Pohon Tumbang di Akses UI Depok, Arus Kendaraan Sempat Terganggu

ARY
Pohon tumbang di kawasan Jalan Akses UI, Kota Depok, Rabu (11/03/26). (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Hujan yang mengguyur wilayah Kota Depok pada Rabu (11/03/2026) sore diduga mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Akses Universitas Indonesia (UI), tepatnya dekat RS Bhayangkara Brimob, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.

Pohon tumbang tersebut menutupi sebagian ruas jalan sehingga arus lalu lintas dari arah Jalan Raya Bogor menuju Jalan Margonda Raya mengalami hambatan.

Kendaraan yang melintas terpaksa bergantian menggunakan jalur yang masih dapat dilalui.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Batang pohon yang cukup besar beserta ranting dan dedaunan terlihat menutup sebagian badan jalan, membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan saat melintas.

Antrean kendaraan terlihat memanjang sejak pertigaan Jalan Raya Bogor menuju Jalan Akses UI hingga mendekati lokasi pohon tumbang.

Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas.

Pengendara tampak berhati-hati saat melintas di area yang tertutup batang pohon dan ranting.

Petugas kepolisian terlihat berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas agar kendaraan tidak menumpuk terlalu lama.

Pengaturan arus kendaraan dilakukan dengan sistem buka tutup jalur agar kendaraan dari kedua arah tetap dapat bergerak.

Selain kepolisian, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi pohon tumbang.

Petugas terlihat memotong bagian batang dan ranting pohon agar dapat dipindahkan dari badan jalan.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat ukuran batang pohon yang cukup besar.

Hujan dan Angin Diduga Jadi Penyebab

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Atman (40), menjelaskan bahwa pohon tersebut tumbang setelah kawasan tersebut diguyur hujan yang cukup deras disertai angin kencang.

Menurutnya, kondisi cuaca pada sore hingga malam hari memang cukup ekstrem sehingga berpotensi memicu pohon tumbang.

“Kayaknya ini (pohon tumbang) gara-gara hujan, sama ada angin juga,” ujar Atman.

Hujan di wilayah Kota Depok sendiri mulai turun sekitar pukul 17.30 WIB.

Meski sempat berhenti, hujan kembali turun pada malam hari disertai hembusan angin.

Atman juga menyebut hingga saat ini tidak ada laporan korban akibat peristiwa tersebut.

“Kayaknya nggak ada korban,” jelasnya.

Banjir Terjadi di Tanah Baru

Selain peristiwa pohon tumbang, hujan yang mengguyur wilayah Depok juga memicu genangan banjir di kawasan Jalan Raya Tanah Baru.

Banjir membuat sejumlah kendaraan roda dua sempat mengalami mogok saat melintasi ruas jalan tersebut.

Pengendara yang terlanjur menerobos genangan terpaksa menepi setelah kendaraan mereka mogok.

Air yang menggenangi jalan diduga berasal dari luapan kali di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru.

Debit air yang meningkat membuat aliran kali meluap hingga menutupi sebagian badan jalan.

Luapan air tersebut juga membawa berbagai sampah sehingga menimbulkan bau tidak sedap di sekitar kawasan jalan.

Seorang petugas keamanan perumahan di sekitar lokasi, Rian (30), mengatakan air mulai naik menjelang waktu Maghrib.

“Tadi air naik kira-kira sebelum Maghrib. Kalau di jalan ini sudah biasa air naik, walaupun tidak hujan di sini, kalau kiriman dari Bogor deras pasti luber di sini,” ungkapnya.

Menurut Rian, banjir di kawasan tersebut bukan hal baru bagi warga sekitar.

Ia mengatakan genangan air sering terjadi ketika debit air kiriman dari wilayah hulu meningkat.

Meski demikian, ia menilai banjir yang terjadi kali ini masih belum separah kejadian sebelumnya.

“Ini sih belum seberapa, sebelumnya pernah sampai aktivitas warga terkunci, sebab jalanan kerendam parah dan dalam,” beber Rian.

Aktivitas Perbaikan Jalan Tertunda

Banjir yang terjadi di Jalan Raya Tanah Baru juga berdampak pada pekerjaan pengaspalan jalan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Para pekerja terpaksa menghentikan sementara aktivitas mereka karena kondisi jalan yang terendam air tidak memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan.

Salah satu pekerja pengaspalan, Beben, mengatakan bahwa pekerjaan tidak dapat dilanjutkan selama permukaan jalan masih basah akibat banjir.

“Kalau banjir begini ngaspal jalan juga tidak bisa dikerjain. Aspal baru kalau kena air juga tidak akan nempel,” tutur Beben.

Situasi ini membuat proses perbaikan jalan harus menunggu hingga kondisi benar-benar kering agar kualitas aspal tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *