1.023 Warga Duren Seribu Depok Terima Bantuan Pangan, Distribusi Dilakukan Bertahap

ARY
Warga antre saat menerima bantuan pangan beras dan minyak dari pemerintah di Kantor Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Rabu (29/04/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Sebanyak 1.023 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok menerima bantuan pangan yang didistribusikan secara bertahap untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan efektif.

Penyaluran bantuan ini sebagai bagian dari program perlindungan sosial bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan.

Program ini menyasar kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil satu hingga empat, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, yakni beras sebanyak 20 kilogram serta minyak goreng, yang diharapkan mampu membantu kebutuhan konsumsi rumah tangga dalam beberapa waktu ke depan.

“Berdasarkan data yang ada, sekarang mendapatkan bantuan pangan dari pusat sebanyak 1.023 KPM,” ujar Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani Rabu (29/04/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang masih dirasakan oleh sebagian warga.

Sistem Penjadwalan Distribusi untuk Hindari Penumpukan

Dalam proses penyaluran, pihak kelurahan menerapkan sistem penjadwalan yang dibagi berdasarkan wilayah rukun warga (RW).

Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan massa di lokasi distribusi sekaligus memastikan proses berjalan lancar.

“Ada dari 11 RW. Jadi kita bikin jadwal dari mulai hari Minggu, selesai sampai hari Jumat, itu ada jadwal masing-masing. Tahap pertama, tahap kedua, selanjutnya, supaya nggak numpuk,” jelas Sabani.

Setiap hari, distribusi dilakukan kepada beberapa RW secara bergiliran sehingga masyarakat dapat menerima bantuan dengan lebih tertib.

Pendekatan ini juga dinilai efektif dalam menjaga kenyamanan serta keamanan selama proses pembagian berlangsung.

Selain itu, petugas di lapangan juga melakukan pengaturan alur antrean agar warga tetap mematuhi jadwal yang telah ditentukan.

Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.

Koordinasi Data dan Validasi Penerima Bantuan

Dalam memastikan validitas data penerima bantuan, pihak kelurahan melakukan koordinasi intensif dengan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).

Langkah ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kondisi terkini di lapangan.

“Memang karena ini berbasis data, jadi kita tetap koordinasi dengan SLRT. Ada juga yang ditemukan orangnya sudah tidak ada, itu kita konsultasikan lagi untuk tindak lanjutnya,” kata Sabani.

Verifikasi data menjadi tahap krusial dalam distribusi bantuan sosial, mengingat perubahan kondisi masyarakat dapat terjadi setiap waktu.

Oleh karena itu, pembaruan data terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan perangkat wilayah setempat.

Bantuan pangan yang diberikan dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi bawah.

Kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng menjadi komponen penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari warga.

“Dalam situasi seperti ini bantuan pangan sangat bermanfaat untuk masyarakat, dari desil satu sampai empat. Seperti beras 20 kilo dan minyak, mereka sangat senang. Ini bentuk perhatian dari pemerintah,” ungkap Sabani.

Selain itu, pihak kelurahan juga berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada warga selama proses penyaluran berlangsung.

Pendampingan diberikan kepada warga yang mengalami kendala, termasuk dalam hal kelengkapan dokumen.

“Alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Hanya saja kadang ada lansia yang membawa fotokopi KK, padahal harus yang asli. Tapi kita bantu arahkan, bahkan ada yang kita antar ke rumahnya,” jelas Sabani.

“Ada juga yang kehilangan KTP atau KK, kita bantu urus di sini. Supaya tidak menghambat penyaluran,” sambung Sabani.

Ia juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya dan tidak menjualnya.

“Kita sampaikan kepada masyarakat, manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan dijual, karena ini bahan pokok yang bisa membantu beberapa bulan ke depan,” tegas Sabani.

“Ini perhatian serius dari pemerintah untuk masyarakat. Harus disyukuri, semoga dengan disyukuri nanti rezekinya ditambah lagi,” tambah Sabani.

SLRT Pastikan Distribusi Lancar dan Tepat Sasaran

Di sisi lain, perwakilan SLRT, Sobari, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan pembagian wilayah agar proses berjalan tertib dan efisien.

“Kita kirim jadwal dari hari Minggu sampai Jumat. Setiap hari kurang lebih 4 RW,” jelas Sobari.

Ia menegaskan bahwa proses verifikasi data dilakukan secara ketat dengan mengacu pada data dari Kementerian Sosial (Kemensos), sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

“Untuk persyaratan harus membawa KK dan KTP asli. Kalau data tidak ditemukan, kita akan cross-check dan gunakan data pengganti dari Kemensos,” ujar Sobari.

Sobari juga menyampaikan bahwa bantuan ini menyasar masyarakat dalam kategori desil satu hingga empat, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Kalau ada yang benar-benar layak tapi belum terdata, kita komunikasikan dengan RT dan lakukan pengecekan desilnya,” jelas Sobari.

Dari sisi jumlah penerima, ia mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Sekarang meningkat, sebelumnya sekitar 441, sekarang menjadi 1.023 penerima,” ungkap Sobari.

Ia memastikan bahwa hingga pertengahan proses distribusi, seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Dari hari Minggu sampai hari ini tidak ada kendala dan semua berjalan lancar,” tutup Sobari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *