Wisata Malam di Ragunan Jadi Magnet Baru, Jumlah Pengunjung Alami Peningkatan
adainfo.id – Antusiasme masyarakat terhadap wisata malam Night at The Ragunan Zoo semakin tinggi.
Uji coba kedua program wisata malam yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/10/2025) malam, berhasil menarik ribuan pengunjung.
Sejak loket dibuka pukul 18.00 WIB, antrean panjang mulai terlihat di pintu utama taman satwa terbesar di Ibu Kota tersebut.
Hingga pukul 21.00 WIB, total 4.713 wisatawan tercatat menikmati suasana Ragunan di malam hari.
Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan uji coba pertama pekan lalu yang hanya diikuti sekitar 3.000 pengunjung.
Kenaikan pengunjung dalam satu malam menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep wisata malam yang menawarkan pengalaman berbeda dari biasanya.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan peningkatan pengunjung ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program wisata malam tersebut.
“Jumlah pengunjung hari ini (kemarin) meningkat sekitar 1.000 orang dibandingkan Sabtu pekan lalu,” ungkapnya dikutip Minggu (19/10/2025).
Ragunan Hadirkan Pengalaman Wisata Malam yang Berbeda
Konsep Night at The Ragunan Zoo menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati suasana kebun binatang dari perspektif baru.
Jika biasanya Taman Margasatwa Ragunan buka hingga sore, kini pengunjung dapat menjelajahi area taman satwa setelah matahari terbenam.
Suasana malam yang diselimuti cahaya lampu taman membuat pengalaman berkeliling kebun binatang terasa lebih tenang dan eksklusif.
Bambang menjelaskan, pengunjung memiliki beberapa pilihan aktivitas selama wisata malam berlangsung.
Mereka bisa berjalan santai, jogging, atau mencoba pengalaman unik berkeliling taman menggunakan buggy car.
Pengunjung yang ingin naik buggy car dikenakan biaya sewa sebesar Rp250 ribu per trip untuk lima orang.
Kegiatan menggunakan buggy car ini menjadi salah satu favorit. Pengunjung diajak berkeliling taman untuk melihat dan memberi pakan satwa nokturnal.
Satwa tersebut yaitu hewan-hewan yang aktif di malam hari seperti harimau sumatera, kudanil kerdil, binturong, linsang, hingga landak jawa.
Peningkatan Fasilitas dan Penerangan
Untuk mendukung uji coba kedua, pihak pengelola TMR menambah fasilitas penerangan di lebih dari 100 titik di sepanjang jalur pengunjung.
Penambahan ini bertujuan agar wisata malam berjalan lebih aman dan nyaman.
Bambang menjelaskan bahwa pihaknya juga memperketat aturan agar aktivitas wisata tidak mengganggu satwa.
“Kami tidak mengizinkan pengunjung menyorot menggunakan lampu senter, bersuara keras, atau melempar benda ke dalam kandang,” tegasnya.
Menurut Bambang, pengelola Ragunan ingin menjaga keseimbangan antara rekreasi dan konservasi.
Meski dibuka untuk umum, kegiatan wisata malam tetap mengedepankan kenyamanan satwa yang memiliki ritme aktivitas berbeda dibandingkan siang hari.
Wisata Malam Ragunan Jadi Magnet Ekonomi Kreatif
Kegiatan wisata malam ini juga berdampak positif pada sektor ekonomi mikro di sekitar Ragunan.
Pedagang kaki lima dan pelaku UMKM lokal mengalami peningkatan penjualan signifikan sejak program ini dijalankan.
Program ini sekaligus mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas jam aktivitas wisata kota serta memperkenalkan konsep “ekowisata malam” yang berkelanjutan.
Selain menjadi sarana rekreasi, program wisata malam juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa.
Melalui interaksi langsung dan edukasi singkat dari pemandu, pengunjung diajak untuk memahami perilaku satwa nokturnal serta pentingnya menjaga habitat mereka dari ancaman polusi dan sampah plastik.
Dengan pengelolaan yang lebih modern dan konsep wisata edukatif, taman ini terus bertransformasi menjadi ruang hijau yang ramah lingkungan dan berorientasi pada konservasi.











