Airlangga Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Daerah Jadi Kunci

ARY
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan strategi pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto: ekon)

adainfo.id – Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan tercapai tanpa kontribusi kuat dari daerah.

Pemerintah menilai penguatan ekonomi daerah menjadi faktor utama dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung hingga saat ini.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada dasarnya merupakan akumulasi dari pertumbuhan di setiap daerah.

“Kita memiliki target besar menuju pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk mencapai target tersebut, daerah harus terus didorong karena pertumbuhan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pertumbuhan daerah,” papar Airlangga dikutip, Selasa (26/05/2026).

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat

Airlangga menjelaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup solid meskipun dunia menghadapi tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.

Menurutnya, stabilitas ekonomi nasional terlihat dari inflasi yang masih terkendali serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang relatif lebih baik dibandingkan beberapa periode tekanan ekonomi sebelumnya.

Ia menyebut tingkat inflasi nasional saat ini berada di angka 2,4 persen dengan depresiasi rupiah sekitar 2,6 persen.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi nasional masih terjaga baik dari sisi korporasi maupun aktivitas ekonomi secara umum.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tetap mampu menghadapi berbagai dinamika global.

Pemerintah Andalkan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Selain menjaga stabilitas ekonomi makro, pemerintah terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang utama ekonomi daerah.

Airlangga menyebut program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengembangan UMKM nasional.

Pemerintah mengalokasikan pembiayaan KUR sekitar Rp300 triliun guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai wilayah.

Menurutnya, program tersebut mampu meningkatkan kapasitas UMKM hingga sekitar 34 persen serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18 hingga 27 persen.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat mencapai sekitar Rp111 triliun melalui berbagai skema pembiayaan yang disiapkan pemerintah.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah karena membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.

Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Tumbuh Pesat

Pemerintah juga terus mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.

Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD150 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD400 miliar pada tahun 2030.

Airlangga menilai ekonomi digital akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia di tengah transformasi ekonomi global berbasis teknologi.

Ia juga menyebut integrasi ekonomi digital ASEAN berpotensi menciptakan nilai ekonomi kawasan hingga USD2 triliun.

Dari potensi tersebut, Indonesia diperkirakan dapat memperoleh sekitar USD600 miliar apabila integrasi ekonomi digital kawasan berjalan optimal.

Potensi tersebut dinilai dapat membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Pemerintah Kembangkan Industri Semikonduktor Nasional

Selain ekonomi digital, pemerintah juga mulai fokus mengembangkan industri semikonduktor nasional sebagai bagian dari strategi penguatan industri teknologi tinggi.

Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga tahun mendatang.

Pada tahap awal, sekitar seribu peserta telah mengikuti program pelatihan tersebut, sementara jumlah pendaftar mencapai sekitar 4.500 orang.

Selain pengembangan sumber daya manusia, pemerintah juga akan mendorong daerah yang memiliki potensi sumber daya silika untuk mengembangkan hilirisasi berbasis silika.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem industri semikonduktor nasional agar Indonesia mampu bersaing dalam rantai pasok industri teknologi global.

Pengembangan industri semikonduktor dinilai penting karena sektor tersebut menjadi salah satu fondasi utama berbagai teknologi modern, mulai dari perangkat elektronik hingga kendaraan listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *