Pradi Supriatna Minta Pemkot Depok Ubah Situ Jadi Objek Wisata Ikonik

AG
Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna (foto: adainfo.id)

adainfo.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Pradi Supriatna, meminta Pemerintah Kota Depok mengoptimalkan potensi wisata situ atau danau yang tersebar di wilayahnya.

Ia menilai, pengelolaan yang terencana dan terintegrasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengangkat sektor pariwisata lokal.

Diketahui, Kota Depok memiliki sedikitnya 23 situ yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun, belum seluruhnya dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan masyarakat secara luas.

Pradi menilai, pemerintah kota perlu menetapkan prioritas dengan memilih beberapa situ paling strategis untuk dikembangkan lebih dulu.

“Kemarin kita sudah ngobrol dengan pemerintah kota. Memang sedang dikaji, tapi saya minta diusulkan tiga atau empat situ yang paling strategis untuk dikembangkan,” ujar Pradi, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, pendekatan bertahap akan lebih realistis dan efektif, baik dari sisi perencanaan maupun penganggaran.

Konsep Ikonik Seperti Sri Baduga

Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan konsep wisata air mancur seperti di Taman Air Mancur Sri Baduga yang dinilai sukses menarik wisatawan dan menjadi ikon daerah.

“Minimal ada yang ikonik, seperti Sri Baduga di Purwakarta. Situ di Depok yang paling strategis bisa dikembangkan dengan konsep serupa,” katanya.

Menurut Pradi, kehadiran destinasi ikonik akan menciptakan daya tarik baru bagi Depok, yang selama ini lebih dikenal sebagai kota penyangga ibu kota dibandingkan sebagai kota wisata.

Ia menegaskan, pengembangan wisata situ tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga harus berdampak langsung pada ekonomi warga sekitar.

“Pengembangan situ bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dorong Kolaborasi dengan Pemprov Jabar

Pradi menyatakan akan mendorong kolaborasi antara Pemkot Depok dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Sumber Daya Air (SDA), mengingat pengelolaan situ juga berkaitan dengan aspek teknis dan kewenangan lintas pemerintahan.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Bappeda Kota Depok, serta dinas terkait agar rencana pengembangan wisata situ Depok masuk dalam kajian tahun ini, termasuk dalam anggaran perubahan.

“Dimulai dari usulan dulu, mudah-mudahan ada aksi nyata. Harapan saya bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar perencanaan tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Pradi optimistis rencana ini dapat terealisasi dalam waktu dekat.

Ia melihat komunikasi antara kepala daerah di Jawa Barat, termasuk wali kota dan gubernur, terjalin dengan baik.

Menurutnya, suasana dialog yang komunikatif dan terbuka membuka ruang penyampaian aspirasi pembangunan, termasuk gagasan menjadikan wisata situ Depok sebagai ikon baru kota.

“Suasananya sangat baik, komunikatif, dan terbuka. Mudah-mudahan ini jadi momentum percepatan pembangunan wisata di Depok,” tandasnya.

Dorongan tersebut menempatkan pengembangan situ bukan sekadar program lingkungan, melainkan strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal yang dapat memperkuat identitas dan daya saing Kota Depok di tingkat regional.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *