Rumah Kemasan Digagas untuk Turunkan HPP Produk UMKM Depok
adainfo.id – Upaya menurunkan biaya produksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan menyiapkan pembangunan Rumah Kemasan yang ditujukan untuk membantu UMKM mendapatkan kemasan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok saat ini sedang menggodok konsep dan kebutuhan pembangunan fasilitas tersebut, termasuk pengadaan mesin kemasan serta sumber daya pendukung lainnya.
Kepala DKUM Depok, Mohamad Thamrin, mengungkapkan bahwa mahalnya biaya kemasan masih menjadi persoalan utama yang memengaruhi harga jual produk UMKM di wilayahnya.
“Selama ini UMKM kita banyak pesan kemasan ke luar daerah, bahkan ke Bandung. Pesanan kecil jumlahnya, biayanya jadi tinggi,” papar Thamrin dikutip Kamis (01/01/2026).
Menurut Thamrin, ketergantungan pelaku UMKM terhadap penyedia kemasan di luar daerah membuat biaya produksi sulit ditekan.
Akibatnya, harga jual produk menjadi kurang kompetitif, terutama saat bersaing dengan produk dari daerah lain yang sudah memiliki fasilitas kemasan sendiri.
Mesin Kemasan Lokal Dinilai Lebih Efisien
DKUM Depok menilai kehadiran Rumah Kemasan akan menjadi solusi jangka panjang bagi pelaku UMKM.
Dengan tersedianya mesin kemasan di dalam kota, pelaku usaha dapat mencetak kemasan dalam jumlah besar dengan biaya lebih efisien.
Menurut Thamrin, skema produksi massal tersebut berpotensi menurunkan harga pokok produksi (HPP) secara signifikan.
“Kalau sekarang HPP bisa Rp30 ribu, ke depan bisa ditekan jadi Rp20–25 ribu,” ungkapnya.
Penurunan HPP ini diharapkan dapat memberi ruang lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan margin keuntungan, sekaligus menawarkan harga jual yang lebih bersaing di pasar.
Kolaborasi dengan Desainer Lokal dan SMK
Tak hanya berfokus pada penyediaan mesin, DKUM Depok juga menyiapkan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kualitas kemasan produk UMKM.
Rencana tersebut mencakup kerja sama dengan desainer lokal, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga pakar kemasan yang berasal dari Depok.
“Kita ingin UMKM terbantu dari hulu ke hilir, terutama soal kemasan,” tandasnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai estetika, fungsi, serta daya tarik kemasan produk UMKM, sehingga lebih siap bersaing di pasar ritel modern maupun platform digital.
Pembangunan Rumah Kemasan juga sejalan dengan strategi Pemkot Depok dalam memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh.
Kemasan dinilai bukan sekadar pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas merek yang memengaruhi keputusan konsumen.
Dengan kemasan yang lebih baik dan biaya produksi yang lebih rendah, UMKM Depok diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan volume penjualan, serta naik kelas secara berkelanjutan.
DKUM Depok memastikan rencana ini akan terus dimatangkan agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM di Kota Depok.











