Program Mudik Gratis 2026, Terminal Jatijajar Depok Jadi Salah Satu Titik Keberangkatan
adainfo.id – Terminal Jatijajar Depok menjadi salah satu titik pemberangkatan program Mudik Gratis Angkutan Lebaran 2026 dengan ratusan armada bus yang disiapkan pemerintah.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat secara keseluruhan menyiapkan 401 unit bus untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Total kapasitas yang disediakan mencapai 15.834 penumpang, mencakup perjalanan pergi dan kembali.
Untuk wilayah Depok, keberangkatan arus mudik dijadwalkan pada 17 Maret 2026 dari Terminal Jatijajar.
Penetapan lokasi ini mempertimbangkan posisi strategis Depok sebagai kawasan penyangga Jakarta dengan mobilitas penduduk yang tinggi menjelang Hari Raya.
Pendaftaran program dibuka mulai 1 Maret 2026 secara daring melalui laman https://nusantara.kemenhub.go.id/ dan akan ditutup setelah kuota terpenuhi.
Persiapan Teknis Antisipasi Lonjakan Penumpang
Kepala Terminal Jatijajar, Rafik Hidayat, memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran program mudik gratis di Depok.
“Persiapan dari terminal yaitu perencanaan alur bus dan alur penumpang agar di hari H tidak terjadi penumpukan,” paparnya dikutip Jumat (27/02/2026).
“Kami juga merencanakan penempatan bus mudik gratis agar tidak mengganggu operasional bus reguler,” sambungnya.
Pengaturan alur kendaraan dan penumpang menjadi fokus utama agar keberangkatan berjalan tertib.
Area parkir bus mudik gratis akan dipisahkan dari jalur bus reguler guna menjaga kelancaran operasional terminal secara keseluruhan.
Selain itu, pengelola terminal menyiapkan skema titik kumpul dan ruang tunggu khusus bagi peserta mudik gratis.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari kepadatan berlebih di area keberangkatan.
Layani 34 Kota Tujuan di 10 Provinsi
Program Mudik Gratis 2026 melayani 34 kota tujuan di 10 provinsi.
Kota-kota tersebut mencerminkan rute dengan permintaan tertinggi dari wilayah Jabodetabek menuju Pulau Jawa dan Sumatera.
Adapun sejumlah kota tujuan yang dibuka antara lain Palembang, Lampung, Bengkulu, Padang, Medan, Aceh, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Purwokerto.
Kemudian, Tegal, Pekalongan, Demak, Boyolali, Klaten, Pati, Blora, Cilacap, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Wonosari, Jepara, Sragen, Madiun, Surabaya, Tuban, Malang dan Tulungagung.
“Sementara untuk arus balik, keberangkatan akan dilakukan dari sejumlah kota seperti Kuningan, Madiun, Surabaya, Palembang, Padang, Medan, Aceh, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri dan Purwokerto,” tukasnya.
Skema dua arah ini dirancang untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas baik saat arus mudik maupun arus balik.
Strategi Mengurangi Kepadatan dan Risiko Kecelakaan
Program Mudik Gratis menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran.
Setiap tahun, penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh masih mendominasi dan berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Dengan penyediaan 401 unit bus, pemerintah mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih aman dan nyaman.
Setiap armada yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kelayakan jalan guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Selain aspek keselamatan, program ini juga membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Biaya transportasi yang biasanya meningkat saat musim mudik dapat ditekan melalui fasilitas gratis yang disediakan negara.
Sistem Pendaftaran Daring dan Transparan
Pendaftaran dilakukan secara online guna memudahkan masyarakat sekaligus mencegah praktik percaloan.
Calon peserta wajib mengisi data diri sesuai identitas resmi dan memilih kota tujuan yang tersedia.
Penutupan pendaftaran dilakukan setelah kuota 15.834 penumpang terpenuhi.
Karena sistem berbasis kuota, masyarakat diimbau untuk segera mendaftar sejak hari pertama pembukaan.
Kemenhub memastikan seluruh proses tidak dipungut biaya.
Informasi teknis terkait jadwal keberangkatan, titik kumpul, serta ketentuan bagasi akan disampaikan kepada peserta yang telah terverifikasi.
Antisipasi Arus Balik dan Koordinasi Lintas Daerah
Selain fokus pada keberangkatan, pemerintah juga mempersiapkan arus balik secara terintegrasi.
Dua belas kota asal arus balik telah ditetapkan guna mendistribusikan beban perjalanan kembali nanti.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah dan pengelola terminal di kota tujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan armada.
Sinergi ini menjadi bagian dari manajemen transportasi terpadu selama periode Lebaran 2026.
Dengan jumlah 15.834 penumpang dan cakupan 34 kota tujuan, Mudik Gratis 2026 menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam menjamin kelancaran.
Selain itu juga keselamatan, serta kenyamanan perjalanan masyarakat pada momentum tahunan yang selalu ditunggu tersebut.












