Penampakan Pocong di Depok Viral, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya

ARY
Polisi cek kebenaran isu pocong yang viral di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok. (Foto: Instagram/depokviral)

adainfo.id – Kepolisian memastikan bahwa kabar viral mengenai penampakan pocong di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok tidak benar setelah dilakukan pengecekan langsung di lokasi yang disebutkan dalam video yang beredar di media sosial.

Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi bersama perangkat lingkungan setempat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya kejadian seperti yang ramai diperbincangkan warga.

“Kami sudah cek, bersama Ketua RT setempat dan berita tersebut adalah hoax,” papar Fauzan dikutip Sabtu (25/04/2026).

Penelusuran dilakukan setelah beredarnya video dan foto yang menunjukkan sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumah warga.

Lokasi yang disebut berada di RT 04/RW 04, Kelurahan Pasir Putih, menjadi titik utama pemeriksaan aparat kepolisian.

Petugas tidak hanya melakukan pengecekan secara fisik, tetapi juga berkoordinasi dengan Ketua RT setempat guna memastikan apakah benar peristiwa tersebut terjadi di wilayah tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bukti adanya kejadian seperti dalam video yang viral.

Ketua RT setempat bahkan turut memberikan klarifikasi melalui video yang beredar di masyarakat, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

“Kami Ketua Lingkungan RT 04 RW 04 Kelurahan Pasir Putih, kami mau menyampaikan bahwa saat ini berita viral yang ada di medsos tentang pocong bahwa ini tidak benar,” tutur Ketua RT

Lokasi dalam Video Dipastikan Bukan di Wilayah Tersebut

Selain memastikan tidak adanya kejadian penampakan pocong, aparat juga mengonfirmasi bahwa lokasi dalam video tidak berada di lingkungan yang disebutkan.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua RT menjelaskan bahwa pihaknya telah mencocokkan visual dalam video dengan kondisi lingkungan sekitar. Hasilnya, tidak ditemukan kesamaan lokasi.

“Kami sudah mengecek di posisi yang ada di video dan foto itu tidak ada di lingkungan kami,” terangnya

Temuan ini menunjukkan bahwa informasi yang beredar kemungkinan besar berasal dari lokasi lain atau bahkan merupakan rekayasa yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Kabar mengenai penampakan pocong ini pertama kali menyebar melalui grup WhatsApp warga.

Dalam grup tersebut, seorang warga membagikan foto yang diklaim sebagai sosok pocong berdiri di depan pintu rumah.

Seiring dengan penyebaran foto tersebut, muncul berbagai narasi tambahan yang semakin memperkuat kesan seolah-olah kejadian tersebut nyata.

Warga dalam grup saling berbagi informasi dan memperingatkan satu sama lain terkait keberadaan sosok tersebut.

Disebutkan bahwa pocong tersebut berkeliling di kawasan Jalan Nangka, Pasir Putih, bahkan disebut sempat mendatangi beberapa rumah warga.

Informasi yang berkembang dengan cepat ini memicu keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Isu Kesurupan dan Permintaan Dibuka Tali Kafan

Dalam narasi yang beredar, disebutkan pula bahwa beberapa warga mengalami kesurupan setelah didatangi sosok tersebut.

Bahkan, muncul cerita bahwa pocong tersebut meminta dibukakan tali kafannya kepada warga.

Cerita-cerita ini semakin memperkuat efek psikologis di masyarakat, terutama bagi warga yang mempercayai informasi tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana informasi yang belum tentu benar dapat berkembang menjadi isu yang lebih besar ketika disebarkan secara masif melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian karena dapat mengganggu ketertiban dan rasa aman masyarakat.

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi yang jelas.

Aparat juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kabar yang belum tentu benar.

Ditegaskan bahwa penyebaran informasi hoaks dapat berdampak luas, mulai dari keresahan hingga potensi gangguan keamanan lingkungan.

Selain itu, diingatkan juga pentingnya peran masyarakat dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya kembali, terutama di era digital saat ini di mana arus informasi sangat cepat dan tidak terbendung.

Masyarakat pun diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi yang meresahkan atau mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan adanya klarifikasi resmi dari kepolisian dan perangkat lingkungan, diharapkan masyarakat dapat kembali merasa tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Di tengah maraknya informasi digital, peran aktif masyarakat dalam menjaga ketenangan dan keamanan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *