UI dan Pemkot Depok Perkuat Sinergi Infrastruktur hingga Peluang Kerja Global
adainfo.id – Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperkuat sinergi strategis lintas sektor melalui pertemuan antara Rektor UI Prof. Heri Hermansyah dengan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah.
Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan infrastruktur kota, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pembukaan peluang kerja bagi masyarakat Depok, termasuk kesempatan bekerja ke luar negeri.
Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan dalam mempererat hubungan kelembagaan antara UI dan Pemkot Depok.
Apalagi mengingat keterikatan yang kuat antara kampus tertua di Indonesia itu dengan Kota Depok sebagai wilayah penyangga utama aktivitas akademik dan sosial sivitas UI.
Rektor UI Prof. Heri Hermansyah menegaskan bahwa posisi Kota Depok sangat strategis bagi Universitas Indonesia.
Sebagian besar wilayah kampus UI berada di Depok, sekaligus menjadi tempat tinggal dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
“Universitas Indonesia sebagian terbesar wilayah kampusnya ada di Kota Depok dan Depok juga tentunya menjadi rumah bagi para dosen, mahasiswa, dan karyawan yang bekerja di UI ya,” tutur Prof. Heri kepada wartawan Kamis (8/1/2026).
Menurut Prof. Heri, karena Depok merupakan rumah bersama, hubungan yang harmonis dan kondusif antara UI dan Pemkot Depok harus terus dijaga.
“Tentunya Depok ini karena ini rumah kita bersama, kita perlu memiliki hubungan yang sangat baik dan kondusif,” ucap Prof. Heri.
Prof. Heri juga menilai komunikasi antara UI dan jajaran pimpinan Pemkot Depok selama ini telah berjalan positif dan saling mendukung.
“Kebetulan dengan Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota dan seluruh pimpinan Kota Depok, kita sudah menjalin komunikasi hubungan yang sangat baik selama ini,” beber Prof. Heri.
Penguatan Infrastruktur, Exit Tol RSUI hingga Jalan Layang Margonda
Salah satu fokus utama kolaborasi UI dan Pemkot Depok adalah pengembangan infrastruktur strategis, khususnya aksesibilitas menuju Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).
“Seperti kita ketahui bersama, UI sedang proses membangun exit tol masuk ke rumah sakit dan disitu sudah ada jembatannya dan tentunya juga memerlukan koneksi dengan Depok,” kata Prof. Heri.
Prof. Heri memaparkan, konektivitas tersebut mencakup rencana jalan tembus dari arah Juanda menuju Kukusan yang akan melewati jembatan ke arah RSUI.
“Di mana disitu akan melewati jembatan yang ke arah RSUI, sehingga nanti exit jalan tol juga akan ada di kedua belah sisi gitu ya,” jelas Prof. Heri.
Selain akses tol RSUI, kerja sama juga mencakup pengembangan infrastruktur lain seperti underpass dan jalan layang Margonda yang selama ini menjadi salah satu titik krusial mobilitas di Kota Depok.
“Jadi ini terkait dengan pengembangan infrastruktur, exit jalan, kemudian juga underpass, jalan layang Margonda dan seterusnya,” beber Prof. Heri.
UI Siapkan Pelatihan SDM dan Migrant Center
Di bidang peningkatan kualitas SDM, Prof. Heri menyoroti besarnya potensi lulusan SMA di Kota Depok yang dapat disiapkan menjadi tenaga kerja kompeten dan siap bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kemudian yang kedua, seperti yang kita ketahui bersama, di Depok juga banyak angkatan kerja, lulusan SMA, dan di UI juga ada banyak pelatihan terkait mempersiapkan tenaga kerja,” terang Prof. Heri.
UI juga tengah berkolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam pembentukan Migrant Center.
“Migrant Center, yang nanti akan memberikan berbagai pelatihan untuk para tenaga kerja yang kita siapkan untuk bisa bekerja di luar negeri, untuk menjadi diaspora yang memiliki keahlian dan tenaga kerja terdidik dan memiliki kompetensi tinggi,” ungkap Prof. Heri.
Menanggapi program Pemkot Depok seperti Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dan rencana beasiswa, Rektor UI membuka peluang kolaborasi konkret dalam pendidikan berbasis kompetensi.
“Tadi saya juga sudah mendengar dari Pak Wali Kota ya bahwa di UI ada beberapa program yang terkait dengan pendidikan kompetensi,” papar Prof. Heri.
“Misal tadi ada pendidikan bersertifikat untuk tenaga IT,” lanjut Prof. Heri.
Prof. Heri menjelaskan, lulusan SMA dari Depok dapat mengikuti pelatihan di UI hingga memperoleh sertifikat keahlian yang siap diserap dunia kerja.
“Nah dari Depok itu ada lulusan SMA untuk kemudian mengikuti pelatihan di UI yang nanti akan bersertifikat IT dan nanti siap kerja di bidang IT tersebut. Jadi memiliki sertifikat IT dengan pelatihan 1-2 tahun,” ujar Prof. Heri.
Pemkot Depok Sambut Positif Kolaborasi dengan UI
Wali Kota Depok Supian Suri menyambut baik sinergi tersebut dan menyampaikan apresiasi atas komitmen UI dalam mendukung pembangunan Kota Depok.
“Prinsipnya kami sangat mendukung, termasuk salah satunya kita ingin membangun kawasan heritage. Ini juga dapat dukungan dari Universitas Indonesia untuk kajian kawasan heritage di Depok Lama,” jelas Supian Suri.
Supian Suri menegaskan, seluruh kolaborasi yang dijalankan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami saling support yang pada akhirnya semata-mata memang kita ingin keberadaan UI juga memberikan kemanfaatan yang banyak, bukan hanya buat masyarakat Indonesia pada umumnya, tapi juga buat masyarakat Kota Depok,” tutur Supian Suri.
Supian Suri menambahkan, berbagai program kerja sama lintas sektor akan dijalankan secara bertahap, dengan fokus awal pada peningkatan SDM dan penciptaan lapangan kerja.
“UI juga menjadi bagian dari rumahnya Depok, jadi ini banyak program yang akan kita jalankan,” tutur Supian Suri.
Termasuk peluang kerja ke luar negeri melalui Migrant Center yang akan disinergikan dengan rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Depok.
“Untuk Migrant Center, nanti kami juga akan seiring dengan janji kami saya dan Pak Chandra terkait tentang BLK,” tandas Supian Suri.











