Tekanan Global Menguat, Pemerintah Klaim Ekonomi Nasional Tetap Tahan Banting
adainfo.id – Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap berada dalam posisi solid meskipun menghadapi tekanan global yang dinamis, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai masih kuat dan kredibel.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia saat ini tidak terlepas dari disiplin pengelolaan fiskal serta reformasi kebijakan yang telah dilakukan jauh sebelum tekanan global meningkat.
Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional sehingga tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
Menurut Purbaya, kepercayaan terhadap kondisi fiskal Indonesia kini semakin meningkat, termasuk dari lembaga internasional dan investor global.
Hal ini tercermin dari tidak adanya lagi keraguan terhadap fundamental fiskal Indonesia, terutama terkait pengelolaan defisit anggaran yang selama ini menjadi perhatian utama.
“Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah orang-orang sana pada kagum tuh,” ucap Purbaya dikutip Minggu (26/04/2026).
Penguatan kredibilitas fiskal menjadi salah satu indikator utama ketahanan ekonomi Indonesia. Pemerintah dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara belanja negara dan pendapatan, sekaligus memastikan defisit tetap dalam batas aman.
Kepercayaan investor terhadap Indonesia juga didukung oleh konsistensi kebijakan fiskal yang transparan dan akuntabel.
Reformasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir telah memperbaiki struktur keuangan negara dan meningkatkan efisiensi pengeluaran.
Selain itu, berbagai langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah turut memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki ruang fiskal yang cukup untuk merespons dinamika global tanpa harus mengorbankan stabilitas jangka panjang.
Likuiditas Negara Dipastikan Aman dan Terkelola Optimal
Dari sisi likuiditas, pemerintah memastikan bahwa posisi kas negara berada dalam kondisi aman.
Strategi pengelolaan kas yang dilakukan secara proaktif menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan menempatkan dana dalam jumlah besar di sektor perbankan guna meningkatkan likuiditas.
Kebijakan ini tidak hanya menjaga kestabilan sistem keuangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi tanpa menambah beban anggaran negara.
“Cash management kita sudah baik. Yang Rp300 triliun kita masukin ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi nggak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga perputaran uang di dalam negeri, terutama di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Likuiditas yang terjaga juga memberikan ruang bagi sektor perbankan untuk terus menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.
Reformasi Struktural Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi
Pemerintah terus mendorong reformasi struktural sebagai upaya memperkuat fundamental ekonomi.
Reformasi ini mencakup berbagai sektor penting, mulai dari sistem perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja negara.
Perbaikan dalam sistem perpajakan diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.
Sementara itu, reformasi di sektor bea cukai bertujuan untuk memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan daya saing nasional.
Di sisi belanja, pemerintah berupaya memastikan setiap pengeluaran dilakukan secara tepat guna dan tepat sasaran.
Efisiensi anggaran menjadi prioritas agar setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan dukungan terhadap sektor riil.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Subsidi Tepat Sasaran untuk Jaga Keseimbangan Fiskal
Dalam menjaga kesehatan fiskal, pemerintah menerapkan kebijakan subsidi yang lebih terarah.
Subsidi difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi beban fiskal yang tidak produktif.
Dengan membatasi subsidi bagi kelompok masyarakat mampu, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran ke sektor yang lebih strategis.
“Yang kita subsidi adalah yang memang betul-betul membutuhkan. Untuk orang-orang yang ekonominya kuat, tidak kita subsidi dan sudah kita umumkan akan dinaikkan. Kita manage anggaran dengan benar. Bukan hanya jual-jualan subsidi tanpa batas, tapi kita batasi untuk orang-orang yang memang benar-benar tidak mampu,” ungkapnya.
Kebijakan subsidi yang tepat sasaran diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan keberlanjutan fiskal.
Pemerintah juga memastikan bahwa program bantuan tetap berjalan untuk mendukung daya beli masyarakat rentan.
Permintaan Domestik Jadi Penopang Utama Pertumbuhan
Di tengah tekanan global, kekuatan ekonomi Indonesia ditopang oleh tingginya kontribusi permintaan domestik.
Konsumsi dalam negeri yang mencapai sekitar 90 persen menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
Kondisi ini memberikan keunggulan tersendiri bagi Indonesia dibandingkan negara lain yang lebih bergantung pada ekspor.
Dengan basis ekonomi domestik yang kuat, Indonesia memiliki ketahanan lebih baik dalam menghadapi gejolak eksternal.
Pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara intensif.
Jika diperlukan, berbagai langkah stimulus akan disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Untuk triwulan II, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga dengan potensi peningkatan seiring membaiknya aktivitas ekonomi.
Pemerintah juga optimistis bahwa berbagai kebijakan yang telah disiapkan akan mampu mempercepat laju pertumbuhan.
“Fondasi ekonomi kita tidak berubah, akan jalan semakin cepat, karena kita akan semakin serius perbaiki kendala-kendala perekonomian. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan selalu melihat keadaan di masyarakat, kita akan optimalkan semua kebijakan yang ada, kita dorong supaya cepat. Kita dorong ekonomi maju dengan lebih cepat sehingga masyarakat kita bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan,” bebernya.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor riil.
Optimalisasi program-program strategis menjadi fokus utama agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.












