Silaturahmi Ramadan, Kapolres Ajak Warga Depok Sinergi Menjaga Kamtibmas
adainfo.id – Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan saat menghadiri kegiatan tarawih keliling di Masjid Jami Al Mukhlishun, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (02/03/2026).
Momentum Ramadan dimanfaatkan jajaran kepolisian untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.
Kehadiran Kapolres dalam kegiatan keagamaan itu menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga suasana tetap kondusif.
Kegiatan tarawih keliling yang digelar di wilayah hukum Polres Metro Depok menjadi salah satu strategi pendekatan humanis kepada masyarakat.
Selain menjalankan ibadah bersama, aparat kepolisian juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan moral dan keamanan.
Abdul Waras mengingatkan pentingnya mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk nikmat keamanan yang kerap luput dari perhatian.
“Sering kali kita bersyukur atas iman Islam dan kesehatan yang diberikan Allah SWT. Namun, kadang kita lupa bahwa nikmat aman juga merupakan karunia besar yang harus disyukuri,” paparnya.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan jamaah yang memenuhi masjid untuk menunaikan salat tarawih.
Ia menegaskan bahwa keamanan bukanlah sesuatu yang hadir dengan sendirinya, melainkan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, rasa aman menjadi pondasi utama bagi kelancaran aktivitas keagamaan maupun sosial selama bulan suci Ramadan.
Keamanan Jadi Penopang Kekhusyukan Ibadah
Kapolres menekankan bahwa suasana yang kondusif membuat umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Tanpa stabilitas keamanan, suasana ibadah akan terganggu.
“Bisa salat tarawih dengan khusyuk dan nyaman itu karena adanya rasa aman. Kalau situasi rusuh, tentu ibadah pun tidak lagi terasa nikmat,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keamanan bukan sekadar aspek teknis, melainkan bagian integral dari kenyamanan spiritual masyarakat.
Ramadan sebagai bulan penuh ibadah membutuhkan dukungan situasi yang tertib agar nilai-nilai keagamaan dapat dijalankan secara optimal.
Ia juga menyoroti bahwa Kota Depok selama ini relatif kondusif berkat kerja sama antara aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga secara umum.
Keamanan Bukan Hanya Tanggung Jawab Polisi
Dalam kesempatan itu, Abdul Waras menegaskan bahwa keamanan di Kota Depok bukan semata hasil kerja aparat kepolisian atau pemerintah daerah, melainkan buah dari kebersamaan seluruh masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan masing-masing sangat menentukan terciptanya suasana aman.
Dengan kondisi yang tertib, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Program pembangunan pun dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Insya Allah dengan kondisi yang aman, semua bisa bekerja dengan tenang, program-program bisa berjalan, dan kita bisa terus menjaga keamanan bersama,” terangnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat tidak lengah dalam menjaga situasi lingkungan.
Terutama di bulan Ramadan yang biasanya diwarnai peningkatan aktivitas malam hari.
Ajakan Hindari Perilaku Negatif
Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia mengajak warga untuk memperkuat solidaritas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.
Momentum Ramadan dinilai tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, sekaligus menjaga harmoni sosial.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan bulan suci sebagai sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, peran masyarakat dinilai krusial dalam membantu tugas kepolisian menjaga keamanan wilayah.
“Semoga sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat demi terciptanya Kota Depok yang aman dan kondusif,” tandasnya.
Tarawih Keliling Sebagai Pendekatan Humanis
Program tarawih keliling yang dijalankan jajaran kepolisian tidak hanya bertujuan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
Akam tetapi juga sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan dalam menjaga keamanan wilayah.
Melalui kegiatan ini, aparat dapat mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga ketertiban.
Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat juga menjadi simbol bahwa aparat keamanan hadir tidak hanya saat terjadi gangguan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Bulan Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi dua arah antara kepolisian dan warga.
Dengan pendekatan dialogis, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Selain itu, kegiatan seperti ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban.
Situasi kamtibmas yang stabil di Kota Depok menjadi fondasi penting bagi kelancaran ibadah Ramadan serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Kapolres melalui pesan-pesannya dalam tarawih keliling tersebut kembali menegaskan bahwa keamanan adalah nikmat besar yang harus dijaga bersama, bukan hanya oleh aparat, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.











