Duka Warga di Tengah Kemeriahan HUT Depok: Rumah Ambruk, Belum Dapat Bantuan

ACS
Kondisi rumah warga di Cimanggis, Kota Depok yang ambruk dengan atap rusak dan dinding kayu rapuh. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Sebuah rumah warga di kawasan Jalan Gas Alam, RT 03 RW 07, Curug, Cimanggis, Kota Depok dilaporkan ambruk berulang kali, sementara bantuan dari pemerintah belum juga terealisasi meski pengajuan telah dilakukan.

Peristiwa ini terjadi di tengah suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok, menciptakan kontras tajam antara gegap gempita perayaan dan kondisi warga yang masih berjuang menghadapi kerusakan tempat tinggalnya.

Rumah milik Dian (40), yang merupakan peninggalan orang tuanya, mengalami kerusakan parah akibat faktor usia bangunan yang sudah tidak layak huni.

Kondisi rumah yang rapuh diduga membuat insiden ambruk terjadi lebih dari satu kali.

Dian mengungkapkan bahwa kejadian pertama terjadi saat bulan Ramadhan, tepatnya pada pagi hari ketika sebagian anggota keluarga tengah beraktivitas.

“Sudah dua-tiga kali ambruk. Pas puasa sekitar jam 6 pagi, saya lagi di belakang tiba-tiba terdengar suara ‘gubrak’. Atap langsung jebol. Tetangga sampai keluar semua karena kaget,” ucap Dian, Minggu (19/04/2026).

Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada bagian atap, tetapi juga struktur bangunan lainnya yang semakin melemah seiring waktu.

Kondisi ini membuat rumah tersebut tidak lagi aman untuk ditinggali, terutama saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut.

Ancaman Runtuhan Hantui Keluarga

Ketidakpastian kondisi bangunan membuat keluarga Dian harus hidup dalam kekhawatiran setiap saat.

Ancaman runtuhan menjadi risiko yang nyata, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Situasi semakin sulit ketika insiden kembali terjadi pada malam takbiran. Di saat sebagian besar masyarakat tengah bersiap menyambut perayaan, Dian justru harus memastikan keselamatan keluarganya.

Ia mengaku harus mengevakuasi anak dan istrinya ke bagian belakang rumah untuk menghindari potensi reruntuhan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko keselamatan tidak hanya bersifat insidental, tetapi telah menjadi ancaman yang terus berulang.

Selain itu, di tengah kondisi yang memprihatinkan, upaya untuk mendapatkan bantuan telah dilakukan oleh Dian melalui jalur resmi.

Ia menyebut telah mengajukan proposal bantuan sebanyak dua kali kepada pemerintah setempat.

Selain itu, pihak kelurahan juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang rusak. Namun, hingga saat ini, bantuan yang diharapkan belum juga diterima.

“Lurah sudah datang, saya sudah bikin proposal dua kali. Tapi belum ada sama sekali bantuan dari pemerintah. Baru teman-teman buruh di tempat kerja saya saja yang bantu seadanya,” ungkapnya.

Keterlambatan penyaluran bantuan ini menjadi sorotan, mengingat kondisi rumah yang sudah tidak layak huni dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Kekecewaan Warga terhadap Respons Birokrasi

Dian juga menyampaikan kekecewaannya terhadap respons yang dinilai belum maksimal dari pihak terkait.

Ia menilai bahwa kunjungan yang dilakukan belum diikuti dengan langkah konkret dalam bentuk bantuan nyata.

“Jangan sekadar ngomong atau kunjungan doang nggak jelas. Harapan saya, pemerintah tolonglah perhatikan masyarakat kurang mampu. Kalau ada musibah, ya tanggap,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap permasalahan warga.

Kondisi ini juga menjadi gambaran tentang tantangan dalam penyaluran bantuan sosial yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Menanggapi kondisi yang menjadi perhatian publik, pihak Kecamatan Cimanggis dikabarkan akan segera melakukan kunjungan ke lokasi rumah Dian.

Camat Cimanggis, Rahmat Maulana, disebut akan meninjau langsung kondisi bangunan serta kebutuhan yang diperlukan untuk penanganan lebih lanjut.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam percepatan penanganan, termasuk kemungkinan bantuan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni atau rutilahu.

Namun demikian, publik menaruh perhatian pada hasil konkret dari kunjungan tersebut, mengingat sebelumnya telah ada peninjauan yang belum menghasilkan realisasi bantuan.

Sorotan di Tengah Perayaan Kota

Kondisi rumah ambruk di Cimanggis menjadi perhatian tersendiri di tengah perayaan ulang tahun Kota Depok.

Situasi ini menghadirkan kontras antara agenda seremonial dan realitas yang dihadapi sebagian warga.

Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap aspek kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak.

Di sisi lain, hal ini juga menjadi pengingat bahwa masih terdapat kebutuhan mendesak yang memerlukan respons cepat dari pemerintah daerah.

Dengan kondisi rumah yang semakin memburuk, harapan akan adanya tindakan nyata terus disuarakan oleh warga, seiring dengan meningkatnya perhatian publik terhadap kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *