Tren Lari Anak Muda Kian Menguat, Fun Run Jadi Gaya Hidup Baru
adainfo.id – Ruang-ruang publik di perkotaan kini menampilkan wajah baru aktivitas masyarakat, terutama dari kalangan anak muda.
Jalanan, trotoar, taman kota, hingga area car free day tak lagi hanya dipenuhi pejalan kaki, tetapi juga para pelari yang menjadikan olahraga lari sebagai rutinitas sekaligus identitas gaya hidup.
Fenomena ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran generasi Milenial dan Generasi Z terhadap pentingnya kesehatan fisik dan mental di tengah ritme hidup perkotaan yang cepat.
Olahraga lari tak lagi dipahami sebatas aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran.
Di kalangan anak muda, lari menjelma menjadi medium ekspresi diri, sarana bersosialisasi, hingga bagian dari narasi gaya hidup modern.
Sepatu lari berwarna mencolok, pakaian olahraga bergaya kasual, serta jam pintar di pergelangan tangan menjadi pemandangan umum yang mengiringi aktivitas ini.
Tidak sedikit pula yang membagikan catatan jarak tempuh, pace, dan suasana berlari ke media sosial sebagai bentuk pencapaian personal.
Media Sosial dan Efek FOMO di Kalangan Pelari Muda
Perkembangan tren lari tidak terlepas dari peran media sosial yang menjadi ruang berbagi sekaligus pemantik motivasi.
Linimasa dipenuhi unggahan foto dan video lari pagi, sore, hingga malam hari, lengkap dengan tag lokasi dan komunitas.
Bagi sebagian anak muda, lari menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi sosial, sekaligus menghindari rasa takut tertinggal tren atau fear of missing out (FOMO).
Sejumlah survei tren olahraga menunjukkan mayoritas pelari muda aktif membagikan aktivitas lari mereka di media sosial.
Aktivitas tersebut kerap dipersepsikan sebagai simbol kedisiplinan, konsistensi, dan kepedulian terhadap kesehatan.
Tak heran, partisipasi Gen Z mendominasi berbagai ajang fun run hingga half marathon yang digelar di berbagai daerah.
Komunitas Lari dan Event Kreatif Kian Berkembang
Seiring meningkatnya minat, komunitas lari tumbuh pesat di berbagai kota di Indonesia.
Komunitas ini tidak hanya menjadi wadah olahraga bersama, tetapi juga ruang interaksi sosial yang inklusif.
Agenda lari bersama, diskusi seputar kebugaran, hingga kolaborasi lintas komunitas membuat aktivitas lari semakin diminati.
Penyelenggara acara pun merespons tren ini dengan menghadirkan event lari berkonsep kreatif.
Tema-tema unik, penggunaan kostum, musik, hingga kolaborasi dengan pelaku industri kreatif menjadikan ajang lari sebagai perpaduan antara olahraga dan hiburan.
Dalam perkembangannya, banyak event lari yang disisipi misi sosial, edukasi kesehatan, hingga kampanye kepedulian lingkungan sebagai nilai tambah bagi peserta.
Salah satu inisiatif yang memadukan olahraga dan kontribusi sosial hadir melalui Enervon Nusantara Run.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati 50 tahun perjalanan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk di Indonesia.
Ajang fun run tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (08/02/2026) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Enervon Nusantara Run dirancang sebagai ajakan terbuka kepada masyarakat untuk bergerak aktif melalui olahraga yang mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi manfaat bagi keluarga Indonesia, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan kesehatan.
“Komitmen ini kami wujudkan melalui inovasi berkelanjutan, penguatan kesehatan preventif, serta berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Jenny Jamin, Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam konferensi pers dikutip, Jum’at (06/02/2026).
Penyaluran Ribuan Paket Kesehatan Keluarga
Lebih dari sekadar kegiatan lari, Enervon Nusantara Run menargetkan penyaluran 3.000 Enervon Family Immunity Kit kepada keluarga yang membutuhkan.
Program ini menyasar sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Aceh, serta Jakarta.
Penentuan wilayah penerima bantuan didasarkan pada data Kementerian Kesehatan RI yang memotret tantangan kesehatan di berbagai daerah.
Tantangan tersebut meliputi isu imunisasi, status gizi, keterbatasan akses layanan kesehatan, risiko penyakit infeksi, hingga faktor lingkungan yang memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat.
Program penyaluran bantuan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan komunitas Volunteernesia, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Paket bantuan yang disalurkan berisi rangkaian multivitamin untuk berbagai kelompok usia, sebagai dukungan nyata dalam menjaga imunitas keluarga.
Lari sebagai Gerakan Inklusif dan Preventif
Pemilihan konsep fun run dinilai sejalan dengan semangat olahraga lari yang inklusif.
Lari dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang, tanpa memerlukan fasilitas khusus yang rumit.
Dalam konteks kesehatan preventif, olahraga lari menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kebugaran, mengelola stres, dan meningkatkan kualitas hidup.
Melalui Enervon Nusantara Run, penyelenggara berharap pesan gaya hidup aktif dapat menjangkau lebih luas.
Terutama generasi muda yang memiliki peran strategis dalam membentuk pola hidup sehat di masa depan.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa olahraga dapat menjadi sarana berbagi dan berkontribusi bagi sesama.
Di balik popularitasnya, tren lari juga menghadirkan tantangan tersendiri. Edukasi mengenai teknik berlari yang benar, pemilihan perlengkapan yang sesuai, serta pentingnya menjaga asupan nutrisi menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Tanpa pemahaman yang tepat, risiko cedera justru dapat meningkat, terutama bagi pelari pemula.
Oleh karena itu, kehadiran brand dan institusi yang mengaitkan olahraga dengan edukasi kesehatan dinilai relevan.
Upaya ini sejalan dengan kebutuhan generasi muda akan informasi yang kredibel dan mudah dipahami, sekaligus mendorong pola hidup aktif yang berkelanjutan.
Meningkatnya minat lari di kalangan anak muda juga memunculkan kebutuhan akan ruang publik yang ramah pelari.
Trotoar yang aman, taman kota yang terawat, serta jalur lari yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan tren ini.
Sinergi antara masyarakat, komunitas, dan pemangku kebijakan diperlukan agar budaya lari dapat tumbuh tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan.
Dengan semakin banyaknya event lari yang mengusung nilai kesehatan dan sosial, olahraga lari berpotensi menjadi gerakan kolektif yang memberi dampak lebih luas.











