Politeknik di Indonesia Didorong Perkuat Link and Match dengan Dunia Usaha
adainfo.id – Di tengah transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, politeknik semakin menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi Kemendikti Saintek, Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa kurikulum politeknik senantiasa diperbarui agar link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Kita selalu mengupdate atau mengevaluasi sistem pembelajaran di politeknik agar bisa link and match dengan industri. Link artinya bersambung, match artinya cocok,” ujar Beny disela kegiatan wisuda Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Sabtu (20/09/2025).
Menurut Beny, salah satu bentuk nyata dari pembaruan tersebut adalah penerapan Project Based Learning (PBL).
Model pembelajaran ini memungkinkan mahasiswa mengerjakan proyek yang berasal dari industri.
Sehingga tidak hanya memahami teori tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang relevan.
“Jadi kita sudah mengembangkan kurikulum dan salah satunya adalah kurikulum pembelajaran Project Based Learning (PBL),” terang Beny
“Di mana project dari industri kita kembangkan menjadi model pembelajaran yang dikembangkan di politeknik. Termasuk di PNJ juga dikembangkan. Bahkan hasil-hasilnya selalu dipamerkan ya,” tambah Beny.
Keunggulan Politeknik di Berbagai Daerah
Saat ini terdapat 44 politeknik negeri yang tersebar di seluruh Indonesia.
Namun, menurut Beny, belum semua provinsi memiliki politeknik negeri.
Masing-masing politeknik punya karakteristik tersendiri sesuai dengan kebutuhan daerahnya.
Akan tetapi untuk PNJ sendiri memiliki posisi khusus sebagai salah satu politeknik tertua.
“Kalau PNJ jelas salah satu keunggulannya ya awalnya kan ini termasuk politeknik yang tua, yang pertama ya,” jelas Beny.
“Jadi boleh dikatakan pionir ya, unggul di manufaktur. Sampai bahkan di sini ada magisternya manufaktur juga, sipilnya juga bagus. Disitu keunggulannya,” sambung Beny.
PNJ, kata Beny, tidak hanya fokus pada bidang teknik (engineering), tetapi juga memiliki program studi non-engineering yang terus berkembang.
Namun, dua bidang unggulan yakni manufaktur dan teknik sipil tetap menjadi identitas utama politeknik tersebut.
“Di PNJ ini banyak prodi-prodi lain, nggak cuma dua itu. Bahkan yang non-engineering juga ada ya,” tutur Beny.
“Nah di situ kita lihat ya memang keunggulan Politeknik Negeri Jakarta itu di sektor manufakturing dan sipil ya,” tambah Beny.
Pendidikan Vokasi Jadi Andalan Indonesia
Kurikulum pendidikan vokasi saat ini diarahkan agar mampu memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja global.
Melalui sistem link and match, politeknik diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah, tetapi juga tenaga kerja yang siap pakai.
Politeknik juga dikatakan menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia.
Dengan PBL mahasiswa tidak hanya mengerjakan tugas kelas, tetapi juga berhadapan langsung dengan kasus nyata yang diberikan industri.
Selain itu, kurikulum politeknik secara periodik dievaluasi. Rata-rata, setiap tiga tahun dilakukan penyesuaian, bahkan bisa setahun sekali apabila ada kebutuhan mendesak.
Hal ini dilakukan agar lulusan politeknik tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang cepat berubah.
PNJ sebagai Pionir Pendidikan Berbasis Industri
PNJ dinilai sebagai contoh bagaimana pendidikan vokasi dapat menjadi pionir dalam menyiapkan generasi muda siap kerja.
Sebagai salah satu politeknik tertua, PNJ sudah melahirkan banyak lulusan yang tersebar di berbagai sektor industri.
Mulai dari manufaktur, sipil, teknologi informasi, hingga administrasi niaga.
Magister terapan yang ada di PNJ, menjadi bukti bahwa politeknik kini tidak hanya mencetak tenaga kerja tingkat menengah, tetapi juga menyiapkan SDM level strategis.
Program ini memperluas kontribusi politeknik dalam pengembangan industri nasional.
Dengan kekuatan kurikulum, dukungan industri, serta status sebagai pionir, PNJ disebut memiliki posisi penting dalam roadmap pendidikan vokasi nasional.











