Transjakarta Sediakan Bus Khusus Perempuan di Rute Tersibuk
adainfo.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperkuat perannya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang tidak hanya andal, tetapi juga aman dan inklusif.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Transjakarta menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang publik yang ramah bagi perempuan dan anak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan seluruh layanan Transjakarta menjadi lingkungan yang aman, nyaman, serta memberikan perlindungan ekstra bagi pelanggan perempuan dan anak.
Ruang Khusus Perempuan Jadi Standar Layanan Transjakarta
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa aspek keramahan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar pelengkap layanan, melainkan telah menjadi standar utama dalam operasional Transjakarta.
Ia menjelaskan, saat ini Transjakarta telah menyediakan ruang khusus perempuan di setiap armada.
Bahkan, pada rute-rute tersibuk, Transjakarta mengoperasikan bus berkelir merah muda yang secara khusus diperuntukkan bagi pelanggan perempuan.
“Kami ingin setiap perempuan merasa tenang saat melangkah masuk ke dalam bus. Selain ruang khusus, kami juga membawa misi besar dalam pilar Sustainability, yaitu kesetaraan gender di lingkungan kerja,” terangnya dikutip Sabtu (10/01/2026).
Selain fokus pada kenyamanan pelanggan, Transjakarta juga mendorong kesetaraan gender di internal perusahaan, khususnya dalam peran strategis sebagai pramudi.
Welfizon mengungkapkan, saat ini jumlah pramudi perempuan masih berada di kisaran dua hingga tiga persen.
Namun, Transjakarta menargetkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun ke depan.
“Kami ingin mendobrak stigma dan membuktikan bahwa perempuan mampu memegang peran krusial di industri transportasi,” jelasnya.
Transjakarta menargetkan keterlibatan pramudi perempuan dapat mencapai 20 hingga 30 persen sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap kesetaraan gender.
Lentera, Satgas Relawan Cegah Pelecehan Seksual
Dalam upaya menciptakan transportasi publik yang aman dari kekerasan seksual, Transjakarta juga meluncurkan Lentera, sebuah satuan tugas berbasis relawan yang menjadi pionir pencegahan pelecehan seksual di moda transportasi publik.
Welfizon menjelaskan, gerakan Lentera tidak hanya berfungsi sebagai pengawas internal.
Tetapi akan dikembangkan menjadi gerakan berbasis masyarakat agar pengawasan dan kepedulian publik semakin luas dan partisipatif.
Melalui langkah ini, Transjakarta tidak hanya berfokus mengantar pelanggan ke tujuan.
Namun juga membangun budaya transportasi yang menjunjung tinggi keamanan, martabat, dan kehormatan setiap individu.
Fasilitas Daycare Dukung Kesejahteraan Karyawan dan Pelanggan
Tak berhenti pada aspek keamanan perjalanan, Transjakarta juga menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan dan pelanggan dengan membangun fasilitas Daycare di Kantor Pusat Cawang.
“Tak berhenti di sisi keamanan perjalanan, Transjakarta turut menunjukkan kepedulian pada kesejahteraan karyawan dan pelanggan dengan membangun fasilitas Daycare di Kantor Pusat Cawang,” bebernya.
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut merupakan langkah awal yang akan dikembangkan secara bertahap di halte-halte strategis.
“Kami ingin mendukung ibu yang bekerja maupun pelanggan dengan menyediakan ruang asuh yang layak dan nyaman bagi anak usia dua sampai enam tahun,” ungkapnya.
Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyambut baik transformasi yang dilakukan Transjakarta.
Ia menilai langkah ini sangat relevan mengingat tingginya jumlah pelanggan perempuan di moda transportasi publik tersebut.
Dwi menekankan pentingnya penguatan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) yang telah hadir di 69 titik halte Transjakarta sejak 2019.
“Kerja sama ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya. Dengan pelatihan berkala bagi petugas pramusapa dalam menangani kasus kekerasan, kita membangun sistem pertahanan yang kuat di moda transportasi publik kita,” pungkasnya.











