Minimnya Penerangan Diduga Picu Insiden Mobil Nyangkut di Jembatan Jalan Bandung saat Banjir

AZL
Kondisi gelap di sekitar jembatan Kali Pesanggrahan, Jalan Bandung, Cinere, Kota Depok akibat Penerangan Jalan Umum (PJU) mati. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi di sekitar Kali Pesanggrahan tepatnya di Jalan Bandung, Kecamatan Cinere, menjadi sorotan warga setelah diduga memicu insiden mobil terjebak banjir pada Senin (20/04/2026), dini hari.

Minimnya penerangan di lokasi tersebut dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama ketika debit air sungai meningkat dan meluap hingga menutup badan jalan.

Kondisi gelap membuat pengendara kesulitan mengidentifikasi genangan air, sehingga tetap melintas tanpa menyadari bahaya yang mengintai.

Seorang petugas keamanan setempat, Tabroni (50), mengungkapkan bahwa lampu penerangan jalan di kawasan tersebut telah lama tidak berfungsi.

Ia menyebut hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan dari pihak terkait.

“Kalau PJU di sekitar sini memang sudah lama mati, dari pemerintah dan dinas juga belum ada penanganan sama sekali,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian warga karena jalur tersebut termasuk akses yang cukup ramai dilalui masyarakat.

Minim Penerangan Picu Kendaraan Terjebak

Padamnya PJU diduga menjadi salah satu faktor utama penyebab kendaraan terjebak banjir di jembatan tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu, khususnya di Kabupaten Bogor, yang menyebabkan debit air Kali Pesanggrahan meningkat.

Air yang meluap kemudian menggenangi badan jalan tanpa terlihat jelas oleh pengendara.

“Karena gelap, pengendara tidak tahu air sudah tinggi. Jadi tetap melintas dan akhirnya terjebak,” jelas Tabroni.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerangan jalan sebagai bagian dari sistem keselamatan transportasi.

Selain itu, warga juga menilai situasi tersebut sangat berbahaya, terutama pada malam hari ketika visibilitas sangat terbatas.

Risiko semakin tinggi saat hujan deras terjadi dan permukaan jalan tertutup air.

“Bahaya banget buat pengendara, apalagi kalau malam dan air lagi naik. Bisa tidak kelihatan sama sekali,” tambahnya.

Kondisi ini tidak hanya membahayakan kendaraan roda dua, tetapi juga mobil yang berpotensi terjebak di tengah genangan.

Jalur Alternatif Vital Antar Wilayah

Jalan Bandung di Kecamatan Cinere dikenal sebagai salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Depok dengan Tangerang Selatan.

Arus kendaraan di jalur ini relatif padat, terutama pada jam-jam tertentu.

Dengan peran strategis tersebut, kondisi infrastruktur seperti PJU menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Gangguan pada fasilitas dasar seperti penerangan dapat berdampak langsung pada aktivitas mobilitas masyarakat.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki PJU yang padam.

Selain itu, pemasangan rambu peringatan banjir juga dinilai penting untuk memberikan informasi kepada pengendara.

Langkah antisipatif ini dianggap dapat mengurangi risiko kecelakaan serta mencegah kendaraan terjebak saat kondisi air meningkat.

Kondisi minim penerangan di kawasan tersebut kini menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian segera.

Dengan potensi risiko yang besar, perbaikan infrastruktur penerangan jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *