Ternyata KAI Punya 16 Terowongan, Ini 5 yang Terpanjang

ARY
Ilustrasi KAI sediakan tarif mudik murah mulai Rp10.000. (Foto: KAI)

adainfo.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berkomitmen menjaga infrastruktur perkeretaapian sebagai bagian dari upaya mendukung keselamatan dan efisiensi operasional.

Salah satu aspek penting dari infrastruktur tersebut adalah keberadaan terowongan kereta api.

Hingga kini, KAI mengelola 16 terowongan bersejarah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dari total terowongan itu, lima di antaranya tercatat sebagai yang terpanjang dan memiliki peran vital dalam operasional kereta api di wilayah masing-masing.

5 Terowongan Terpanjang Milik KAI

Terowongan Sasaksaat (950 Meter)

Terletak di Daop 2 Bandung, Terowongan Sasaksaat menjadi terowongan terpanjang.

Dengan panjang mencapai 950 meter, terowongan ini melintasi jalur pegunungan dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan perkeretaapian Indonesia.

Sasaksaat juga di kenal sebagai salah satu terowongan tersibuk karena menghubungkan jalur strategis di wilayah Jawa Barat.

Terowongan Karangkates 2 (892 Meter)

Berada di Daop 8 Surabaya, Terowongan Karangkates 2 memiliki panjang 892 meter.

Terowongan ini melayani jalur kereta yang melintasi wilayah Malang dan sekitarnya.

Kondisi terowongan yang di kelilingi area pegunungan menjadikannya salah satu infrastruktur vital dalam operasional kereta api di Jawa Timur.

Terowongan Lubuk Kalam (828 Meter)

Di Divre II Sumatera Barat, terdapat Terowongan Lubuk Kalam yang membentang sepanjang 828 meter.

Terowongan ini berada di jalur kereta api Sumatera yang di kenal dengan pemandangan alamnya yang indah.

Lubuk Kalam menjadi bagian penting dari konektivitas transportasi di wilayah Sumatera Barat.

Terowongan Mrawan (690 Meter)

Terletak di Daop 9 Jember, Terowongan Mrawan memiliki panjang 690 meter.

Terowongan ini menghubungkan jalur Banyuwangi dan sekitarnya, melintasi wilayah dengan topografi yang menantang.

Keberadaan terowongan ini mempermudah akses transportasi antarwilayah di ujung timur Pulau Jawa.

Terowongan Lampegan (680 Meter)

Satu lagi dari Daop 2 Bandung adalah Terowongan Lampegan.

Dengan panjang 680 meter, terowongan ini menjadi saksi sejarah perkeretaapian Indonesia.

Di bangun pada era kolonial, Lampegan tetap digunakan hingga kini sebagai bagian dari jalur kereta api di Jawa Barat.

11 Terowongan Lain yang Dimiliki KAI

Selain kelima terowongan terpanjang, KAI juga memiliki 11 terowongan lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

Seperti Terowongan Notog, Kebasen 1, dan Kebasen 2 (Daop 5 Purwokerto), Terowongan Kadipiro 1 dan Kadipiro 2 (Daop 6 Yogyakarta), Terowongan Karangkates 1 (Daop 8 Surabaya).

Kemudian, Terowongan Garahan (Daop 9 Jember), Terowongan Gunung Gajah dan Tebing Tinggi (Divre III Palembang), dan Terowongan Pidada (Divre IV Tanjungkarang).

Keberadaan terowongan-terowongan ini menunjukkan betapa luasnya jaringan kereta api yang di kelola oleh KAI.

Setiap terowongan memiliki fungsi strategis dalam mendukung mobilitas dan konektivitas antarwilayah.

Komitmen KAI dalam Merawat Infrastruktur

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KAI terus berupaya menjaga keandalan terowongan dan infrastruktur lainnya melalui program perawatan yang berkelanjutan.

“Selain menjaga infrastruktur terowongan, KAI juga terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dengan melakukan serangkaian penggantian material pada prasarana jalan rel sepanjang tahun 2024,” katanya.

Hingga akhir tahun 2024, KAI telah melaksanakan beberapa langkah signifikan, antara lain penggantian rel baru sepanjang 495.562 meter.

Lalu, pemasangan 24.007 batang bantalan sintetis untuk memperkuat rel, penambahan balas sebanyak 251.565 m³, dan penggantian 210 unit wesel baru untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional.

Investasi pada Sarana Modern

Selain prasarana, KAI juga melakukan investasi besar-besaran pada sarana kereta api.

Bersama PT INKA, KAI mengadakan 612 unit kereta baru berbahan Stainless Steel New Generation (SSNG) yang akan diselesaikan bertahap hingga tahun 2027.

Setiap unit kereta ini melalui serangkaian uji coba ketat untuk memastikan bahwa standar keselamatan dan kenyamanan terpenuhi sebelum melayani penumpang.

“Ini adalah bagian dari sejarah penting KAI dalam investasi terbesar untuk menggantikan sarana lama dengan yang baru,” ungkap Anne.

Dukungan untuk Transportasi Berkelanjutan

Upaya perawatan dan modernisasi yang dilakukan KAI bertujuan untuk mendukung transportasi berkelanjutan.

Dengan menjaga infrastruktur yang berstandar tinggi dan sarana modern, KAI berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Langkah ini juga selaras dengan misi KAI untuk mengurangi emisi karbon melalui pengembangan transportasi berbasis rel yang ramah lingkungan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *