Siap Jadi Andalan Program MBG, SPPG di Depok Ini Dilirik Dewan Ekonomi Nasional
adainfo.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duren Seribu 2 di Kota Depok menjadi sorotan setelah menerima kunjungan Tim Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk memverifikasi kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fasilitas yang berada di Komplek Arco, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari tersebut dinilai sebagai salah satu kandidat penting dalam mendukung implementasi program strategis yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
Kunjungan Tim DEN ke SPPG Duren Seribu 2 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas dalam mendukung program MBG.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang memadai sejak usia dini.
Oleh karena itu, setiap dapur atau fasilitas yang terlibat harus memenuhi standar ketat, baik dari sisi kebersihan, manajemen, hingga distribusi makanan.
Dalam proses verifikasi tersebut, tim melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek operasional.
Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan pangan yang diberikan kepada masyarakat.
Fasilitas Dapur Jadi Sorotan Utama
Dalam kunjungan tersebut, kondisi fisik bangunan SPPG Duren Seribu 2 menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus.
Fasilitas yang dikelola oleh Maxima Tazkia Afia ini dinilai memiliki standar yang sangat baik dibandingkan dengan fasilitas serupa di wilayah lain.
Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas bangunan dan pengelolaan fasilitas.
“Kalau saya jadi ketua dewan juri, ini pasti pemenang nomor satu. Secara fisik bangunannya sangat bagus, luas, rapi, dan bersih. Bahkan tim dari Dewan Ekonomi Nasional pun mengakui bahwa tempat ini keren,” ujar Babai.
Penilaian ini memperkuat posisi SPPG Duren Seribu 2 sebagai salah satu fasilitas yang siap mendukung implementasi program nasional berbasis gizi.
Kondisi dapur yang bersih dan tertata rapi menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas makanan yang dihasilkan, sekaligus memastikan standar higienitas tetap terjaga.
Selain menilai aspek fisik, Tim DEN juga melakukan evaluasi terhadap rantai pasok bahan baku yang akan digunakan dalam operasional SPPG.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada output berupa makanan bergizi, tetapi juga berupaya menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Babai Suhaimi menilai bahwa pendekatan tersebut sangat tepat, karena dapat membuka peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam penyediaan bahan baku.
“Saya senang jika evaluasinya sampai sedalam itu. Kita ingin petani di lingkungan sekitar bisa ikut memasok bahan baku ke sini. Jadi, dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat bawah,” tambahnya.
Dengan melibatkan rantai pasok lokal, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput, sekaligus menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
SPPG Duren Seribu 2 tidak hanya berfungsi sebagai dapur produksi makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Melalui penyediaan makanan bergizi, fasilitas ini berperan langsung dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak, yang menjadi sasaran utama program MBG.
Dengan standar operasional yang tinggi, SPPG diharapkan mampu menghasilkan makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga aman dan layak konsumsi.
Hal ini menjadi krusial mengingat kualitas gizi memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kemampuan belajar anak.
Keberadaan fasilitas seperti SPPG Duren Seribu 2 juga mencerminkan keseriusan dalam membangun sistem pemenuhan gizi yang terstruktur dan profesional.
Dengan kesiapan tersebut, harapan besar muncul terhadap keberhasilan implementasi program MBG di tingkat daerah.
Fasilitas yang telah memenuhi standar diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pemenuhan gizi yang efektif dan berkelanjutan.
Babai Suhaimi juga menyampaikan harapannya agar fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Mudah-mudahan tempat ini bisa melayani anak-anak kita dengan maksimal. Kita ingin mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan kuat dengan gizi terbaik yang disiapkan langsung dari dapur-dapur profesional seperti ini,” pungkas Babai.
Keberadaan SPPG dengan standar tinggi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang optimal.












