UI Pastikan UTBK SNBT 2026 Berjalan Transparan, Puluhan Ribu Peserta Ikut Seleksi
adainfo.id – Sebanyak 54.871 peserta mengikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) dengan sistem pelaksanaan yang terstruktur dan pengawasan ketat di berbagai lokasi ujian.
Ujian berskala nasional ini menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang berlangsung secara serentak di sejumlah titik strategis.
Pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini berlangsung pada 21 hingga 30 April dan dilanjutkan pada 2 Mei 2026.
UI menjadi salah satu pusat pelaksanaan utama dengan cakupan lokasi yang tersebar di beberapa kampus dan institusi pendidikan.
“Tahun ini ada 54.871 peserta mengikuti ujian di berbagai titik yang tersebar, termasuk 51 peserta difabel yang mendapatkan penanganan khusus,” papar Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof. Mahmud Sudibandriyo dalam keterangannya dikutip Sabtu (25/04/2026).
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di UI juga didukung oleh infrastruktur yang tersebar di empat lokasi utama, yaitu Kampus UI Depok, UI Salemba, Politeknik Negeri Jakarta, serta Polimedia.
Pembagian lokasi ini dirancang untuk memastikan distribusi peserta berjalan merata dan efisien.
Di Kampus UI Depok, ujian dilaksanakan di 26 lokasi dengan total 52 ruang ujian dan 1.645 unit komputer.
Sementara itu, UI Salemba menyediakan 7 lokasi dengan 9 ruang dan 388 komputer.
Pada lokasi Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), terdapat 6 lokasi dengan 11 ruang dan 276 komputer.
Sedangkan di Polimedia tersedia 2 lokasi dengan 8 ruang dan 211 komputer yang digunakan selama pelaksanaan ujian.
Distribusi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses ujian, terutama dalam menghadapi jumlah peserta yang besar dan kebutuhan teknis yang kompleks.
Persiapan Teknis dan Uji Coba Sistem Ujian
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tanpa hambatan, panitia telah melakukan berbagai tahapan persiapan, termasuk uji coba nasional dan uji coba internal.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis yang dapat menghambat jalannya ujian.
Mahmud menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini.
Selain itu, koordinasi antar panitia juga menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan di seluruh lokasi.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi di setiap sesi guna menjaga kualitas pelaksanaan tetap konsisten di seluruh lokasi,” ucapnya.
Pemantauan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap sesi ujian berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Tak hanya itu, dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026, panitia menerapkan sistem pengawasan yang ketat guna menjaga integritas ujian.
Setiap ruang ujian diawasi oleh petugas dengan rasio satu pengawas untuk setiap 20 peserta, didukung oleh teknisi yang memastikan kelancaran perangkat.
Penanggung Jawab Lokasi UTBK Rumpun Ilmu Kesehatan, Rina Rahmawati, menjelaskan bahwa sebelum ujian dimulai, peserta diberikan pengarahan terkait tata tertib yang harus dipatuhi selama pelaksanaan ujian.
“Dari sisi pengawasan, panitia menerapkan standar ketat dengan rasio satu pengawas untuk setiap 20 peserta, didukung oleh teknisi ruang. Sebelum ujian dimulai, peserta mendapatkan pengarahan terkait tata tertib, termasuk larangan membawa barang tertentu ke meja ujian. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metal detector serta body checking guna mencegah potensi kecurangan,” tutur Rina.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peserta mengikuti ujian secara jujur dan adil tanpa adanya praktik kecurangan.
Pelaksanaan Ujian dan Kapasitas Peserta per Sesi
UTBK SNBT 2026 dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya, yaitu sesi pagi dan sesi siang.
Setiap sesi memiliki durasi sekitar 3 jam 15 menit dengan kapasitas peserta yang cukup besar.
Dalam satu sesi, UI mampu menampung sekitar 2.500 peserta. Sementara itu, pada lokasi tertentu seperti Rumpun Ilmu Kesehatan, kapasitas peserta mencapai 288 orang per sesi.
Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan peserta serta memastikan proses ujian berjalan dengan lancar tanpa gangguan teknis.
Hingga saat ini, pelaksanaan ujian dilaporkan berjalan tanpa adanya kasus kecurangan yang signifikan. Namun, panitia tetap menyiapkan mekanisme penanganan jika ditemukan pelanggaran.
Selain memastikan kualitas pelaksanaan ujian, UI juga menekankan aspek inklusivitas dengan memberikan fasilitas khusus bagi peserta difabel.
Sebanyak 51 peserta difabel mengikuti UTBK SNBT tahun ini dengan pengaturan yang telah disesuaikan.
Peserta difabel dijadwalkan mengikuti ujian pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Lama Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI.
Lokasi ini dipilih karena memiliki fasilitas yang mendukung kebutuhan peserta dengan kondisi khusus.
Beberapa penyesuaian dilakukan, termasuk penggunaan laboratorium khusus bagi peserta tunanetra yang telah dilengkapi dengan perangkat yang sesuai.
“Melalui penyelenggaraan UTBK-SNBT 2026, UI berkomitmen menyediakan sistem seleksi yang adil, transparan, dan berkualitas bagi seluruh calon mahasiswa di Indonesia,” beber Rina.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap peserta, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti proses seleksi nasional.












