Sampah Meluber di Jalan Raya Tanah Baru Depok, Warga Desak Pengangkutan Rutin

AZL
Tumpukan sampah menggunung di TPS Pancoran Mas dekat bantaran kali dan jalur Tanah Baru–Sawangan, Rabu (04/04/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Tumpukan sampah yang meluber di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Pancoran Mas menjadi pemandangan rutin di jalur utama penghubung Jalan Raya Tanah Baru dan Jalan Raya Sawangan, Kota Depok.

Kondisi TPS yang berada di seberang Jalan Damai 1, RW 11, Kelurahan Pancoran Mas itu dipenuhi timbunan sampah yang menggunung hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Letaknya yang bersebelahan langsung dengan bantaran kali memperparah situasi, terutama ketika debit air meningkat dan mendorong sampah meluber keluar dari area penampungan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat menjulang dan sebagian merembet ke bangunan kosong di seberangnya.

Beberapa kantong plastik dan limbah rumah tangga berserakan hingga mendekati badan jalan, sehingga mengganggu kenyamanan pengendara yang melintas di jalur padat tersebut.

Sampah Hanyut Saat Debit Air Naik

Keberadaan TPS yang berdampingan dengan aliran kali menjadi salah satu faktor utama penyebab sampah kerap menyebar.

Saat hujan turun dan debit air meningkat, aliran kali mendorong timbunan sampah keluar dari area penampungan.

Limbah yang terbawa arus kemudian tersangkut di sekitar lokasi dan bahkan menyebar ke sisi jalan.

Situasi ini bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut peristiwa serupa sudah berulang dalam beberapa waktu terakhir.

Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga berpotensi mencemari aliran air serta memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Ketua RW 11 Kampung Jemblongan, Pancoran Mas, Junaedi, menyampaikan harapannya agar sampah segera diangkut sebelum meluas hingga mengganggu lalu lintas secara signifikan.

“Saya berharap secepatnya bisa diangkat lah itu sampah, karena udah mulai pada meluber ke jalanan,” ujarnya Rabu (04/04/2026).

Menurut Junaedi, persoalan di TPS tersebut bukan hal baru. Penumpukan kerap terjadi akibat jadwal pengangkutan yang dinilai belum konsisten.

Ketika volume sampah meningkat sementara pengangkutan tertunda, tumpukan dengan cepat melampaui kapasitas penampungan.

Bau Menyengat dan Gangguan Kesehatan

Warga sekitar mengeluhkan aroma tidak sedap yang semakin terasa terutama pada siang hari.

Bau tersebut berasal dari limbah organik yang membusuk dan bercampur dengan berbagai jenis sampah rumah tangga lainnya.

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Lingkungan yang dipenuhi sampah terbuka berpotensi menjadi sarang lalat dan tikus, yang dapat membawa penyakit.

Junaedi menambahkan bahwa warga telah beberapa kali mengusulkan agar pengangkutan dilakukan lebih rutin.

“Kalau usulan dari warga, kalo bisa sampah diangkat rutin, setidaknya seminggu dua kali. Karena bau dari sampah yang menumpuk seringkali mengganggu warga sekitar,” tambahnya.

Permintaan tersebut muncul karena lokasi TPS berada di jalur padat kendaraan dan dekat dengan kawasan permukiman.

Aktivitas warga sehari-hari tidak bisa terlepas dari dampak langsung kondisi tersebut.

Jalur Padat Kendaraan

Jalan penghubung Tanah Baru dan Sawangan merupakan salah satu lintasan utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Setiap hari, kendaraan roda dua dan roda empat melintas dalam jumlah besar, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Keberadaan tumpukan sampah yang meluber hingga mendekati badan jalan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Selain mempersempit ruang gerak kendaraan, sampah yang berserakan juga berpotensi menyebabkan pengendara tergelincir.

Pengendara yang melintas mengaku harus mengurangi kecepatan saat melewati titik tersebut.

Beberapa bahkan memilih menutup hidung karena bau yang menyengat.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan publik.

Risiko Pencemaran Lingkungan

Lokasi TPS yang berdampingan dengan aliran kali memunculkan risiko pencemaran air.

Saat sampah hanyut terbawa arus, limbah plastik dan bahan nonorganik lainnya dapat menyumbat aliran air serta mencemari ekosistem sekitar.

Jika tidak segera ditangani, dampak lingkungan bisa meluas ke wilayah lain yang dilintasi aliran kali tersebut.

Pencemaran air berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Warga berharap adanya langkah penanganan yang lebih terstruktur, termasuk pengawasan rutin terhadap kapasitas TPS dan jadwal pengangkutan.

Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah persoalan serupa terus berulang.

Harapan Penanganan Berkelanjutan

Masalah sampah di kawasan ini menjadi perhatian warga yang menginginkan solusi jangka panjang.

Mereka berharap pengangkutan dilakukan secara konsisten agar tidak terjadi penumpukan berlebih.

Selain itu, diperlukan pengelolaan yang memperhatikan faktor lokasi TPS yang berdekatan dengan sungai.

Upaya pencegahan agar sampah tidak mudah terbawa arus air dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kondisi TPS yang meluber ini menjadi gambaran tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan yang terus berkembang.

Volume sampah yang meningkat harus diimbangi dengan sistem pengangkutan dan pengelolaan yang efektif.

Warga berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara pihak terkait agar permasalahan ini tidak lagi menjadi pemandangan rutin.

Penanganan cepat dan konsisten dinilai menjadi kunci untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kesehatan lingkungan di kawasan tersebut.

Sementara itu, aktivitas di sekitar TPS tetap berjalan seperti biasa. Pengendara terus melintas dengan kewaspadaan ekstra.

Sementara warga sekitar menanti langkah konkret agar tumpukan sampah yang menggunung segera teratasi dan tidak kembali meluber ke jalan maupun ke aliran kali di sekitarnya.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *