Banjir di Cipayung Telan Nyawa, Warga Soroti Kinerja Pemkot Depok

AZL
Bocah perempuan meninggal dunia usai diduga terseret banjir di kawasan Cipayung, Kota Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Seorang bocah perempuan berusia tiga tahun ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Cipayung, Kota Depok, Minggu (10/05/2026) malam.

Korban diduga terseret arus banjir Kali Pesanggrahan yang meluap akibat tingginya debit air dan tumpukan sampah di aliran sungai.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di sekitar Kampung Bulak Barat, wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir ketika hujan deras mengguyur kawasan Depok dan sekitarnya.

Warga menduga meluapnya Kali Pesanggrahan diperparah longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang menghambat aliran air hingga menyebabkan banjir berkepanjangan.

Korban Dicari Sejak Sore Hari

Salah satu warga berinisial D mengatakan korban mulai dicari keluarganya sekitar pukul 17.15 WIB setelah tidak terlihat bermain di sekitar rumah.

Keluarga bersama warga kemudian berupaya melakukan pencarian di lingkungan sekitar sebelum akhirnya menemukan sandal korban di sebuah selokan yang terhubung langsung ke aliran kali.

“Hilangnya itu sekitar jam 17.15 WIB. Lalu dicarilah sama orang tuanya, terus ketemulah sendal di selokan pas maghrib,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (13/05/2026).

Penemuan sandal tersebut membuat warga menduga korban terseret arus banjir yang mengalir deras menuju Kali Pesanggrahan.

Situasi banjir yang masih menggenangi sejumlah titik membuat proses pencarian berlangsung cukup sulit dan berisiko.

Warga Telusuri Kali Pakai Perahu Karet

Setelah menemukan jejak korban di sekitar selokan, warga berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri menggunakan perahu karet.

Perahu tersebut digunakan untuk menyisir aliran Kali Pesanggrahan yang dipenuhi lumpur dan sampah kiriman.

“Akhirnya warga inisiatif naik perahu karet buat telusurin kali. Akhirnya ketemu pas jam 21.15 WIB,” tambah D.

Menurutnya, pencarian dilakukan oleh tiga warga laki-laki yang merupakan tetangga korban.

Mereka bergerak cepat menyusuri aliran sungai sebelum kondisi arus semakin deras dan membahayakan.

Pencarian dilakukan dalam kondisi minim penerangan dengan arus air yang cukup kuat akibat hujan dan luapan kali.

Warga lainnya turut membantu memantau sejumlah titik rawan di bantaran sungai untuk memastikan korban dapat segera ditemukan.

Kali Pesanggrahan Dinilai Semakin Berbahaya

Peristiwa bocah terseret banjir Kali Pesanggrahan ini kembali memunculkan kekhawatiran warga terkait kondisi sungai yang dinilai semakin berbahaya.

Warga menyebut tumpukan sampah dari longsoran TPA Cipayung membuat aliran kali tersumbat sehingga air lebih mudah meluap ke permukiman.

Sampah yang menggumpal di sejumlah titik disebut memperparah banjir dan membuat arus air menjadi tidak terkendali.

Akibat kondisi tersebut, kawasan penghubung Bulak Barat, Cipayung, hingga Pasir Putih, Sawangan, kerap terdampak banjir ketika hujan deras turun dalam waktu lama.

D mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

Menurutnya, sudah ada beberapa korban jiwa akibat banjir dan derasnya arus Kali Pesanggrahan.

“Kalau disini sendiri sudah tiga orang yang meninggal karena banjir,” katanya.

Ia menjelaskan, tiga korban tersebut terdiri dari satu pria dewasa dan dua anak-anak yang meninggal dunia dalam peristiwa berbeda di sekitar aliran sungai.

Kondisi ini membuat warga semakin khawatir, terutama karena masih banyak anak-anak yang bermain di sekitar bantaran kali setiap harinya.

Selain arus yang deras, tumpukan sampah dan minimnya pengamanan di sekitar sungai juga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan.

Warga Minta Penanganan Serius Pemerintah

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Depok bersama dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan longsoran sampah dan normalisasi Kali Pesanggrahan.

Warga menilai penanganan menyeluruh sangat dibutuhkan agar banjir tidak terus berulang dan menimbulkan korban jiwa baru.

Selain pengerukan dan pembersihan sungai, warga juga meminta pengawasan terhadap longsoran sampah dari TPA Cipayung diperketat karena dinilai menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air.

Mereka khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, kawasan permukiman di sekitar bantaran kali akan semakin rentan terhadap banjir dan arus deras saat musim hujan tiba.

Kejadian bocah terseret banjir Kali Pesanggrahan ini pun menjadi peringatan serius mengenai pentingnya penanganan lingkungan dan sistem drainase di wilayah rawan banjir Kota Depok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *