KPPD 2026 Jadi Momentum, Presiden Prabowo Soroti Peran Vital DPRD di Daerah
adainfo.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada ratusan Ketua DPRD seluruh Indonesia dalam forum Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) 2026 yang digelar di Akademi Militer Magelang pada Sabtu (18/04/2026).
Dalam acara tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran strategis kepemimpinan daerah dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Lembah Tidar ini menjadi momentum penting bagi pemerintah pusat untuk menyampaikan arah kebijakan nasional kepada para pemimpin legislatif daerah secara langsung.
Forum KPPD tahun ini mengusung tema ‘Memperkuat peran pimpinan DPRD provinsi/kabupaten/kota guna mendukung Asta Cita menyongsong Indonesia emas 2045’.
Tema tersebut mencerminkan fokus pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan jangka panjang.
Dalam pengantar arahannya, Presiden menilai bahwa posisi Ketua DPRD memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat berjalan efektif hingga ke tingkat daerah.
Kehadiran Presiden dalam forum tersebut juga menjadi simbol perhatian serius pemerintah terhadap fungsi legislatif daerah sebagai mitra dalam pembangunan nasional.
Alasan Presiden Hadir Langsung di Forum DPRD
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keputusannya untuk hadir secara langsung didasari oleh pentingnya forum tersebut.
“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” kata Presiden Prabowo dikutip Sabtu (18/04/2026).
Kehadiran Kepala Negara dalam forum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi langsung dengan para pemimpin daerah yang memiliki peran penting dalam sistem pemerintahan.
Forum ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah pusat dan legislatif daerah dalam merumuskan langkah-langkah konkret menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, Presiden Prabowo dalam kegiatan ini tidak hanya berbicara sebagai kepala negara, namun juga sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral terhadap masa depan negara.
“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati, saya ingin bicara apa adanya,” jelas Presiden Prabowo.
“Saya berpendapat sebagai anak bangsa, sebagai patriot, karena saya datang ke sini, saya jumpa saudara-saudara dengan satu praanggapan bahwa kita semua di tenda ini adalah patriot,” timpal Presiden Prabowo.
Presiden juga menyoroti keberagaman latar belakang peserta yang hadir, mulai dari suku, daerah, pendidikan, hingga afiliasi politik.
Menurutnya, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan utama dalam membangun persatuan nasional yang kokoh.
Dalam konteks ini, DPRD sebagai representasi rakyat di daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas politik sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif.
Peran Strategis DPRD dalam Pembangunan Daerah
Presiden menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di daerah.
Ketua DPRD diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Peran DPRD dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah.
Dengan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan rakyat, DPRD dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif di daerah juga dinilai sebagai elemen penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.
Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, TB Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa KPPD 2026 telah berlangsung selama lima hari.
“KPPD ini telah berlangsung lima hari Bapak Presiden, sejak tanggal 15 sampai dengan esok hari tanggal 19 April 2026, bertempat di Lembah Tidar Akademi Militer Magelang, tempat para pemimpin nasional ditempa dan digembleng, yang dihadiri oleh 503 Ketua DPRD,” tutur Gubernur Lemhanas.
Pelaksanaan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembekalan strategis kepada para pimpinan DPRD agar mampu menjalankan tugasnya secara optimal di tengah dinamika politik dan pembangunan.
Lokasi kegiatan di Akademi Militer Magelang juga memiliki nilai simbolis sebagai tempat pembinaan kepemimpinan nasional.
Dengan jumlah peserta mencapai 503 Ketua DPRD dari seluruh Indonesia, forum ini menjadi salah satu agenda nasional terbesar dalam penguatan kapasitas kepemimpinan legislatif daerah.
Interaksi langsung antara Presiden dan para peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi dalam menjalankan agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.












