang. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya fokus pada momentum pemilu, tetapi juga kehadiran nyata di tengah masyarakat sehari-hari.

Strategi Plangisasi di 11 Kecamatan

Menghadapi dominasi pemilih milenial dan Gen Z pada Pemilu 2029, PKB Depok merancang strategi visual yang disebut sebagai “Plangisasi”.

Program ini bertujuan memperkuat eksistensi fisik partai di ruang publik.

Melalui program tersebut, PKB akan memasang plang sekretariat di 11 kecamatan atau PAC pada titik-titik strategis.

Keberadaan plang ini diharapkan membuat masyarakat lebih mengenal dan mudah mengakses partai.

Langkah ini dianggap penting karena kehadiran visual partai dinilai mampu membangun kedekatan psikologis dengan pemilih.

Tidak hanya muncul di media sosial, tetapi juga hadir secara nyata di lingkungan warga.

Dengan plang sekretariat yang tersebar merata, PKB ingin memastikan bahwa identitas partai terlihat konsisten dan mudah dikenali.

Strategi ini juga menjadi simbol kesiapan struktur organisasi hingga tingkat bawah.

Membidik Pemilih Milenial dan Gen Z

Komposisi pemilih pada Pemilu 2029 diproyeksikan didominasi generasi milenial dan Gen Z.

PKB Depok membaca realitas ini sebagai tantangan sekaligus peluang.

Pendekatan kepada generasi muda dilakukan melalui komunikasi yang lebih inklusif dan partisipatif.

Selain penguatan struktur fisik, PKB juga mendorong kader untuk aktif membangun narasi positif di ruang digital.

Kegiatan seperti fun football dinilai relevan untuk menarik simpati generasi muda.

Politik tidak lagi ditampilkan sebagai arena yang kaku dan penuh formalitas, melainkan ruang kolaborasi dan kebersamaan.

PKB juga menekankan pentingnya kader muda dalam struktur partai. Regenerasi menjadi fokus agar mesin politik tetap segar dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Rekrutmen Terbuka dan Strategi Jemput Bola

Tidak ingin bersifat eksklusif, PKB Depok membuka rekrutmen anggota baru secara terbuka.

Partai ini menyatakan siap menerima siapa pun yang ingin berkontribusi melalui jalur politik.

Siswanto menegaskan bahwa strategi yang diusung adalah “Jemput Bola”.

Artinya, partai tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mengajak warga bergabung.

“Kami ingin memastikan politik bukan lagi hal yang eksklusif, melainkan wadah pengabdian yang mudah dijangkau oleh siapa pun. PKB siap menyambut siapa pun yang ingin memajukan Kota Depok melalui jalur politik,” tutup Siswanto.

Masyarakat yang tertarik dapat langsung mendatangi Kantor DPC PKB Kota Depok.

Selain itu, kader partai juga akan aktif melakukan pendekatan langsung di lingkungan masyarakat.

Strategi ini diharapkan mampu memperluas basis keanggotaan sekaligus memperkuat jaringan relawan hingga tingkat akar rumput.

Politik Inklusif dan Pengabdian Publik

PKB Depok menegaskan bahwa orientasi politik yang dibangun bukan semata-mata soal perebutan kursi.

Partai ingin membangun citra sebagai wadah pengabdian publik.

Kehadiran partai di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terasa saat menjelang pemilu.

Program sosial, advokasi warga, hingga keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan akan diperkuat sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Dengan kombinasi konsolidasi internal, penguatan struktur, strategi visual plangisasi, serta rekrutmen terbuka, PKB Depok mulai memetakan langkah menuju Pemilu 2029.

Kegiatan fun football yang menjadi pembuka konsolidasi ini sekaligus menjadi simbol bahwa perjalanan politik lima tahun ke depan telah dimulai.

Mesin partai dipanaskan lebih awal, dengan target jelas menambah kursi legislatif secara signifikan di DPRD Kota Depok.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *