Qonita Lutfiyah: Anak Yatim Harus Hidup Layak dan Dapatkan Pendidikan Berkualitas
adainfo.id – Komitmen mendampingi anak yatim kembali ditegaskan Anggota DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah, saat mengunjungi Panti Asuhan Al Hayya dalam agenda silaturahmi dan pembinaan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari konsistensinya membina yayasan yang telah didampinginya sejak 2014.
Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku bersyukur dapat kembali hadir dan berbagi kebersamaan dengan anak-anak yatim yang menurutnya sudah seperti keluarga sendiri.
“Alhamdulillah, di minggu yang penuh berkah ini saya kembali memiliki kesempatan untuk bersilaturahmi ke Panti Asuhan Al Hayya. Tempat ini sudah seperti rumah kedua bagi saya, karena sejak 2014 saya ikut membina yayasan ini,” ujarnya Minggu (01/03/2026).
Kunjungan tersebut bukan agenda seremonial semata. Sejak 2014, Qonita secara aktif terlibat dalam pembinaan yayasan, baik dalam bentuk dukungan moril maupun penguatan jejaring sosial.
Baginya, keberlanjutan pendampingan menjadi aspek penting dalam memastikan anak-anak yatim memperoleh perhatian yang stabil dan berkesinambungan.
Ia menilai pembinaan yayasan sosial tidak dapat dilakukan secara sesaat, melainkan membutuhkan komitmen jangka panjang.
Kehadirannya di tengah anak-anak panti juga menjadi ruang dialog untuk mendengar langsung kebutuhan mereka, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan mental dan spiritual.
Apresiasi untuk Pengasuh Yayasan
Dalam kesempatan tersebut, Qonita juga menuturkan dedikasi pengasuh yayasan, Ustaz Reddy, dalam merawat serta membimbing anak-anak yatim dengan penuh komitmen.
Ia menyebut perjuangan tersebut bukan perkara mudah dan membutuhkan ketekunan luar biasa.
“Saya melihat langsung bagaimana perjuangan Pak Ustaz Reddy dalam mengasuh anak-anak yatim. Perjuangannya luar biasa. Saya bersyukur bisa diajak bersama-sama membina Yayasan Al Hayya ini,” katanya.
Menurutnya, pengasuh memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak-anak.
Pendampingan harian, pembinaan akhlak, serta penguatan pendidikan menjadi fondasi penting agar mereka tumbuh dengan rasa percaya diri.
Ia menilai kerja sosial seperti yang dilakukan pengasuh panti membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat terus berjalan secara optimal.
Tekankan Hak Dasar Anak Yatim
Sebagai wakil rakyat di DPRD Depok, Qonita menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar anak-anak di panti asuhan.
Ia menyoroti kebutuhan pendidikan dan layanan kesehatan sebagai prioritas utama.
“Saya berharap anak-anak di sini mendapatkan kelayakan hidup yang baik, memperoleh pendidikan sesuai kebutuhan mereka, serta mendapatkan perhatian dalam hal kesehatan. Dengan begitu, kelak mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dengan anak-anak lainnya,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa akses pendidikan yang layak akan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak yatim untuk meraih cita-cita.
Selain itu, perhatian terhadap kesehatan menjadi faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang mereka.
Qonita menilai, negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam memastikan anak-anak yatim tidak tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan.
Dorongan Moral dan Kepedulian Pribadi
Qonita juga mengungkapkan dorongan pribadi yang membuatnya konsisten membantu yayasan sosial.
Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi atas kehidupan yang telah ia syukuri.
“Saya bersyukur memiliki kehidupan yang baik. Di sisi lain, saya memikirkan anak-anak seusia mereka yang seharusnya masih membutuhkan kasih sayang orang tua, tetapi harus hidup mandiri. Walaupun ada pengasuh, tetap saja itu bukan orang tua kandung,” ungkapnya.
Baginya, empati menjadi dasar utama dalam menjalankan aktivitas sosial.
Ia memandang kepedulian terhadap anak yatim bukan sekadar tugas formal sebagai legislator, tetapi panggilan hati.
Keterlibatan tersebut juga menjadi bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang diyakininya harus terus diperjuangkan di ruang publik.
Motivasi agar Tidak Putus Asa
Dalam setiap kesempatan bertemu anak-anak panti, Qonita kerap memberikan motivasi agar mereka tidak menyerah pada keterbatasan yang dimiliki.
“Saya sering menyampaikan kepada mereka bahwa keterbatasan yang dimiliki jangan sampai membuat putus asa. Nabi Besar Muhammad SAW pun lahir dalam keadaan yatim. Artinya, kondisi tersebut bukan penghalang untuk menjadi pribadi yang hebat,” jelasnya.
Pesan tersebut disampaikan untuk membangun mental tangguh dan optimisme di kalangan anak-anak.
Ia ingin mereka memahami bahwa latar belakang bukanlah batasan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, kisah keteladanan dalam sejarah menjadi sumber inspirasi penting yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri.
Harapan untuk Generasi Tangguh
Qonita berharap anak-anak Panti Asuhan Al Hayya tetap memiliki semangat dan cita-cita tinggi.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi serta memberikan motivasi agar mereka tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
Pendampingan yang berkelanjutan, menurutnya, akan membantu anak-anak membangun karakter kuat serta kemampuan akademik yang memadai.
Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kebutuhan yayasan, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Kehadiran Qonita di Panti Asuhan Al Hayya mencerminkan upaya membangun ekosistem kepedulian sosial.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari penguatan peran legislatif dalam memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak.
Agenda silaturahmi dan pembinaan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Anak-anak tampak antusias berbincang dan menerima motivasi yang diberikan.
Melalui kunjungan tersebut, Qonita kembali menegaskan komitmennya mendampingi anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial yang terus ia jalankan sejak lebih dari satu dekade terakhir.











