Sentuhan Seni Hadir di Stasiun MRT, Ruang Transit Jadi Galeri Terbuka

AZL
Karya visual indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi Astra, Jakarta. (Foto: Instagram/indieguerillas)

adainfo.id – Ruang transit perkotaan tidak lagi sekadar menjadi titik singgah mobilitas masyarakat, tetapi perlahan bertransformasi menjadi medium ekspresi budaya yang hidup.

Perubahan wajah ruang publik ini kembali terlihat di Jakarta, ketika seni hadir dan menyatu dengan denyut aktivitas harian warga kota.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69, PT Astra International Tbk menggandeng duo seniman asal Yogyakarta, indieguerillas, untuk menghadirkan karya seni di Stasiun MRT Setiabudi Astra dan area sekitarnya.

Kolaborasi tersebut menghadirkan pembaruan visual pada dinding, lorong, dan area tangga stasiun, sekaligus menegaskan peran transportasi publik sebagai ruang apresiasi seni yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Sentuhan artistik ini menjadikan stasiun bukan hanya tempat berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan, nilai, dan ekspresi kreatif.

Kolaborasi antara Astra dan indieguerillas dirancang untuk menyampaikan pesan melalui bahasa visual yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Karya seni yang dihadirkan mengangkat tema koneksi, harmoni, dan keberlanjutan, sejalan dengan perjalanan panjang Astra sebagai entitas bisnis yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia.

Elemen visual yang ditampilkan memanfaatkan dinding stasiun sebagai kanvas terbuka.

Figur manusia, simbol warna, dan bentuk dinamis dirangkai untuk merepresentasikan keterhubungan antarindividu dan komunitas.

Setiap elemen visual dirancang agar tetap relevan dengan ritme cepat para pengguna MRT yang melintas setiap hari.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa seni di ruang publik memiliki peran strategis sebagai medium penyampai nilai.

“Seni yang dilukiskan di ruang publik ini diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan penghubung dalam menyampaikan nilai, semangat keberagaman, serta cerita kontribusi sosial keberlanjutan Astra,” kata Boy dikutip, Sabtu (07/02/2026).

Menurutnya, kehadiran seni di fasilitas umum bukan hanya memperindah ruang, tetapi juga memperkaya pengalaman masyarakat dalam beraktivitas, sekaligus menumbuhkan kedekatan emosional antara ruang kota dan penggunanya.

Narasi Visual Khas Indieguerillas

Duo seniman indieguerillas dikenal dengan gaya visual yang kuat, cerah, dan sarat simbol.

Dalam kolaborasi ini, mereka memaknai perjalanan dan kolaborasi melalui simbol selendang berwarna yang mengalir.

Selendang tersebut digambarkan menghubungkan satu figur dengan figur lainnya, merepresentasikan semangat kolaborasi, kebersamaan, dan kesinambungan.

Figur-figur yang ditampilkan dalam karya seni ini mencerminkan keberagaman latar belakang masyarakat urban.

Ekspresi visual tersebut menonjolkan inklusivitas dan energi kolektif, sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota multikultural.

Warna-warna cerah dipilih untuk menghadirkan kesan optimisme dan dinamika, sekaligus memudahkan karya dikenali oleh pengguna MRT dari berbagai usia.

Pendekatan ini secara perlahan menggeser fungsi stasiun dari sekadar infrastruktur transportasi menjadi galeri terbuka.

Tanpa tiket pameran, tanpa batas waktu kunjungan, seni hadir langsung di jalur lalu lintas manusia dan bersentuhan dengan rutinitas harian.

Simbol Kontribusi Sosial dan Keberlanjutan

Tidak hanya menghadirkan visual dekoratif, karya seni di Stasiun MRT Setiabudi Astra juga memuat narasi kontribusi sosial.

Beragam simbol di dalam karya merepresentasikan peran Astra di bidang kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan.

Elemen-elemen tersebut disusun secara naratif, sehingga pengguna MRT dapat menangkap pesan keberlanjutan yang ingin disampaikan.

Setiap simbol menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pertumbuhan tidak terlepas dari tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kehadiran narasi ini selaras dengan tema HUT ke-69 Astra yang menekankan kesinambungan kontribusi perusahaan bagi masyarakat.

Seni menjadi medium yang lembut namun efektif untuk menyampaikan pesan tersebut tanpa harus bersifat instruktif.

Partisipasi Publik dalam Proses Kreatif

Kolaborasi ini tidak berhenti pada tampilan visual statis. Astra dan indieguerillas juga menghadirkan instalasi seni interaktif bertajuk “Merangkai Semangat Baru dengan Astra bersama indieguerillas” yang digelar pada 4–6 Februari 2026 di area Stasiun MRT Setiabudi Astra.

Dalam instalasi tersebut, pengguna MRT diajak berpartisipasi langsung dengan mewarnai potongan puzzle.

Potongan-potongan tersebut kemudian dirangkai menjadi satu karya besar yang merepresentasikan semangat kolaborasi dan kebersamaan.

Proses ini membuka ruang interaksi antara seni dan publik, menjadikan masyarakat sebagai bagian dari karya itu sendiri.

Partisipasi publik ini memperkuat fungsi fasilitas umum sebagai ruang interaksi budaya.

Stasiun MRT tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang dialog kreatif antara seniman, korporasi, dan masyarakat.

Dukungan terhadap Ekosistem Seni Nasional

Menurut Boy, kolaborasi ini juga menjadi bentuk dukungan Astra terhadap ekosistem seni dan industri kreatif nasional.

Dengan memanfaatkan ruang publik sebagai medium pameran, karya seniman lokal dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Langkah ini sekaligus mendorong pemanfaatan fasilitas publik sebagai ruang ekspresi yang hidup dan inklusif.

Seni tidak terkungkung di ruang galeri tertutup, melainkan hadir di tengah aktivitas masyarakat urban yang dinamis.

Kolaborasi semacam ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam memandang seni dan ruang kota.

Seni tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi bagian integral dari pengalaman ruang publik.

Transportasi massal, yang setiap hari digunakan ribuan orang, menjadi medium efektif untuk menyebarkan nilai-nilai sosial, keberagaman, dan keberlanjutan.

Hadirnya karya seni di Stasiun MRT Setiabudi Astra menjadi contoh bagaimana ruang kota dapat bertransformasi menjadi lebih humanis.

Di tengah hiruk pikuk mobilitas, seni menawarkan jeda visual yang menyegarkan, sekaligus mengundang refleksi.

Bagi para pengguna MRT, karya ini menjadi latar perjalanan harian yang memberi warna baru.

Bagi kota, kolaborasi ini menambah lapisan identitas budaya yang memperkaya lanskap urban Jakarta.

Melalui kolaborasi dengan indieguerillas, Astra menegaskan bahwa ruang publik memiliki potensi besar sebagai medium seni dan budaya.

Seni tidak hanya hadir untuk dinikmati, tetapi juga untuk menghubungkan, menginspirasi, dan membangun kesadaran bersama tentang nilai-nilai keberlanjutan di tengah kehidupan kota yang terus bergerak.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *