Toleransi Umat Beragama, Kantor Hukum Ramuddin Bagariang Bagikan 1.000 Takjil di Depok

AG
Ramuddin Bagariang (paling kiri) membagikan takjil kepada pengendara di Jalan Tole Iskandar Depok saat Ramadan 1447 H. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Semangat toleransi umat beragama kembali ditunjukkan di Kota Depok.

Kantor Hukum Ramuddin Bagariang dan Partner membagikan 1.000 paket takjil kepada para pengendara yang melintas di Jalan Tole Iskandar, Selasa (3/3/2026), dalam rangka mengisi Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ramuddin Bagariang, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gema Batak Nusantara dan Ketua Umum Lembaga Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (LPAK-RI).

Aksi berbagi ini menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan suci Ramadan.

Ramuddin menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan toleransi umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sore hari ini kita bagi-bagi takjil, di mana setiap bulan Ramadan itu kita selalu berbagi kepada teman-teman ataupun sesama rekan kita umat beragama Muslim,” ujar Ramuddin di sela kegiatan.

Berbagi untuk Pengendara yang Masih di Jalan

Menurut Ramuddin, banyak umat Muslim yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Kondisi tersebut mendorong dirinya bersama tim untuk hadir langsung di jalan raya agar para pengendara dapat segera berbuka ketika waktu Magrib tiba.

Ia melihat tidak sedikit masyarakat yang terjebak kemacetan atau belum sampai di rumah saat azan berkumandang.

Dalam situasi seperti itu, takjil sederhana menjadi sangat berarti.

“Jadi, alangkah baiknya ketika mereka belum sampai di rumah namun sudah Magrib, istirahat dan berbuka puasa dulu dengan takjil yang kita berikan,” imbuhnya.

Frasa toleransi umat beragama dalam kegiatan ini tidak hanya tercermin dari momentum Ramadan, tetapi juga dari latar belakang penyelenggara kegiatan yang berbeda keyakinan dengan mayoritas penerima manfaat.

Ramuddin memaknai aksi berbagi tersebut sebagai bentuk solidaritas sosial lintas agama yang harus terus dirawat di Kota Depok.

Target 1.000 Paket dan Ekspansi ke Berbagai Daerah

Ramuddin menjelaskan bahwa pada Ramadan tahun ini, pihaknya menargetkan pembagian 1.000 paket takjil yang akan disalurkan di sejumlah kecamatan di Depok, seperti Sukmajaya, Tapos, dan Cimanggis.

Tidak berhenti di Kota Depok, kegiatan serupa juga akan diperluas ke Kota dan Kabupaten Bekasi.

Bahkan, ia berencana menginstruksikan jajaran organisasi yang dipimpinnya untuk melaksanakan kegiatan berbagi takjil di berbagai provinsi di Indonesia.

“Kebetulan saya ketua umumnya, nanti di setiap provinsi juga nanti saya instruksikan ketua-ketua DPD dan DPC untuk melakukan hal demikian. Kita sudah ada 15 provinsi,” tandasnya.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari gerakan nasional yang menekankan pentingnya toleransi umat beragama dalam praktik nyata, bukan hanya dalam wacana.

Toleransi di Depok Dinilai Kondusif

Dalam kesempatan yang sama, Ramuddin juga menilai tingkat toleransi umat beragama di Kota Depok saat ini berada dalam kondisi yang cukup baik dan kondusif.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Depok yang dinilai mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Saya rasa sudah lumayan paling bagus. Kebetulan memang wali kota kita ini bekas dari Sekda, saya lihat sudah kondusif toleransinya,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa menjaga toleransi umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan profesi.

Bagi Ramuddin, bulan Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Ia berharap kegiatan berbagi takjil dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk melakukan hal serupa.

Selain berbicara tentang toleransi umat beragama, Ramuddin juga menyampaikan pesan kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa agar memanfaatkan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri.

Ia mengajak masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan tenang, baik, dan khusyuk.

Menurutnya, esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan emosi dan memperbaiki diri.

“Artinya bisa menahan emosi. Kita mungkin bisa meresapi perjalanan hidup satu tahun ini bagaimana, sehingga di bulan Ramadan ini kehidupannya bisa lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Pesan tersebut disampaikan di tengah suasana pembagian takjil yang berlangsung tertib.

Sejumlah relawan tampak membagikan paket makanan ringan dan minuman kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.

Apresiasi dari Masyarakat

Kegiatan berbagi takjil tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pengendara yang menerima takjil mengaku mengapresiasi aksi sosial tersebut.

“Kami mengapresiasi pemberian takjil ini oleh Pak Bagariang. Kami ucapkan terima kasih yang mendalam, kiranya beliau dapat berkah dari Yang Maha Kuasa,” ujar Udin.

Aksi berbagi takjil ini memperlihatkan bagaimana toleransi umat beragama dapat diwujudkan melalui tindakan konkret di ruang publik.

Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan sosial lintas keyakinan.

Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa harmoni dapat dibangun melalui kepedulian dan empati.

Kota Depok, sebagai kota dengan masyarakat yang beragam, terus menunjukkan praktik toleransi umat beragama melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga sehari-hari.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *