Warga Jabar Masih Kesulitan Bayar Pajak Kendaraan, Dedi Mulyadi Sampaikan Solusinya
adainfo.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial resminya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak sekaligus memberikan kemudahan akses layanan.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat yang selama ini telah patuh dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
“Saya mengucapkan terima kasih ya, seluruh warga Jabar di mana pun berada dan seluruh warganet di mana pun berada, yang rajin bayar pajak kendaraan bermotor. Dan sekarang pembangunannya sudah mulai terlihat dan dirasakan,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Sabtu (04/04/2026).
Menurutnya, kontribusi masyarakat melalui pajak telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Penjelasan Pembagian Tanggung Jawab Jalan
Dedi juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
“Tetapi ingat, jalan itu ada jalan nasional, ada jalan provinsi, ada jalan kabupaten, dan ada jalan desa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini fokus ke jalan provinsi dan selanjutnya jalan kabupaten dan jalan desa,” jelasnya.
Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait alokasi penggunaan pajak kendaraan bermotor.
Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kewenangan pembangunan.
Meski banyak masyarakat yang taat, Dedi mengakui masih terdapat warga yang mengalami tunggakan pajak kendaraan.
Kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kendala ekonomi hingga persoalan administratif.
“Dan saya sampaikan bahwa pasti ada yang masih nunggak. Dan ketika nunggak ini, banyak sekali kesulitan, berbagai argumentasi. Tetapi yang penting ada niat bayar pajak,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penegakan kewajiban, tetapi juga memahami kondisi masyarakat yang menghadapi kesulitan.
Solusi Melalui Aplikasi Curhat Samsat Jabar
Sebagai solusi, Dedi Mulyadi mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Curhat Samsat Jabar.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu warga dalam menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pajak kendaraan.
“Kalau Anda punya niat bayar pajak, mengalami kesulitan, apakah Anda nunggak beberapa tahun atau ada persyaratan-persyaratan yang Anda sulit tembus, menurut saya gampang. Coba Anda gunakan aplikasi Curhat Samsat Jabar. Curhat Samsat Jabar nanti akan membantu meringankan, menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi,” paparnya.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan sekaligus mendapatkan solusi dari pihak terkait, sehingga proses pembayaran pajak menjadi lebih mudah dan transparan.
Tak hanya itu, Dedi juga menekankan bahwa pembayaran pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga memiliki nilai moral dan sosial bagi pembangunan daerah.
“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih. Terima kasih pada yang rajin bayar pajak, saya terima kasih banget,” terangnya.
“Dan saya katakan bahwa seluruh pembayaran itu merupakan ibadah, karena uang itu digunakan untuk membangun jalan di Jawa Barat, mempercantik, memperindah, dan membuat semua orang nyaman. tuturnya. Dengan satu pesan, knalpot brong jangan lagi digunakan, karena bikin pusing di jalan raya,” tukasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kontribusi masyarakat melalui pajak memiliki dampak luas bagi kenyamanan dan kualitas hidup bersama.
Dorongan Digitalisasi Layanan Publik
Penggunaan aplikasi Curhat Samsat Jabar juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi layanan publik.
Inovasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan pajak kendaraan.
Dengan adanya platform digital, proses komunikasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi lebih cepat dan efisien.
Warga tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Samsat untuk menyampaikan keluhan atau mencari solusi.
Digitalisasi ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Dana yang terkumpul dari pajak tersebut digunakan untuk berbagai program pembangunan, terutama infrastruktur jalan.
Peningkatan kualitas jalan di berbagai wilayah Jawa Barat menjadi salah satu indikator nyata dari pemanfaatan pajak yang efektif.
Selain itu, pajak juga berkontribusi terhadap peningkatan layanan publik lainnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, termasuk melalui aplikasi Curhat Samsat Jabar, pemerintah berharap tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dapat terus meningkat.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk mengurangi angka tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat, yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan pendapatan daerah.












