Pecinta Sepeda Onthel Ramaikan CFD Depok, Kenalkan Warisan Sejarah kepada Generasi Muda
Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, tidak hanya dipenuhi warga yang berolahraga maupun bersepeda menggunakan kendaraan modern.
Di tengah keramaian tersebut, puluhan pecinta sepeda onthel hadir dengan penampilan khas bernuansa tempo dulu yang menarik perhatian masyarakat.
Kehadiran para anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Depok menjadi bagian dari upaya melestarikan kendaraan bersejarah yang pernah menjadi alat transportasi utama masyarakat Indonesia pada masa lampau.
Beragam jenis sepeda onthel tampak berjajar di kawasan Depok Open Space (DOS) sebelum para anggota komunitas memulai perjalanan mengelilingi jalur CFD.
Penampilan mereka semakin mencolok dengan atribut dan busana bergaya lawas yang identik dengan era terdahulu.
Salah satu anggota KOSTI Depok, Sudiyanto, mengatakan komunitasnya secara rutin mengikuti kegiatan CFD sebagai bentuk komitmen menjaga keberadaan sepeda onthel di tengah perkembangan zaman.
“Alhamdulillah kami dari komunitas sepeda tua yang ada di Depok itu selalu melestarikan onthel-onthel yang ada di Indonesia. Karena onthel ini kan bersejarah, dari zaman penjajahan kita sudah ada sepeda onthel,” ujarnya saat ditemui di CFD Depok, Minggu (07/06/2026).
Sepeda Onthel Bukan Sekadar Kendaraan Lama
Menurut Sudiyanto, sepeda onthel memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.
Karena itu, keberadaannya perlu terus dikenalkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan perkembangan teknologi transportasi modern.
Ia menilai sepeda onthel bukan hanya kendaraan tua, melainkan simbol perjalanan sejarah yang menyimpan banyak cerita dari masa ke masa.
Melalui berbagai kegiatan komunitas, termasuk keikutsertaan dalam CFD, para pecinta sepeda tua berupaya menjaga eksistensi kendaraan tersebut sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.
Meski selama ini identik dengan kalangan usia senior, minat generasi muda terhadap sepeda onthel disebut mulai tumbuh.
Fenomena tersebut terlihat dari keberagaman usia anggota yang tergabung dalam KOSTI Depok.
“Untuk di kami sendiri hampir semua jenjang umur ada. Jadi dari generasi muda, kemudian menengah dan lain sebagainya, segala umurnya ada,” kata Sudiyanto.
Menurutnya, ketertarikan anak muda umumnya muncul karena desain sepeda onthel yang unik dan memiliki karakter berbeda dibandingkan sepeda modern.
“Biasanya kalau yang generasi muda itu ada yang suka juga, karena terpanggil hatinya, merasa melihat sepeda onthel itu unik,” tambahnya.
Konvoi Santai Perkenalkan Warisan Budaya
Setelah berkumpul di kawasan DOS, para anggota KOSTI melakukan konvoi santai menyusuri sepanjang Jalan Margonda yang sedang ditutup untuk kendaraan bermotor.
Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan sepeda onthel kepada masyarakat.
Khususnya anak-anak dan generasi muda yang mungkin belum pernah mengenal kendaraan bersejarah tersebut secara langsung.
“Ini juga kita akan memperkenalkan onthel, jadi kita akan ngontel bareng-bareng sepanjang jalan ini supaya dilihat anak-anak muda dan supaya mereka tertarik,” ujar Sudiyanto.
Konvoi sepeda tua itu kerap menjadi daya tarik tersendiri di CFD karena menghadirkan nuansa nostalgia yang berbeda dari aktivitas olahraga lainnya.
Satu Sepeda Sejuta Saudara
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, komunitas sepeda onthel juga menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Hal tersebut disampaikan anggota KOSTI lainnya, Widodo.
Menurutnya, kecintaan terhadap sepeda tua menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota komunitas dari berbagai daerah.
“Bahwa di balik itu semua kegiatan ini, juga kita memaknai bahwa ini adalah nilai-nilai silaturahmi. Karena moto onthel adalah satu sepeda sejuta saudara. Nah ini tagar yang selalu kita kedepankan apapun sepedanya,” tutur Widodo.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa komunitas sepeda tua tetap bertahan dan terus berkembang hingga saat ini.
Melalui kehadiran rutin di CFD Depok, para pecinta sepeda onthel berharap kendaraan legendaris tersebut tidak hanya menjadi kenangan masa lalu.
Akan tetapi tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya yang dapat dinikmati dan dikenal oleh lintas generasi.












