Warganet Soroti Kebiasaan Buruk Konsumsi Kental Manis

ARY
Ilustrasi warganet di X soroti terkait konsumsi kental manis yang berlebihan. (Foto: Pixabay/TheUjulala)

adainfo.id – Kekhawatiran masih tingginya kebiasaan konsumsi kental manis baru-baru ini dibagikan melalui cuitan atau utas dari pengguna X dengan akun @50percenthell dan mendapat respon beragam warganet.

Pada utas @50percenthell tersebut menunjukkan masih banyak pemberian kental manis kepada balita sebagai pengganti susu.

Dalam utasnya, ia juga turut menyoroti masih banyak masyarakat yang berada tak jauh dari Jakarta memberikan itu kepada anak-anak mereka sejak usia di bawah satu tahun.

Konsekuensi Untuk Kesehatan

Bahkan, salah satu orang tua di dalam video yang dibagikannya, secara terang-terangan mengaku memberikan kental manis sebanyak satu sachet sehari.

Hal itu pun membuat @50percenthell miris, karena pemberian hak tersebut punya konsekuensi kesehatan pada anak anak.

Itu karena, kental manis mengandung banyak gula yang tak baik di konsumsi secara salah sebagai susu dan juga berlebihan.

“Masih di Indonesia, banyak banget di sini balitanya minum kental manis dijadikan susu,” tulis @50percenthell.

Kurang Pemahaman dan Salah Persepsi

Walaupun mengaku miris, dia tak bisa menyalahkan terjadinya hal tersebut.

Menurutnya, kesalahan konsumsi yang terjadi adalah persoalan struktural yang terjadi di masyarakat.

Itu terlihat dari salah satu video yang dia bagikan, di mana salah satu ibu mengaku mendapatkan anjuran konsumsi kental manis yang diduga dari pihak rumah sakit.

Hal tersebut menunjukkan kesadaran akan kesalahan persepsi kental manis di masyarakat masih minim.

“Gila ya? nggak bisa juga sih sebenarnya nyalahin budaya masyarakat yang rata-rata kasih kental manis sebagai minuman pengganti susu sejak MPASI. Di bawah 12 bulan lho itu. sekecil itu hajaran sm gula,” tulis @50percenthell.

Dia pun membagikan temuannya dengan bantuan Akal Imitasi (AI) tentang kental manis.

Bahaya Konsumsi yang Berlebihan

Dalam temuannya menunjukkan konsumsi satu sachet kental manis sehari sama saja dengan menghabiskan satu kemasan kaleng dalam 3-4 hari.

Temuan itu mengkhawatirkan karena faktanya, kandungan gula pada kental manis dapat mencapai 50 persen lebih.

Berdasarkan ilustrasi hitungan yang di bagikan, satu sachet kental manis, sekitar 40 gram mengandung 20 gram gula.

Sedangkan satu kaleng dengan isi 370 gram mengandung hingga 185 gram gula.

Kandungan itu pun jauh melampaui batas aman konsumsi gula untuk balita menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Aturan itu membatasi asupan gula tambahan hingga 25 gram per hari untuk anak usia di bawah 4 tahun.

“Sekarang, gw coba hitung asupan gula yang masuk ke balita-balita itu pakai chat GPT juga. Sebagaimana yang kita tahu ya 50% kandungan kental manis itu gula,” paparnya.

Tanggapan Warganet

Sontak, utas viral tersebut juga memantik reaksi dari warganet lainnya.

Rata-rata menyuarakan kekhawatirannya akan bahaya kesehatan terhadap anak-anak dalam jangka pendek maupun panjang.

“Ga bagus loh buat tumbuh kembang anak,” ujar pengguna X lainnya @atikamld

“Padahal susu kental manis itu bukan susu tapi gula kental,” ucap pengguna X dengan akun @akumejile

“Oalah kalau susu kental manis itu mah kebanyakan kandungan gulanya atuh,” ucap akun @gudanglifehack.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *