Regulasi Baru Diduga Jadi Penyebab Sepinya Pendaftaran Siswa di SMA Muhammadiyah 1 Depok

ARY
Suasana ruang kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Depok yang cuma diisi oleh empat siswa, Selasa (22/7/2025). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Fenomena menurunnya minat terhadap sekolah swasta kembali menjadi sorotan. SMA Muhammadiyah 1 Depok tercatat hanya menerima empat murid baru untuk tahun ajaran 2025–2026.

Kondisi ini menandai penurunan drastis dari jumlah siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 20 siswa.

Seluruh murid baru yang diterima adalah perempuan, dan kini menghuni satu ruang kelas yang nyaris kosong di gedung sekolah yang berlokasi di Depok tersebut.

“Yang datang sampai sekarang itu cuma empat, satu lagi yang mendaftar belum konfirmasi,” ungkap Fikria Irsyad, perwakilan dari SMA Muhammadiyah 1 Depok, Selasa (22/7/2025).

Kebijakan Gubernur Jabar Diduga Jadi Pemicu

Fikria menyebutkan bahwa penyebab utama dari rendahnya jumlah pendaftar tahun ini diduga karena kebijakan Rombongan Belajar (Rombel) 50 siswa di sekolah negeri yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Cuma untuk, mungkin ya, dari regulasi penerimaan di SPMB sekolah negerinya, mungkin kan dimundurin lagi tuh. Terus juga rombelnya itu menjadi ditambahkan menjadi setahu saya 50,” jelasnya.

Kelas X Nyaris Kosong, Sekolah Swasta Terdampak Langsung

Kondisi kelas X SMA Muhammadiyah 1 Depok terlihat kosong, hanya diisi empat murid di deretan kursi paling depan.

Bangku dan kursi lainnya dibiarkan kosong, menciptakan pemandangan yang kontras dengan kondisi kelas tahun-tahun sebelumnya.

Pihak SMA Muhammadiyah 1 Depok juga telah melakukan berbagai upaya sosialisasi untuk menarik minat calon siswa.

Namun, meski strategi promosi dijalankan maksimal, jumlah murid baru tetap tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *