Silatcab ke-7 HIPMI Depok Perkuat Sinergi Pengusaha Muda dan Pemerintah Daerah

ACS
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menghadiri Silatcab ke-7 HIPMI Depok bersama pengusaha muda di Hotel Margo, Selasa (10/02/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Depok menggelar Silaturahmi Cabang (Silatcab) ke-7 di Hotel Margo, Selasa (10/02/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi penting bagi para pengusaha muda untuk memperkuat peran strategis mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Silatcab ke-7 HIPMI Depok tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan dirancang sebagai momentum mempererat hubungan antara pelaku usaha muda dengan pemerintah daerah.

Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika persaingan usaha, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar potensi ekonomi Kota Depok dapat dimaksimalkan secara optimal.

Kehadiran Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mendukung pertumbuhan wirausaha muda.

Chandra menyampaikan bahwa HIPMI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing usaha lokal.

“Kami berharap HIPMI terus eksis mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan lahirnya pengusaha muda baru, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Depok pastinya akan ikut naik,” tegas Chandra.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah.

Perlu keterlibatan aktif komunitas usaha, terutama generasi muda yang dinilai memiliki kreativitas, inovasi, serta keberanian mengambil peluang di tengah perubahan zaman.

Kolaborasi sebagai Kunci Akselerasi Pembangunan

Lebih jauh, Chandra menekankan bahwa Pemkot Depok membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi HIPMI untuk terlibat dalam proses pembangunan.

Ia menilai masukan dari kalangan pengusaha muda sangat dibutuhkan agar kebijakan yang lahir benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kami ingin langkah kolaboratif di mana HIPMI memberikan masukan aktif dalam pembangunan kota,” tambah Chandra.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif, sekaligus mempercepat realisasi program-program ekonomi daerah.

Pemerintah daerah, kata Chandra, siap menjadi fasilitator yang menjembatani kepentingan pelaku usaha dengan regulasi yang berlaku.

Silatcab sebagai Ajang Konsolidasi Internal

Di sisi lain, Silatcab ke-7 HIPMI Depok juga menjadi ajang konsolidasi internal organisasi.

Ketua Panitia Silatcab, Aditya, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mempererat silaturahmi antaranggota.

Akan tetapi juga sebagai wadah menyatukan visi dan arah gerak organisasi ke depan.

“Alhamdulillah, kehadiran Bapak Wakil Wali Kota memberikan energi luar biasa bagi kami. Melalui visi Caketum Ardian, kami ingin membuktikan bahwa HIPMI adalah mitra strategis Pemkot,” ujar Aditya.

Ia menyebutkan bahwa dinamika dunia usaha saat ini menuntut HIPMI untuk terus beradaptasi dan memperkuat kapasitas anggotanya.

Oleh karena itu, Silatcab menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan langkah strategis agar organisasi tetap relevan dan berdampak.

Visi Kepemimpinan dan Semangat Kebersamaan

Silatcab kali ini juga menjadi panggung bagi Ardian Fajar Prastiawan, Calon Ketua Umum BPC HIPMI Depok periode 2026–2029, untuk memperkenalkan visi besar yang diusungnya.

Dengan mengangkat semangat “Maju Babarengan, Guyub Babarengan”, Ardian dikatakan ingin membangun HIPMI sebagai rumah besar yang inklusif bagi seluruh pengusaha muda Depok.

Visi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat ekosistem usaha lokal secara menyeluruh.

Tidak hanya fokus pada pengusaha yang sudah mapan, tetapi juga memberikan ruang tumbuh bagi pelaku UMKM agar dapat naik kelas dan berdaya saing.

Arah gerak organisasi ke depan diarahkan pada penguatan kapasitas UMKM melalui wadah konkret yang mampu menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar.

Sinergi strategis dengan pemerintah daerah juga menjadi perhatian utama agar kebijakan publik dapat berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha.

Membangun Ekosistem Usaha yang Inklusif

Semangat kebersamaan menjadi benang merah dalam Silatcab ke-7 HIPMI Depok.

Tantangan ekonomi tidak bisa dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan ekosistem usaha yang solid dan saling mendukung.

Dalam konteks ini, HIPMI diharapkan mampu menjadi katalisator yang mempertemukan berbagai kepentingan, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, hingga komunitas masyarakat.

Pendekatan inklusif tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.

Dengan membangun jejaring yang kuat, pengusaha muda Depok diyakini mampu menciptakan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

Lebih lanjut, Aditya menyampaikan optimisme bahwa kepemimpinan BPC HIPMI Depok ke depan akan membawa energi baru bagi organisasi.

Ia berharap visi yang diusung dapat diterjemahkan dalam program-program nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh anggota dan masyarakat luas.

“Harapan kami, jika nanti terpilih, Caketum Ardian bisa membawa perubahan positif dan menjadikan HIPMI sebagai katalisator ekonomi yang berdampak luas bagi warga Depok,” pungkas Aditya.

Melalui Silatcab ke-7 ini, HIPMI Depok menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan kota sekaligus membuka peluang baru bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *