Tingkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran Personel, Polres Metro Depok Gelar Polisi Mengaji
adainfo.id – Upaya meningkatkan kualitas ibadah dan pembinaan spiritual personel di bulan suci, Polres Metro Depok menggelar program Polisi Mengaji pada awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran serta pemahaman ilmu tajwid bagi personel yang belum fasih.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan spiritual internal kepolisian selama bulan suci.
Pelaksanaannya dilakukan secara terjadwal dan melibatkan kolaborasi dengan unsur mahasiswa untuk mendukung proses pembelajaran.
Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menegaskan bahwa kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi anggota yang masih mengalami kesulitan membaca huruf hijaiyah maupun Al-Quran.
“Kegiatan Polisi Mengaji ini dilaksanakan untuk teman-teman anggota kami yang masih buta huruf hijaiyah atau Al-Quran. Diajarkan untuk mengaji, baik itu huruf hijaiyah maupun ilmu tajwid,” kata Abdul Waras kepada wartawan, Kamis (19/02/2026).
Pembinaan Rutin Selama Ramadan
Program Polisi Mengaji dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap pekan selama Ramadan 1447 H.
Pihak kepolisian menargetkan peningkatan kemampuan membaca Al-Quran anggota dapat tercapai secara bertahap melalui pembelajaran yang konsisten.
“Ada sekitar 76 anggota yang mengikuti pembelajaran Al-Quran. Mudah-mudahan bisa membawa peningkatan kemampuan sehingga dapat mengisi bulan suci Ramadan dengan hal positif,” ujar Abdul Waras.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi langkah pembinaan berkelanjutan.
Kemampuan membaca Al-Quran yang diperoleh diharapkan terus diterapkan meskipun Ramadan telah usai.
“Kami rencanakan satu minggu sekali, setiap hari Kamis kegiatan ini dilaksanakan selama bulan suci Ramadan. Harapannya, kemampuan membaca Al-Quran yang mereka miliki nanti bisa terus diterapkan meskipun di luar bulan Ramadan,” papar Abdul Waras.
Pelaksanaan rutin setiap pekan juga memberi kesempatan bagi anggota untuk memperbaiki bacaan secara bertahap.
Materi pembelajaran meliputi pengenalan huruf hijaiyah, pelafalan yang benar, hingga pemahaman tajwid agar bacaan lebih fasih dan sesuai kaidah.
Kolaborasi dengan Mahasiswa Cipayung Plus
Dalam pelaksanaannya, Polres Metro Depok menggandeng mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus sebagai pengajar.
Kolaborasi ini melibatkan organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
“Kebetulan hari ini kami bersama adik-adik mahasiswa Cipayung Plus, ada dari HMI, PMII, dan IMM, untuk ikut mengajari anggota yang masih belum bisa membaca Al-Quran,” kata Abdul Waras.
Keterlibatan mahasiswa menjadi warna tersendiri dalam program tersebut.
Selain membantu proses belajar mengajar, kehadiran mereka juga memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kalangan akademik.
Abdul Waras menjelaskan, terdapat dua tujuan utama dalam program ini. Pertama adalah peningkatan ketakwaan anggota melalui pembelajaran Al-Quran.
Kedua adalah membangun kebersamaan dan menghilangkan sekat komunikasi antara aparat dan mahasiswa.
“Dengan kegiatan ini, ada dua hal yang ingin kami capai. Pertama, meningkatkan ketakwaan melalui kemampuan membaca Al-Quran bagi anggota kami. Kedua, mengelaborasi dan membangun kebersamaan dengan adik-adik mahasiswa, sehingga tidak ada jarak,” ungkap Abdul Waras.
Ia menambahkan, hubungan di lapangan kerap diwarnai dinamika antara aparat dan mahasiswa.
Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, kedua pihak dapat duduk bersama dalam suasana yang lebih cair dan konstruktif.
“Selama ini mungkin dalam kegiatan di lapangan sering terjadi gesekan, nah ini kita rangkul dan kita bareng-bareng agar komunikasi berjalan lebih baik,” tambah Abdul Waras.
Antusiasme Anggota Ikuti Polisi Mengaji
Program Polisi Mengaji mendapat respons positif dari para peserta.
Salah satu anggota yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Aipda Alabib Fiari dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok.
Alabib mengaku antusias karena program ini memberi ruang belajar yang lebih terstruktur dibandingkan kebiasaan mengaji secara mandiri.
“Alhamdulillah bisa ikut dalam kegiatan Polisi Mengaji untuk mengisi bulan Ramadan. Kami belajar Al-Quran, tajwid, dan bacaan-bacaan yang mungkin selama ini belum fasih. Di sini kami diajari,” tutur Alabib.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini tetap menyempatkan diri membaca Al-Quran setelah salat.
“Selama ini alhamdulillah setelah salat saya masih mengaji. Mungkin ada anggota lain yang belum sempat meluangkan waktu, sehingga program ini sangat membantu,” kata Alabib.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki kemampuan membaca Al-Quran.
“Yang membuat saya tertarik tentu karena di bulan Ramadan ini kita ingin mencari pahala. Tentu salah satunya dengan kegiatan mengaji,” pungkas Alabib.
Penguatan Spiritual dan Profesionalisme
Program Polisi Mengaji menjadi bagian dari pendekatan pembinaan internal berbasis spiritual di lingkungan kepolisian.
Selama Ramadan, berbagai institusi memanfaatkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan integritas personel.
Pembinaan rohani dipandang selaras dengan tugas profesional aparat dalam melayani masyarakat.
Nilai-nilai religius diharapkan dapat membentuk karakter anggota yang lebih humanis, sabar, dan berintegritas dalam menjalankan tugas.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan teknis kepolisian, tetapi juga pada dimensi moral dan spiritual.
Peningkatan kapasitas internal tersebut diharapkan berdampak pada kualitas pelayanan publik yang lebih baik.
Ramadan 1447 H menjadi momentum bagi jajaran kepolisian di Depok untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus membangun hubungan sosial yang lebih harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
Melalui program yang terjadwal dan kolaboratif, Polisi Mengaji diharapkan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi budaya pembelajaran berkelanjutan di lingkungan Polres Metro Depok.











