Timbulan Sampah usai Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta Menurun, Segini Jumlahnya

ARY
Petugas DLH DKI Jakarta membersihkan sampah usai perayaan tahun baru, Kamis (01/01/26). Jumlah timbulan sampah dikatakan menurun. (Foto: Instagram @dinaslhdki)

adainfo.id – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta menghasilkan timbulan sampah sebanyak 415 meter kubik atau setara 91,41 ton.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 132 ton.

Data itu dicatat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta usai melakukan pembersihan serentak di berbagai titik keramaian ibu kota sejak malam pergantian tahun hingga dini hari.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, ribuan personel kebersihan dikerahkan bersama armada pengangkut sampah untuk memastikan seluruh area perayaan dapat kembali bersih sebelum aktivitas masyarakat dimulai.

“Personel dan armada dikerahkan di beberapa titik, di antaranya kawasan Bundaran HI, Jalan Sudirman–MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia, Monas dan seluruh Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng serta kawasan Istiqlal dan sekitarnya,” ungkapnya dikutip Kamis (01/01/2026).

Menurut Asep, proses pembersihan dilakukan secara terkoordinasi dengan sistem pembagian wilayah kerja agar penanganan sampah berjalan efektif dan cepat.

Hujan dan PKL Tak Hambat Pembersihan

Meski hujan ringan sempat turun dan jumlah pedagang kaki lima (PKL) meningkat selama perayaan, petugas kebersihan tetap mampu menuntaskan tugas sesuai target waktu.

Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan sapu dan pengki, terutama karena kondisi sampah yang basah dan menempel di permukaan jalan.

“Basahan air hujan membuat sampah menempel di jalan dan berat sampah bertambah karena mengandung air,” tuturnya.

“Namun, personel berhasil menuntaskan pembersihan menjelang Subuh. Jakarta sudah kembali bersih,” sambungnya.

DLH memastikan bahwa jalan protokol, ruang publik, serta kawasan wisata telah steril dari sampah sebelum pagi hari.

Konsep Perayaan Sederhana Tekan Volume Sampah

Asep menilai, penurunan timbunan sampah tidak terlepas dari sejumlah faktor.

Mulai dari kebijakan pelarangan kembang api, kondisi cuaca, hingga konsep perayaan malam tahun baru yang lebih sederhana dan bermakna.

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga berkontribusi besar terhadap berkurangnya volume sampah.

DLH DKI Jakarta pun menyampaikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang tetap bekerja tanpa henti di malam pergantian tahun.

Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada masyarakat yang berpartisipasi aktif dengan mengurangi sampah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kesadaran warga ini sangat membantu dan menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman dan bersih,” ucapnya.

Tahun Baru 2026 Digelar dengan Pendekatan Reflektif

Lebih lanjut, Asep menambahkan bahwa perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan empati.

Perayaan digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Pendekatan tersebut dinilai selaras dengan upaya menjaga kebersihan, ketertiban, serta etika penggunaan ruang publik di Jakarta.

“Semangat kebersamaan ini sejalan dengan upaya menjaga kebersihan, ketertiban dan nilai kemanusiaan di ruang-ruang publik Jakarta,” tukasnya.

Dengan menurunnya timbulan sampah dan cepatnya proses pembersihan, Jakarta dinilai berhasil menyelenggarakan perayaan malam tahun baru yang lebih tertib, bersih, dan berkelanjutan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *