Tawuran Remaja di Depok Berujung Maut, Polisi Tangkap 7 Orang
adainfo.id – Aksi tawuran antarkelompok remaja kembali menelan korban jiwa di Kota Depok.
Bentrokan berdarah yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sukmajaya pada Rabu, 7 Januari 2026, dini hari, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka berat akibat senjata tajam.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang melibatkan remaja di wilayah Depok.
Aparat kepolisian mengungkap, tawuran tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan telah direncanakan sebelumnya melalui media sosial.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Oka Utama, menjelaskan bahwa para pelaku telah saling melontarkan ejekan melalui akun media sosial Instagram sebelum akhirnya sepakat untuk bertemu dan melakukan bentrokan di wilayah Sukmajaya.
“Tawuran ini memang sudah direncanakan. Para pelaku saling ejek melalui media sosial Instagram, kemudian membuat janji untuk bertemu dan bentrok di wilayah Sukmajaya,” ujar AKBP Made Oka Utama kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).
Menurut Made Oka, kesepakatan untuk bertemu tersebut menjadi awal terjadinya bentrokan yang berujung pada korban jiwa.
Korban Mengalami Luka Bacok Parah
Akibat bentrokan tersebut, para korban mengalami luka bacok serius akibat senjata tajam yang dibawa masing-masing kelompok.
Salah satu korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis, sementara satu korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Akibat tawuran tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka,” kata Made Oka.
Pihak kepolisian belum merinci identitas korban, namun memastikan bahwa luka yang dialami cukup parah dan mengancam nyawa.
Merespons cepat kejadian tersebut, jajaran Polsek Sukmajaya bersama tim operasional Polres Metro Depok langsung melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap para pelaku.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi tawuran tersebut.
“Kami bersama Polsek Sukmajaya dan tim opsnal Polres Metro Depok bergerak cepat. Hingga saat ini, sudah tujuh orang yang berhasil kami amankan,” jelas Made Oka.
Ketujuh orang yang diamankan terdiri dari rekan korban serta pihak yang diduga melakukan pembacokan dan penganiayaan.
Masih Ada Pelaku Buron
Meski sejumlah pelaku telah diamankan, polisi memastikan proses pengembangan kasus masih terus dilakukan.
Aparat masih memburu beberapa pelaku lain yang identitasnya telah diketahui.
“Seluruh pihak yang terlibat sudah kami amankan, meskipun masih ada beberapa orang yang masuk dalam daftar pencarian orang. Mudah-mudahan segera terungkap,” lanjutnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mendapati fakta yang memprihatinkan, yakni mayoritas pelaku tawuran masih berusia di bawah umur.
“Rata-rata pelaku yang terlibat masih di bawah umur,” ungkap Made Oka.
Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan dari keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan jalanan.
Bukan Tawuran Antar Sekolah
Terkait kelompok yang terlibat, Made Oka menegaskan bahwa peristiwa ini bukan tawuran antar pelajar atau sekolah, melainkan antarkelompok remaja yang saling menantang melalui media sosial.
“Ini bukan tawuran antar sekolah. Kami menyebutnya antarkelompok, karena jelas terlihat dari akun Instagram masing-masing kelompok yang saling menantang,” tuturnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam aksi tawuran.
Senjata tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari celurit hingga senjata tajam menyerupai pedang.
“Kami menemukan banyak senjata tajam, di antaranya celurit dan juga jenis senjata tajam lain yang menyerupai pedang,” kata Made Oka.
Polisi memastikan bahwa senjata yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah celurit, dan pelaku yang menggunakan senjata tersebut telah berhasil diamankan.
“Senjata yang digunakan adalah celurit. Pelaku yang melakukan penusukan menggunakan senjata tersebut sudah kami tangkap,” tegasnya.
Bukti Tawuran Telah Dipersiapkan Matang
Menurut Made Oka, para pelaku membawa sendiri senjata tajam tersebut ke lokasi bentrokan, yang semakin menguatkan dugaan bahwa tawuran ini telah direncanakan secara matang.
“Senjata tajam itu dibawa sendiri oleh para pelaku. Ini menunjukkan bahwa tawuran tersebut memang direncanakan, mulai dari saling ejek hingga membuat janji melalui media sosial,” jelasnya.
Usai kejadian, sejumlah pelaku sempat membuang atau menyembunyikan senjata tajam di beberapa lokasi.
Namun berkat kerja cepat aparat, seluruh barang bukti berhasil diamankan.
“Dalam kurun waktu satu kali dua puluh empat jam, kami berhasil menangkap para pelaku dan mengamankan seluruh barang bukti,” pungkasnya.











