Sampah Meluber di Jalan Baru Plenongan Depok, Pengendara Keluhkan Akses Terganggu
adainfo.id – Persoalan pengelolaan sampah kembali mencuat di Kota Depok. Tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan masih menjadi pemandangan sehari-hari di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Baru Plenongan, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.
Lokasi tersebut merupakan area strategis karena berada tepat di belakang Balai Kota Depok dan hanya berjarak dekat dari Stasiun Depok Baru.
Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan ini pun kerap menuai keluhan warga dan pengguna jalan.
TPS di Jalan Baru Plenongan terletak persis di balik kompleks Balai Kota Depok.
Antara TPS dan Balai Kota hanya dipisahkan oleh rel kereta api relasi Jakarta–Bogor.
Pada Senin (05/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, kondisi TPS kembali memprihatinkan.
Tumpukan sampah meluber hingga menutupi hampir setengah badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Gunungan sampah yang terlihat didominasi oleh plastik, kardus, perabotan rumah tangga rusak, serta sisa makanan.
Arus Lalu Lintas Terganggu, Kendaraan Harus Bergantian
Melubernya sampah ke badan jalan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas secara bersamaan.
Pengendara harus bergantian melewati ruas jalan yang tersisa.
Kondisi ini dirasakan sangat mengganggu, terutama bagi warga yang hendak menuju atau keluar dari Stasiun Depok Baru, salah satu simpul transportasi utama di wilayah tersebut.
Selain menghambat mobilitas, tumpukan sampah juga menimbulkan bau busuk yang menyengat.
Salah seorang pengendara, Hendra, mengaku terganggu dengan kondisi TPS yang kerap meluber ke jalan.
“Ya terganggu sih, soalnya sampah ini sampai memakan jalan hampir setengah,” ucap Hendra, Senin (05/01/2026).
Menurutnya, permasalahan tersebut bukan kejadian baru dan hampir selalu terjadi setiap hari.
Masalah Berlangsung Berbulan-Bulan
Hendra mengungkapkan, luapan sampah dari TPS ke badan jalan sudah menjadi rutinitas yang berulang.
“Luberan dari sampah TPS ke jalan itu hampir terjadi setiap hari,” ungkapnya.
Ia menilai, persoalan penumpukan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan cenderung semakin parah.
“Nah masalah penumpukan sampah di lokasi ini juga sudah sekitar 3 hingga 4 bulan terakhir, volume sampahnya juga dirasa semakin meningkat,” bebernya.
Menurut Hendra, pola kejadian hampir selalu sama. Sampah menumpuk sejak pagi hari dan baru diangkut menjelang siang.
Bau Menyengat Ganggu Aktivitas Warga
Selain mengganggu akses jalan, dampak paling dirasakan adalah bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah.
“Adanya tumpukan sampah ini menimbulkan bau busuk yang menyengat. Sangat mengganggu ya buat kami pengguna jalan,” paparnya.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan masih lemahnya pengelolaan sampah di wilayah perkotaan, terlebih lokasinya berada di sekitar pusat pemerintahan Kota Depok.
Warga berharap ada solusi konkret dan berkelanjutan dari pemerintah kota agar persoalan sampah di Jalan Baru Plenongan tidak terus berulang.
Penataan TPS, penyesuaian jadwal pengangkutan, hingga pengurangan volume sampah menjadi langkah yang dinilai mendesak.
Jika tidak segera ditangani, permasalahan ini dikhawatirkan akan semakin memburuk dan terus mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pusat Kota Depok.











