Tegur Pengendara Ugal-ugalan, Sepasang Muda Mudi Jadi Korban Pengeroyokan di Depok
adainfo.id – Aksi kekerasan jalanan kembali mengusik rasa aman warga Kota Depok. Sepasang muda mudi dilaporkan menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh kelompok geng motor di kawasan Jalan Margonda Raya, menjelang malam pergantian tahun.
Peristiwa tersebut terjadi di depan salah satu apartemen di kawasan Margonda Raya pada Rabu (31/12/2025).
Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat, khususnya pada momentum akhir tahun.
Adapun korban dalam kejadian tersebut masing-masing berinisial MK (23) dan RS (24), warga Cagar Alam, Pancoran Mas.
Keduanya mengalami luka ringan diduga akibat serangan senjata tajam.
Menurut pengakuan korban, jumlah pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan itu cukup banyak, mencapai sekitar 10 orang.
“Dikeroyok banget, 10 orang kali ada,” ucap MK seorang wanita yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
MK bersama rekannya mengaku tidak mengetahui motif di balik penyerangan tersebut.
Para pelaku juga tidak mengambil barang milik korban, sehingga dugaan sementara mengarah pada aksi kekerasan spontan.
Polisi Benarkan Kejadian
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan adanya aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan geng motor.
Peristiwa itu terjadi menjelang malam perayaan Tahun Baru, sekitar pukul 20.00 WIB.
“Benar ada kejadian tersebut, namun korban enggan melapor ke polisi,” ungkapnya Jumat (02/01/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi serta mengidentifikasi para pelaku yang terlibat.
Berdasarkan keterangan sementara, kedua korban mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Margonda yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Pada saat kejadian, Tim Patroli Perintis Presisi dari Satuan Samapta Polres Metro Depok bertemu dengan korban dan langsung melakukan pengawalan hingga korban kembali ke rumah.
Patroli Presisi Terima Laporan dari Call Center 110
Katim 2 Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Polres Metro Depok, Ipda Suwinta, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dugaan penganiayaan melalui layanan darurat kepolisian.
“Setelah menerima laporan adanya penganiayaan di depan Apartemen Mares, tim langsung menuju ke tempat kejadian perkara,” bebernya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan kondisi korban serta mengamankan situasi sekitar.
Ipda Suwinta memaparkan, kejadian bermula saat sekelompok pengendara motor yang terdiri dari sekitar lima unit sepeda motor melintas secara ugal-ugalan di kawasan perbatasan Selamat Datang Kota Depok dari arah Jakarta.
Korban yang juga mengendarai sepeda motor menegur aksi berbahaya tersebut. Namun, teguran itu justru memicu emosi kelompok geng motor.
“Karena tidak terima ditegur, korban kemudian diserang oleh kelompok motor yang diperkirakan berjumlah delapan orang,” jelasnya.
“Korban laki-laki mengalami luka ringan akibat tusukan senjata tajam, sementara teman wanitanya tidak mengalami luka fisik, hanya mengalami syok,” imbuhnya.
Hingga saat ini, kasus dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Polres Metro Depok.
Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari konfrontasi di jalan, serta segera melapor apabila menjadi korban atau menyaksikan tindak kekerasan.











