Terjaring Hendak Tawuran, 10 Pelajar Jalani Pesantren Kilat Polres Metro Depok
adainfo.id – Sebanyak 10 anak yang terindikasi terlibat aksi tawuran diikutsertakan dalam program pesantren kilat yang digagas Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras bersama kelompok masyarakat lainnya.
Program ini menjadi langkah konkret pembinaan bagi pelajar yang terjaring sebelum melakukan aksi kekerasan jalanan.
Gelombang pertama pesantren kilat berlangsung selama dua hari mulai Sabtu, 21 hingga 22 Februari 2026 di Masjid Al-Ikhlas lingkungan Polres Metro Depok.
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Ramadan, sehingga pembinaan difokuskan pada penguatan nilai-nilai spiritual.
Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menjelaskan program tersebut merupakan hasil evaluasi dan diskusi bersama.
Pesertanya merupakan pelajar yang terindikasi hendak melakukan tawuran maupun aktivitas negatif lainnya.
“Ini adalah salah satu upaya kita untuk mengurangi dari adik-adik pelajar. Sehingga kita lakukan kegiatan pembinaan spiritual dan juga pas berbarengan dengan momen bulan Ramadan,” papar Abdul Waras, kepada wartawan, Minggu (22/02/2026).
Konsep Pembinaan Bernuansa Keagamaan
Abdul Waras menjelaskan, konsep pesantren kilat ini pada prinsipnya serupa dengan program pendidikan karakter di barak militer yang pernah diterapkan di sejumlah daerah.
Namun pendekatan yang digunakan di Depok lebih menitikberatkan pada pembinaan spiritual.
Materi kegiatan difokuskan pada pembelajaran Al-Quran, tausiyah keagamaan, serta pembentukan karakter melalui ibadah berjamaah dan aktivitas religius lainnya.
“Harapannya dengan mereka ikut pondok pesantren kilat ini, ada nilai-nilai spiritual yang masuk ke diri mereka, sehingga ada seperti membentengi, membentengi pribadi mereka dari hal-hal yang negatif,” tutur Abdul Waras.
Abdul Waras juga berharap peserta tidak hanya menjauhi tawuran, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan pergaulan mereka.
“Sehingga mengajak teman-teman yang ngajak mereka tawuran justru bisa mereka ajak pada hal yang positif dengan mengisi bulan suci Ramadan ini dengan nilai-nilai ibadah,” beber Abdul Waras.
Diamankan Saat Hendak Tawuran
Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menjelaskan bahwa para peserta gelombang pertama diamankan ketika hendak melakukan tawuran.
Mereka diamankan di kawasan Jalan Rawasari 2, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
“Setelah itu dibawa ke Polsek Pancoran Mas dan didata kembali dengan disaksikan orang tua masing-masing untuk mengikuti pesantren kilat di Polres Metro Depok,” terang Made.
Pendataan dilakukan secara transparan dengan melibatkan orang tua sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pembinaan anak.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pendekatan humanis kepolisian dalam menangani kasus kenakalan remaja, dengan mengedepankan pembinaan dibandingkan penindakan hukum semata.
Rangkaian Kegiatan Dua Hari Penuh
Program pesantren kilat dirancang dengan agenda padat selama dua hari penuh.
Kegiatan dimulai dari sahur bersama, dilanjutkan salat subuh berjamaah, dzikir, serta kultum.
Materi keagamaan diisi oleh tokoh dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan konseling psikologis untuk menggali akar permasalahan perilaku menyimpang.
“Jadi kegiatan itu dari sahur bersama, salat subuh berjamaah, dzikir, Kultum yang pematerinya dari NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah, konseling psikologis, latihan PBB, buka puasa bersama, salat 5 waktu ya, salat tarawih, kemudian tadarusan dan lainnya,” ucap Made.
Kegiatan juga mencakup latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) guna melatih disiplin dan tanggung jawab.
Kasat Binmas Kompol Akhmad Haerudin dan Kanit Bintibsos AKP Tamar Bekti W.J turut memberikan pembinaan dan penyuluhan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kemudian juga ada Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas Polres Metro Depok, AKP H. Saimun, bersama Aiptu Mulyasari juga memberikan arahan serta mengajak peserta membaca Al-Quran.
“Sesuai jadwal, besok juga akan dikembalikan ke orang tua masing-masing,” jelas Made.
Efek Jera dan Kerja Sama Masyarakat
Program pesantren kilat ini diharapkan mampu menciptakan efek jera sekaligus membangun kesadaran peserta untuk tidak kembali terlibat tawuran.
“Adanya Binluh membuat efek jera dan sadar untuk tidak melakukan aksi tawuran,” kata Made.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana memperkuat kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan kolaboratif dinilai penting karena permasalahan tawuran pelajar tidak dapat diselesaikan oleh aparat semata, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Dengan pembinaan berbasis spiritual dan psikologis, diharapkan peserta memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri serta lebih mendekatkan diri kepada nilai-nilai agama.
“Untuk bisa menjadi anak yang soleh serta berbakti kepada orang tua ya. Kami juga mengimbau apabila ada kejadian yang meresahkan di lingkungan dapat menghubungi call center 110,” tutup Made.
Program pesantren kilat Polres Metro Depok ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja selama Ramadan.
Tentu dengan harapan mampu membangun karakter pelajar yang lebih disiplin, religius, dan bertanggung jawab di tengah tantangan pergaulan remaja perkotaan.











