Wilayah Pesisir Jakarta Siaga Banjir Rob Awal Tahun 2026

ARY
Ilustrasi peringatan dini banjir rob di wilayah pesisir Jakarta pada awal tahun. (Foto: Unsplash/Jonathan Ford)

adainfo.id – Ancaman banjir pesisir kembali menghantui wilayah utara Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan terjadi hingga awal Januari 2026.

Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak pasang air laut maksimum yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah vital ekonomi.

“Waspada banjir pesisir provinsi DKI Jakarta durasi 30 Desember 2025-7 Januari 2026,” tulis informasi dalam unggahan Instagram @bpbddkijakarta, dikutip Kamis (01/01/2026).

BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa peringatan dini ini tidak terlepas dari fenomena alam yang sedang berlangsung.

Pasang maksimum air laut terjadi bersamaan dengan fase Bulan Purnama serta kondisi Perigee, yakni saat jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi.

BPBD menyebut bahwa kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang dapat menyebabkan banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob,” terangnya.

Fenomena ini secara ilmiah kerap memicu naiknya permukaan air laut secara signifikan, terutama pada wilayah pesisir yang memiliki elevasi rendah seperti Jakarta Utara.

Daftar Wilayah Pesisir Berpotensi Terdampak

BPBD memetakan sejumlah kawasan pesisir Jakarta yang berpotensi terdampak banjir rob selama periode peringatan berlangsung.

Wilayah tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu.

Wilayah-wilayah ini dikenal memiliki aktivitas permukiman, pelabuhan, hingga kawasan wisata yang cukup padat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat pasang tertinggi.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga Pesisir

Seiring dengan peringatan dini tersebut, BPBD DKI Jakarta juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir.

Warga diminta lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut.

Selain itu, masyarakat diharapkan menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terdampak banjir rob, terutama saat air laut sedang pasang tinggi.

BPBD juga menekankan pentingnya memastikan sistem drainase di lingkungan tempat tinggal berfungsi dengan baik guna mencegah genangan air yang lebih luas.

Langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, mengamankan barang-barang berharga, serta mempersiapkan jalur evakuasi dinilai mampu meminimalkan dampak kerugian jika banjir rob benar-benar terjadi.

Pemantauan Informasi dan Pelaporan Dini

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi terkini, BPBD mengimbau warga DKI Jakarta agar aktif memantau perkembangan gelombang pasang melalui situs resmi BPBD di laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan potensi genangan atau kejadian banjir melalui aplikasi JAKI.

Informasi kondisi banjir juga tersedia secara real time melalui laman pantaubanjir.jakarta.go.id.

BPBD menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi dan pelaporan dini bencana sangat penting guna mempercepat penanganan di lapangan.

“Dalam kondisi darurat, hubungi 112,” tulis BPBD DKI Jakarta.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *