Panen Kelima KWT di Depok, Bukti Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Lingkungan
adainfo.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, kembali melaksanakan panen untuk kelima kalinya dengan memanfaatkan lahan terbatas sebagai kebun produktif.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana ruang terbatas di kawasan perkotaan dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan berbasis lingkungan.
Panen yang dilakukan tidak hanya menunjukkan keberhasilan produksi, tetapi juga mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada.
Berbagai jenis hasil tani berhasil dipanen dalam kegiatan tersebut, mulai dari cabai, kacang tanah, labu, kangkung, tomat, hingga terong.
Keberagaman hasil panen ini menunjukkan bahwa lahan yang digunakan mampu mendukung berbagai jenis tanaman hortikultura secara berkelanjutan.
Kegiatan panen juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK, pengurus lingkungan, serta warga sekitar RW 07 yang secara aktif berpartisipasi dalam proses penanaman hingga perawatan tanaman.
Lahan Terbatas Disulap Jadi Kebun Produktif
Pemanfaatan lahan di bawah flyover Jalan Raya Tanah Baru menjadi sorotan karena sebelumnya area tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal.
Kini, lokasi tersebut justru berubah menjadi kebun produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lurah Tanah Baru, Dicky Mahyudin, mengapresiasi inisiatif warga yang mampu mengubah lahan dengan status pinjam pakai menjadi area pertanian yang produktif.
“Alhamdulillah, walaupun dengan lahan yang terbatas dengan status pinjam pakai, dengan lahan tol, tetapi bisa dimanfaatkan oleh warga RW07,” ujar Dicky di sela kegiatan panen, Kamis (30/04/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang bagi masyarakat untuk berinovasi.
Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Ia juga menekankan bahwa model pemanfaatan lahan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang memiliki keterbatasan ruang terbuka.
Peran PKK dan Warga dalam Ketahanan Pangan
Keberhasilan panen kelima ini tidak lepas dari peran aktif kader PKK RW 07 yang secara konsisten merawat tanaman hingga menghasilkan panen berkelanjutan.
Keterlibatan PKK menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan program urban farming di lingkungan tersebut.
“Ini juga berkat seluruh kader PKK yang luar biasa, sehingga bisa menghasilkan berbagai macam hasil tani ataupun hasil bumi yang bisa dimanfaatkan seluruh warga,” jelas Dicky.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Tanah Baru, Hilma Dewi Helmy, menyampaikan bahwa kegiatan KWT sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan di tingkat keluarga.
“Jadi, KWT ini sebenarnya sesuai dengan program dari Bapak dan Ibu Wali Kota Depok. Bahwa bagaimana kita dari warga Depok sendiri mampu mencukupi pangan di lingkungan masing-masing,” kata Hilma.
Menurutnya, keberadaan KWT tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai teknik bercocok tanam yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing, meskipun dengan lahan yang terbatas.
Keberlanjutan Urban Farming di Kawasan Perkotaan
Di lokasi yang sama, Ketua RW 07 Tanah Baru, Triyanto, menjelaskan bahwa setelah panen kacang tanah, lahan tersebut akan kembali ditanami berbagai jenis sayuran guna menjaga keberlanjutan produksi.
“Nanti setelah panen kacang tanah, kita akan tambahkan berbagai macam tanaman sayuran yang lain,” tutur Triyanto.
Langkah ini menunjukkan adanya perencanaan berkelanjutan dalam pengelolaan kebun, sehingga lahan dapat terus dimanfaatkan tanpa jeda produksi yang terlalu lama.
Rotasi tanaman juga menjadi strategi untuk menjaga kesuburan tanah serta meningkatkan hasil panen.
Keberhasilan KWT RW 07 dalam melaksanakan panen kelima menjadi gambaran bahwa konsep urban farming dapat diterapkan secara efektif di kawasan perkotaan.
Dengan pengelolaan yang tepat, lahan sempit sekalipun dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan masyarakat.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan keterbatasan lahan di kota besar, model seperti ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kerja sama dalam mengelola kebun bersama.
Kegiatan panen yang terus berlangsung ini memperlihatkan bahwa urban farming bukan sekadar tren.
Akan tetapi telah menjadi bagian dari solusi nyata dalam menghadapi tantangan pangan di wilayah perkotaan seperti Depok.












