Proyek Melamin Terbesar di Indonesia, Menko Airlangga Soroti Dampak Ekonomi Nasional
adainfo.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pembangunan pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia yang berlokasi di Gresik, sebagai langkah strategis memperkuat hilirisasi industri nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi di tengah tantangan global.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri kimia berbasis sumber daya alam dalam negeri, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi menuju nilai tambah yang lebih tinggi.
Airlangga menegaskan bahwa pembangunan pabrik melamin tersebut menandai fase baru dalam perjalanan industrialisasi Indonesia, khususnya dalam sektor kimia hilir yang selama ini masih memiliki ketergantungan pada impor.
“Kita berkumpul untuk menyaksikan tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia, yaitu peletakan batu pertama pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia,” katanya dikutip Selasa (21/04/2026).
Menurutnya, keberadaan fasilitas ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengurangi defisit neraca perdagangan di sektor kimia.
Pabrik melamin ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang dirancang sebagai pusat industri berbasis hilirisasi gas alam.
Airlangga menjelaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk menciptakan ekosistem industri yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global.
Proyek ini dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology dengan nilai investasi mencapai sekitar 600 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp10,2 triliun.
Investasi tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sektor kimia dasar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek industri nasional.
Hilirisasi Gas Alam Jadi Kunci Strategis
Dalam proyek ini, gas alam sebagai bahan baku utama akan diolah menjadi amonia cair sebelum dikembangkan lebih lanjut menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi seperti melamin, urea, dan amonium nitrat.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi yang selama ini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas domestik.
Airlangga menilai bahwa pengolahan gas alam menjadi produk kimia lanjutan akan memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Selain meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, hilirisasi juga dinilai mampu memperkuat struktur industri nasional agar tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.
Produk-produk yang dihasilkan dari pabrik melamin ini diharapkan dapat mendukung berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, industri kimia, hingga manufaktur.
Ketersediaan bahan baku dalam negeri dinilai akan memperkuat rantai pasok industri sekaligus menekan biaya produksi bagi pelaku usaha.
Di sisi lain, peluang ekspor juga terbuka lebar seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kimia berbasis nitrogen.
Dengan kapasitas produksi besar, Indonesia berpotensi menjadi pemain penting dalam rantai pasok global untuk produk melamin dan turunannya.
Komitmen Pemerintah Dorong Investasi
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif guna menarik lebih banyak investor untuk masuk ke sektor industri strategis.
Ia menyampaikan bahwa berbagai insentif dan kemudahan regulasi akan terus diberikan, khususnya bagi investor yang berkontribusi dalam pengembangan industri hilir.
“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tandasnya.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar Gresik dan Jawa Timur secara lebih luas.
Dengan hadirnya pabrik melamin terbesar di Indonesia ini, aktivitas ekonomi di kawasan industri diproyeksikan meningkat signifikan, mulai dari sektor konstruksi hingga operasional jangka panjang.
Pengembangan industri berbasis hilirisasi seperti ini juga dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus mempercepat transformasi menuju negara industri maju.












