Pola Lalu Lintas Jakarta Berubah Selama Ramadan, Ini Analisa Polisi

ARY
Ilustrasi pola kepadatan lalu lintas di Jakarta saat bulan Ramadan berubah. (Foto: Unsplash/Adrian Pranata)

adainfo.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyampaikan adanya pergeseran waktu pergerakan masyarakat selama bulan Ramadan di Jakarta.

Temuan tersebut diperoleh setelah jajaran melakukan analisa intensif terhadap arus kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari terakhir.

Perubahan pola aktivitas warga terjadi baik pada pagi maupun sore hari.

Pergeseran ini dinilai signifikan karena berdampak langsung pada strategi pengaturan lalu lintas yang dilakukan petugas di lapangan.

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan bahwa pola mobilitas masyarakat tidak lagi sama seperti hari biasa di luar Ramadan.

“Untuk pengaturan di bulan puasa ini, setelah dua hari kami lakukan analisa, memang terdapat beberapa pergeseran waktu pergerakan masyarakat,” paparnya dikutip Sabtu (21/02/2026).

Temuan tersebut menjadi dasar penyesuaian pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas agar tetap efektif mengurai kepadatan kendaraan.

Kepadatan Pagi Bergeser ke Pukul 08.00–10.00 WIB

Pada hari biasa, arus kendaraan di Jakarta umumnya mulai padat sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Namun selama Ramadan, kepadatan justru terlihat mulai meningkat pada rentang pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Kompol Robby menyebut masyarakat cenderung berangkat lebih siang dibandingkan hari normal.

“Pagi hari masyarakat cenderung lebih siang, dari jam 08.00 sampai dengan jam 10.00 masyarakat baru menuju ke kantornya masing-masing,” terangnya.

Fenomena ini diperkirakan berkaitan dengan perubahan pola aktivitas selama Ramadan.

Sebagian masyarakat mungkin menyesuaikan waktu bangun setelah sahur atau memanfaatkan fleksibilitas jam kerja yang diberikan sejumlah instansi maupun perusahaan.

Perubahan ini menyebabkan pola kepadatan yang sebelumnya terkonsentrasi pada jam-jam awal pagi kini bergeser ke pertengahan pagi.

Dampak terhadap Strategi Pengaturan Lalu Lintas

Pergeseran waktu mobilitas tersebut berdampak pada strategi pengaturan lalu lintas yang dilakukan pihak kepolisian.

Petugas di lapangan harus menyesuaikan jam penempatan personel agar tetap efektif dalam mengurai kepadatan.

Penempatan anggota di simpul-simpul kemacetan seperti perempatan utama, pintu tol, dan jalur arteri nampaknya akan lebih difokuskan pada rentang waktu 08.00–10.00 WIB.

Selain itu, pengawasan terhadap potensi kepadatan di jalur menuju kawasan perkantoran dan pusat bisnis juga diperkuat pada jam-jam tersebut.

Penyesuaian pola pengamanan ini diharapkan agar arus kendaraan tetap terkendali meskipun terjadi perubahan kebiasaan masyarakat.

Potensi Lonjakan Arus Menjelang Berbuka

Selain pergeseran di pagi hari, kepolisian juga mencermati potensi peningkatan arus kendaraan menjelang waktu berbuka puasa.

Aktivitas masyarakat yang berburu takjil, pulang kerja, atau menghadiri kegiatan keagamaan berpotensi memicu kepadatan pada sore hari.

Pengaturan lalu lintas menjelang berbuka dianggap perlu dilakukan dengan menempatkan personel tambahan di kawasan pusat kuliner, pasar takjil, serta jalur protokol yang mengarah ke permukiman padat penduduk.

Pergeseran waktu pergerakan masyarakat selama Ramadan tidak terlepas dari penyesuaian jam kerja di sejumlah instansi pemerintah maupun swasta.

Beberapa kantor menerapkan jam masuk lebih siang atau jam pulang lebih cepat.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada pola arus lalu lintas harian.

Jika pada hari normal kendaraan sudah memadati jalan sejak sebelum pukul 07.00 WIB, kini kepadatan baru terlihat signifikan mendekati pukul 08.00 WIB.

Perubahan ini juga diduga memengaruhi distribusi volume kendaraan di jalan tol dan jalur alternatif.

Titik-titik yang biasanya padat lebih awal kini relatif lengang pada jam tersebut, lalu meningkat pada jam berikutnya.

Evaluasi Harian Selama Ramadan

Analisa terhadap data kepadatan, volume kendaraan, serta titik rawan kemacetan perlu dilakukan sebagai dasar penyesuaian kebijakan di lapangan.

Pendekatan ini dinilai penting karena dinamika lalu lintas selama Ramadan cenderung fluktuatif, terutama mendekati akhir pekan atau menjelang hari besar keagamaan.

Pemantauan melalui kamera CCTV serta laporan anggota di lapangan perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran real time kondisi arus kendaraan.

Dengan data tersebut, langkah rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus, buka tutup jalur, atau penambahan personel dapat dilakukan lebih cepat.

Imbauan Tertib dan Antisipasi Kepadatan

Selain melakukan penyesuaian teknis, kepolisian mengimbau masyarakat tetap tertib berlalu lintas dan merencanakan perjalanan dengan memperhitungkan perubahan jam kepadatan.

Pengguna jalan disarankan memanfaatkan informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat agar dapat memilih waktu dan rute yang lebih efisien.

Pergeseran jam berangkat kerja selama Ramadan menjadi dinamika tahunan yang memerlukan koordinasi antara aparat dan masyarakat.

Apalagi, analisa awal menunjukkan kepadatan puncak kepadatan saat Ramadan bergeser ke pukul 08.00–10.00 WIB.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *