Serunya Anak-Anak Ikuti Pesantren Kilat di Depok, Mengisi Ramadan dengan Cara Menyenangkan

ARY
Suasana kegiatan Pesantren Kilat atau Sanlat saat bulan Ramadan di Mushola Al-Mujahidin, Tanah Baru, Kota Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Puluhan anak tampak antusias mengikuti kegiatan Pesantren Kilat atau Sanlat yang digelar di Mushola Al-Mujahidin, RT 01/RW 06 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok pada bulan Ramadan ini.

Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu upaya masyarakat setempat dalam mengisi waktu anak-anak dengan aktivitas positif sekaligus memperdalam pemahaman agama Islam sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan permukiman tersebut menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan religius yang dirancang khusus untuk anak-anak.

Para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran agama dengan penuh semangat bersama para pengajar dari TPA setempat.

Pesantren kilat yang digelar setiap tahun ini tidak hanya menjadi sarana belajar agama.

Akan tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi generasi muda di lingkungan Kelurahan Tanah Baru.

Antusiasme Peserta Tinggi, Pendaftar Melebihi Kapasitas

Ketua pelaksana kegiatan, Endah, mengatakan minat anak-anak untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat tahun ini cukup tinggi.

Bahkan jumlah pendaftar yang ingin bergabung dalam kegiatan tersebut melebihi kapasitas yang telah disiapkan oleh panitia.

Keterbatasan ruang dan jumlah tenaga pengajar membuat panitia harus membatasi jumlah peserta yang dapat mengikuti kegiatan sanlat tersebut.

“Sebenarnya masih banyak anak yang ingin ikut dalam kegiatan ini. Namun kami terpaksa membatasi jumlah peserta di angka 70 anak karena keterbatasan tempat dan juga tenaga pengajar yang tersedia,” ujar Endah dikutip Minggu (08/03/2026).

Menurutnya, tingginya minat anak-anak mengikuti pesantren kilat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat masih mendapatkan perhatian besar dari warga.

Program pembinaan seperti ini dinilai penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar dapat belajar agama secara lebih intensif di luar kegiatan belajar formal.

Diisi Kegiatan Edukatif dan Religius

Selama pelaksanaan pesantren kilat, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang telah disusun oleh panitia penyelenggara.

Materi yang diberikan disesuaikan dengan usia anak-anak sehingga dapat dipahami dengan mudah.

Beberapa kegiatan yang diikuti peserta antara lain belajar membaca iqra, membaca Al-Qur’an, serta mengikuti berbagai perlombaan bernuansa islami.

“Kegiatan yang kami selenggarakan di antaranya membaca iqra, membaca Al-Qur’an, serta berbagai perlombaan seperti mewarnai dan hafalan surat pendek yang akan diikuti oleh anak-anak,” jelasnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an tetapi juga dilatih untuk meningkatkan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek serta memahami nilai-nilai dasar ajaran Islam.

Selain itu, kegiatan lomba juga dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar serta memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta.

Program Pembinaan Generasi Muda Sejak Dini

Pesantren kilat yang digelar di Mushola Al-Mujahidin ini menjadi salah satu bentuk pembinaan generasi muda di tingkat lingkungan.

Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

Endah menjelaskan bahwa selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri serta semangat kebersamaan di antara para peserta.

Anak-anak diajak berinteraksi dan belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan sehingga mereka dapat memahami pentingnya nilai kebersamaan dan saling menghargai.

Program ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan aktivitas keagamaan kepada anak-anak agar mereka terbiasa dengan kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

Program Rutin Sejak 2022

Kegiatan pesantren kilat di Mushola Al-Mujahidin bukanlah program yang baru pertama kali diselenggarakan.

Program ini telah menjadi agenda rutin masyarakat setempat sejak tahun 2022.

Setiap tahunnya, kegiatan tersebut selalu mendapatkan sambutan positif dari warga sekitar.

Bahkan jumlah peserta yang mendaftar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak masih sangat diminati oleh masyarakat.

Terutama sebagai sarana pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Selain dukungan dari panitia dan pengajar TPA, keberhasilan penyelenggaraan program ini juga tidak lepas dari peran aktif para orang tua.

Dukungan Orang Tua Perkuat Kegiatan Sanlat

Endah menilai dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan kegiatan pesantren kilat di Mushola Al-Mujahidin.

Banyak orang tua yang mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Dukungan dari para orang tua wali murid sangat besar dalam kegiatan ini. Mereka sangat mendukung anak-anaknya untuk belajar agama dan mengikuti kegiatan yang bermanfaat seperti pesantren kilat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua sangat membantu dalam membangun kesadaran anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang memberikan manfaat bagi perkembangan karakter dan spiritual mereka.

Tingginya partisipasi peserta juga menjadi indikator bahwa minat generasi muda untuk mempelajari agama tetap tinggi meskipun berada di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Adanya kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar agama di kalangan generasi muda masih sangat tinggi,” katanya.

Sarana Pembentukan Karakter Anak

Selain memberikan pembelajaran agama, pesantren kilat ini juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter anak-anak di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, para peserta diajak untuk belajar disiplin, saling membantu, serta menghargai teman dan pengajar.

Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung juga membantu anak-anak membangun rasa kebersamaan dengan teman sebaya di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dengan dukungan dari para orang tua serta dedikasi para pengajar TPA Al-Mujahidin, program pesantren kilat ini diharapkan dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya.

Endah berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak di wilayah Kelurahan Tanah Baru.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga dapat membantu membentuk karakter anak-anak menjadi generasi yang berakhlak baik serta memiliki pemahaman agama yang kuat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *