Ramadan di Depok, Pemuda Bangunkan Sahur Pakai Alat Musik Tradisional

ARY
Sejumlah pemuda gunakan alat musik tradisional saat membangunkan sahur di kawasan Tanah Baru, Kota Depok. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Sejumlah pemuda membangunkan warga untuk sahur dengan tabuhan alat musik tradisional di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Mereka berkeliling kampung memainkan gong, kempul, dan kecrek sebagai penanda waktu makan sahur.

Rombongan menyusuri gang-gang permukiman warga hingga mencapai Tugu Gong Si Bolong, menciptakan suasana yang khas dan bernuansa budaya.

Alih-alih menggunakan pengeras suara berdaya tinggi, para pemuda tersebut memilih pendekatan musik tradisional yang dinilai lebih ramah didengar dan tidak menimbulkan kebisingan berlebihan.

Kegiatan ini digagas oleh Faiz Fadilah bersama tiga rekannya, Fatih, Naswan, dan Abi.

Mereka memulai perjalanan dari lingkungan tempat tinggal dengan membawa alat musik sederhana yang dirangkai seadanya.

Tabuhan ritmis yang dihasilkan menjadi penanda waktu sahur bagi warga sekitar.

Bunyi gong dan kempul terdengar bergema lembut di antara rumah-rumah warga, menghadirkan warna berbeda di tengah tradisi membangunkan sahur yang umumnya menggunakan pengeras suara.

Di tengah maraknya fenomena membangunkan sahur yang kerap menimbulkan kebisingan, kelompok pemuda ini memilih pendekatan berbasis kreativitas dan budaya lokal.

“Daripada bangunin sahur tapi menimbulkan kebisingan buat warga, lebih baik kita isi dengan kreativitas dan budaya,” papar Faiz dikutip Senin (23/02/2026).

Alternatif Tanpa Kebisingan

Menurut Faiz, kegiatan tersebut juga bertujuan menghidupkan kembali alat musik tradisional yang semakin jarang dimainkan generasi muda, terutama di wilayah perkotaan.

Ia menilai musik tradisional memiliki karakter suara yang lebih bersahabat dan mampu membangun suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

Ritme yang dihasilkan tidak meledak-ledak, namun cukup jelas untuk membangunkan warga.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi alternatif positif di tengah keluhan sebagian warga terkait kebisingan saat tradisi bangunkan sahur keliling.

Respons warga pun beragam, namun sebagian besar menyambut positif kegiatan tersebut.

Sejumlah warga terlihat keluar rumah untuk menyaksikan rombongan melintas, sementara lainnya mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

“Menurut saya, kegiatan anak-anak ini tidak sekadar membangunkan sahur aja, tetapi juga menghadirkan hiburan sederhana yang sarat nilai budaya,” ucap salah satu warga Iyad.

Bagi warga, tradisi sahur dengan tabuhan alat musik tradisional ini menghadirkan suasana berbeda.

Selain membangunkan untuk makan sahur, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan sederhana yang mempererat interaksi sosial antarwarga.

Ramadan dan Semangat Kebersamaan

Ramadan selalu menjadi momen yang identik dengan kebersamaan dan semangat berbagi.

Tradisi membangunkan sahur keliling di Tanah Baru menunjukkan bagaimana nilai tersebut dapat dikemas dalam bentuk yang lebih tertib dan kreatif.

Kegiatan ini juga memperlihatkan peran aktif generasi muda dalam menjaga tradisi sekaligus berinovasi sesuai perkembangan zaman.

Tanpa perlu perangkat suara berlebihan, pesan untuk bangun sahur tetap tersampaikan.

Faiz dan rekan-rekannya berharap kegiatan tersebut dapat terus dilakukan selama Ramadan.

Mereka juga berharap cara kreatif ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menghidupkan tradisi sahur yang lebih tertib, bermakna, dan berakar pada budaya lokal.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *