Kebakaran Gudang Ekspedisi di Depok Disertai Ledakan, Warga Panik
adainfo.id – Kebakaran melanda sebuah gudang ekspedisi di Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (26/04/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, disertai ledakan yang diduga berasal dari kembang api.
Peristiwa tersebut langsung memicu kepanikan warga sekitar, terutama karena suara ledakan terdengar berulang kali selama beberapa menit.
Api yang membesar dengan cepat membuat situasi di lokasi kejadian menjadi mencekam.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
Material yang mudah terbakar di dalam gudang diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berupaya menjauh dari lokasi guna menghindari risiko yang lebih besar.
Beberapa di antaranya juga berusaha menyelamatkan barang-barang milik mereka dari potensi dampak kebakaran.
Ledakan Picu Kepanikan Warga
Selain kobaran api, suara ledakan yang terdengar dari dalam gudang menjadi perhatian utama warga.
Ledakan tersebut diduga berasal dari kembang api yang tersimpan di dalam bangunan.
Salah satu saksi mata, Rahmat, yang memiliki toko di samping gudang, mengungkapkan kepanikannya saat peristiwa terjadi.
“Tadi kan lagi kerja, abang saya bilang ada kebakaran. Terus tiba-tiba ada ledakan, kurang lebih 20 menit itu suara petasan meledak. Saya kan panik, langsung ngamanin barang-barang,” jelasnya.
Kemudian, Rahmat juga langsung mengamankan isi tokonya saat mengetahui adanya kebakaran.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat potensi penyebaran api.
“Disamping itu gudang JNE. Alhamdulillah barang-barang saya sudah diamankan,” paparnya.
Upaya penyelamatan ini dilakukan secara mandiri oleh warga sebelum petugas berhasil mengendalikan situasi.
Lima Unit Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari UPT Pos Merdeka dan Mako segera diterjunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran.
Sebanyak lima unit mobil damkar dikerahkan guna mempercepat proses pemadaman.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Petugas juga berupaya mengendalikan titik api yang masih aktif di dalam gudang.
Koordinasi antar petugas dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif.
Kehadiran damkar di lokasi membantu mengurangi risiko meluasnya kebakaran ke area permukiman dan usaha di sekitarnya.
Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian warga sekitar mengingat lokasi gudang berada di area yang cukup padat aktivitas, sehingga potensi dampaknya cukup besar apabila tidak segera ditangani.












