Solusi Macet Citayam Mulai Terang, Underpass Akan Dibangun pada 2027
adainfo.id – Rencana pembangunan underpass Citayam mulai menemui titik terang setelah pemerintah daerah memastikan proyek tersebut akan dieksekusi pada 2027.
Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Stasiun Citayam dan Jalan Raya Citayam.
Wali Kota Depok Supian Suri mengungkapkan bahwa pembangunan underpass Citayam akan melibatkan kerja sama lintas pemerintahan, mulai dari tingkat kota, kabupaten hingga provinsi.
Untuk tahap awal, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menyiapkan anggaran khusus untuk pembebasan lahan.
Supian menjelaskan, pembangunan underpass Citayam merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Depok, dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Kami Pemkot Depok bersama Kabupaten Bogor pada tahun 2027 akan membangun underpass di Citayam,” ucap Supian, Kamis (29/01/2026).
Menurut Supian, Kota Depok telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar yang diperuntukkan khusus bagi pembebasan lahan di wilayahnya.
“Kota Depok sendiri mengalokasikan anggaran Rp 80 miliar untuk pembebasan lahan, di mana Kabupaten Bogor juga berkomitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama,” terang Supian.
Pembebasan Lahan Dibagi Dua Wilayah
Supian memaparkan, pembagian anggaran pembebasan lahan dilakukan karena posisi proyek underpass Citayam berada di wilayah perbatasan antara Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
“(Pemkot) Depok pada bagian utara, lalu Kabupaten Bogor di bagian selatan. Jadi underpass Citayam itu menjadi kerjasama dari kami untuk pembebasan lahannya,” beber Supian.
Dengan skema tersebut, pembebasan lahan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tidak terkendala persoalan kewenangan wilayah.
Sementara itu, untuk pembangunan fisik underpass Citayam, Supian menyebut pendanaannya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan nilai anggaran yang cukup besar.
“Insyaallah pada tahun 2007 Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisiknya,” ungkap Supian.
Adapun estimasi anggaran pembangunan fisik underpass tersebut mencapai sekitar Rp 200 miliar, seiring dengan kompleksitas konstruksi dan kebutuhan teknis di area perlintasan kereta api.
Supian menilai, pembangunan underpass Citayam sudah bersifat mendesak mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut setiap hari.
Selama ini, perlintasan sebidang KRL Commuter Line Jakarta–Bogor menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.
“Ini adalah ikhtiar kami dalam upaya menyelesaikan permasalahan kemacetan yang ada di Jalan Raya Citayam atau Pasar Citayam,” tutur Supian.
Dengan dibangunnya underpass, pengguna jalan tidak lagi harus berhenti menunggu kereta melintas, sehingga arus lalu lintas diharapkan dapat mengalir lebih lancar, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
DPRD Depok Siap Kawal Pembangunan
Rencana pembangunan underpass Citayam juga mendapat sambutan positif dari DPRD Kota Depok.
Anggota DPRD Kota Depok, Imam Turidi, menyatakan bahwa kejelasan rencana tersebut menjawab aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak kemacetan.
“Ini juga menjadi aspirasi warga ya, macetnya itu kan minta ampun saat pagi maupun sore,” ucap Imam Turidi.
Imam menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek tersebut sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan agar berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Tentu sesuai dengan kewenangan kami di DPRD Depok, apa-apa saja yang menjadi kewenangan kami itu akan kami maksimalkan untuk kepentingan masyarakat luas,” tukas Imam.











