Green Jobs Jadi Masa Depan, Pendidikan Vokasi Diminta Bertransformasi

AZL
Ilustrasi penguatan green jobs dan pendidikan vokasi. (Foto: Hoan Ngoc/Pexels)

adainfo.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pendidikan vokasi menjadi ujung tombak dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi era ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dorongan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, saat menghadiri Orasi Ilmiah Program Vokasi Universitas Indonesia sekaligus Dies Natalis ke-18 Pendidikan Vokasi UI.

Dalam kesempatan itu, Jumhur menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi dunia akibat krisis lingkungan global atau triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, polusi dan sampah, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sistem pendidikan harus ikut bertransformasi agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan kemampuan menghadapi kebutuhan industri hijau masa depan.

“Green jobs bukan lagi konsep abstrak. Dunia bergerak sangat cepat menuju ekonomi rendah karbon, dan Indonesia harus menyiapkan SDM yang mampu bersaing,” ujar Jumhur dikutip, Rabu (20/05/2026).

Pendidikan Vokasi Dinilai Punya Peran Strategis

Jumhur menjelaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang menuju sektor ramah lingkungan.

Menurutnya, sejumlah sektor yang akan menjadi penopang utama ekonomi masa depan antara lain energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi lingkungan, pengelolaan limbah, hingga ekonomi sirkular.

Karena itu, ia menilai kurikulum pendidikan vokasi perlu diperkuat dengan materi yang relevan terhadap kebutuhan industri hijau.

Beberapa di antaranya meliputi ESG atau environmental, social, governance, audit energi, teknologi rendah karbon, pengelolaan sampah modern, hingga penghitungan emisi karbon.

Langkah tersebut dinilai penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan arah industri global yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan.

Selain pembelajaran di ruang kelas, kampus juga didorong menjadi living laboratory keberlanjutan melalui praktik nyata pengelolaan lingkungan di kawasan pendidikan.

Menurut Jumhur, pengalaman langsung dalam pengelolaan lingkungan akan membantu mahasiswa memahami tantangan ekologis sekaligus membangun keterampilan praktis yang dibutuhkan industri masa depan.

Green Jobs Diprediksi Terus Tumbuh

Konsep green jobs atau pekerjaan hijau disebut akan menjadi kebutuhan utama dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya komitmen dunia terhadap pembangunan rendah karbon.

Transformasi industri global menuju energi bersih dan teknologi ramah lingkungan dinilai membuka peluang kerja baru yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu mempercepat kesiapan SDM agar mampu bersaing di tengah perubahan tren industri internasional.

Jumhur menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam mendukung transformasi hijau nasional melalui penguasaan teknologi dan inovasi berbasis lingkungan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif dunia pendidikan.

Menurutnya, kampus memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir dan kemampuan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan lingkungan global secara nyata.

Rektor UI Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Sementara itu, Rektor UI, Heri Hermansyah, menyebut pendidikan vokasi memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Ia berharap Pendidikan Vokasi UI dapat terus memperkuat inovasi, kolaborasi internasional, dan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia yang lebih ramah lingkungan.

“Vokasi UI telah menunjukkan peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di berbagai sektor,” jelas Heri.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang mampu menjawab tantangan industri sekaligus persoalan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mempercepat transformasi hijau nasional.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga media untuk bersama-sama membangun ekosistem pembangunan berkelanjutan.

Ia menilai keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci agar transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dapat diterapkan secara nyata di berbagai sektor pembangunan.

Menurutnya, generasi muda akan menjadi aktor utama dalam proses tersebut karena memiliki kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan solusi lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan.

Dengan penguatan pendidikan vokasi berbasis industri hijau, pemerintah berharap Indonesia dapat memiliki SDM unggul yang siap bersaing di tengah perubahan global menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *